Menuju konten utama

Sidang Hasto, Satpam PDIP Klaim Dipaksa OTK Telepon Harun Masiku

Satpam PDIP, Nurhasan, mengeklaim didatangi dua sosok tegap yang memaksanya menghubungi Harun Masiku untuk menenggelamkan ponsel, pada 8 Januari 2020.

Sidang Hasto, Satpam PDIP Klaim Dipaksa OTK Telepon Harun Masiku
Sidang lanjutan kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) dpr ri 2019 dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Pengadilan Tipikor, Jumat (25/4/2025). tirto.id/ Auliya Umayna.

tirto.id - Satpam PDIP, Nurhasan, mengeklaim didatangi dua sosok tegap yang memaksanya menghubungi Harun Masiku untuk menenggelamkan ponsel, pada 8 Januari 2020.

Hal tersebut disampaikan Nurhasan saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI 2019, dengan terdakwa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Awalnya, Nurhasan bercerita soal tugasnya sebagai Satpam di PDIP. Dia mengakui ditugaskan untuk berjaga di Rumah Aspirasi PDIP, tempat Hasto berkantor.

Dia mengatakan dua orang tidak dikenal (OTK) dan mencari keberadaan Harun Masiku, saat dirinya berjaga di Rumah Aspirasi.

"Datang dua orang, pintu itu kan nggak saya kunci ngga saya slot, saya duduk, ada yang ketok-ketok, saya samperin lah. Ada dua orang itu, menanyakan Harun. 'Pak Harun, ada Pak Harun?', begitu seingat saya," kata Nurhasan di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

Nurhasan menyebut kedua orang itu langsung masuk ke pos satpam Rumah Aspirasi. Satu orang mengambil ponselnya dan satu orang lainnya mengajaknya berbincang.

Tak lama, kata Nurhasan, orang yang mengambil ponselnya langsung menelpon seseorang melalui ponsel Nurhasan dan mengarahkan padanya untuk berbicara.

"Ini kamu ngomong sama ini. Sebelum ngomong itu saya itu disuruh entar kamu bilang ya 'amanat' gitu," kata Nurhasan mencontohkan orang tidak dikenal tersebut.

Nurhasan mengaku awalnya tidak mengetahui sosok suara di balik telepon tersebut. Dia hanya mengikuti permintaan dari dua orang tersebut karena merasa tertekan.

Akhirnya, kata Nurhasan, dia mengetahui orang yang ditelepon tersebut adalah Harun Masiku setelah ramai diperbincangkan.

Nurhasan mengatakan Harun memintanya untuk bertemu. Lantaran dalam keadaan tertekan, dia mengikuti permintaan tersebut dan bertemu dengan Harun disebuah masjid yang berlokasi di Cut Mutia, Jakarta, sambil diiringi orang yang menemuinya tersebut.

Nurhasan menyebut Harun memberinya sebuah tas laptop. Tas itu langsungd berikan ke dua orang tidak dikenal itu. Nurhasan mengaku tak sempat melihat isinya.

"Itu si Harun itu. dia bilang 'titip ya'," tutur Nurhasan.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, memutarkan rekaman telepon antara Nurhasan dan Harun Masiku.

Dalam rekaman, terdengar Nurhasan meminta Harun untuk merendam ponsel dan kemudian berdiam diri di DPP PDIP.

"Perintahnya Pak Harun disuruh stand by di DPP, terus handphone itu harus direndam di air," kata Nurhasan kepada Harun dalam rekaman yang diputar Jaksa.

Baca juga artikel terkait HASTO KRISTIYANTO atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama