tirto.id - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek periode 2019–2022 yang menyeret Nadiem Makarim mengungkap adanya sejumlah kode khusus yang digunakan dalam percakapan pembahasan mengenai pengadaan laptop Chromebook selama kurun waktu 2019-2022.
Hal tersebut diketahui saat Jaksa Penuntut Umum menanyakan hal itu kepada Indra Nugraha selaku Sales Manager PT Bhinneka Mentari Dimensi. Dalam persidangan kali ini, Indra dihadirkan sebagai saksi.
Dalam kesaksiannya, Indra menyebut Kemendikbudristek diberi kode “Senayan” selama proses transaksi laptop pembelajaran tersebut berlangsung.
"Sebagaimana dalam BAP [berita acara perkara] juga, ada sebuah kode-kode di dalam yang hanya diketahui oleh internal dari anggota grup tersebut. Misal di situ ada kode 'Senayan'. Yang dimaksud Senayan itu untuk sebutan apa?" tanya jaksa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
"Kemendikbudristek," jawab Indra.
Selain itu, jaksa juga mencecar Indra mengenai keberadaan grup Whatsapp Jajanan Pasar yang di dalamnya membahas mengenai pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.
Pertanyaan serupa sebelumnya telah diajukan jaksa kepada Indra saat menjadi saksi bagi terdakwa Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah periode 2020-2021, Sri Wahyuningsih (SW); Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020, Mulyatsyah (MUL), serta konsultan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek, Ibrahim Arief (IBAM).
"Di sini, Saudara ada juga dilakukan penyitaan handphone juga oleh penyidik?" tanya jaksa.
"Betul," jawab Indra.
"Betul di handphone tersebut ada nama grup WhatsApp namanya Jajanan Pasar?” tanya jaksa.
"Betul," jawab Indra.
Dalam kesaksiannya, Indra juga menyebut penggunaan kode “Merah” untuk menyebut Direktorat SD dan “Biru” untuk menyebut Direktorat SMP.
"SMP biru, SD merah, seperti itu ya?" tanya jaksa.
"Betul," jawab Indra.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































