tirto.id - Siapa pengganti Iran di Piala Dunia 2026 jika mereka mengundurkan diri? Timnas Irak dan Italia punya kans besar menggantikan, lalu bagaimana keputusan FIFA mengenai hal tersebut?
Timnas Iran dilaporkan mundur dari Piala Dunia 2026 imbas serangan udara Amerika Serikat ke Iran pekan lalu. Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali menyampaikan berita tersebut dan ada beberapa hal yang menjadi landasan diambilnya keputusan ini.
"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," ujar Ahmad Doyanmali dikutip dari laman Forbes.
Kendati demikian, belum ada tanggapan resmi dari Federasi Sepak Bola Iran hingga FIFA terkait hal tersebut. Lantas siapa yang akan menggantikan Iran di Piala Dunia 2026? Lalu bagaimana kans Timnas Irak dan Italia?
Siapa Pengganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026?
Timnas Iran dilaporkan akan mengundurkan diri dari partisipasi mereka di Piala Dunia 2026. Hal itu disebabkan oleh konflik bersenjata yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, sejak akhir Februari 2026.
Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali menyatakan Iran tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan ada beberapa hal yang menjadi landasan diambilnya keputusan ini. Salah satunya adalah terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ahmad Doyanmali juga menjelaskan jika keputusan untuk mundur turut mempertimbangkan keselamatan dari tim. Pasalnya, tiga laga Iran di babak penyisihan Piala Dunia 2026 bakal berlangsung di Amerika Serikat.
"Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran," ujar Ahmad Doyanmali dikutip dari laman Forbes.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Federasi Sepak Bola Iran dan FIFA terkait pernyataan Menteri Olahraga Iran tersebut. Meski begitu, pengganti Iran di Piala Dunia 2026 sudah ramai dibahas.
FIFA memiliki sejumlah opsi jika Iran mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026. Team Melli bisa digantikan Irak yang menjadi perwakilan AFC di babak playoff antar konfederasi, atau bisa menunjuk Italia sebagai tim dengan peringkat FIFA tertinggi di playoff UEFA.
Irak berpeluang besar lolos langsung ke Piala Dunia 2026 jika Iran memutuskan mundur dari sebelum laga playoff antar konfederasi dimulai pada 23-31 Maret 2026 ini. Pasalnya, Timnas Irak merupakan pemenang dari ronde 5 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Jika skenario itu terjadi, maka posisi Irak di babak playoff antar konfederasi akan digantikan Uni Emirat Arab, yang sempat dikalahkan Irak di ronde kelima. UEA bisa mendapat peluang lolos ke Piala Dunia 2026 dan akan bertemu dengan pemenang laga Suriname vs Bolivia.
"Melalui AFC, kami adalah tim dengan peringkat tertinggi. Kami akan menggantikan posisi Iran. Dan UAE mungkin akan menggantikan kami untuk bermain melawan pemenang antara Suriname dan Bolivia (di playoff)." ujar asisten pelatih Irak, Rene Meulensteen, dikutip dari talkSports.
Kendati begitu, Rene Meulensteen juga mendengar bahwa ada rumor FIFA akan menunjuk Italia menggantikan posisi Iran di Piala Dunia 2926 karena memiliki ranking FIFA tertinggi di antara tim yang mengikuti babak playoff UEFA maupun playoff antar konfederasi.
"Namun, ada rumor bahwa jika FIFA mengambil keputusan akhir, mereka mungkin akan mendorong tim dengan peringkat tertinggi di FIFA untuk menggantikan Iran, yaitu Italia. Anda bisa berpikir, tim mana yang lebih mereka inginkan di Piala Dunia?" imbuh Rene.
Italia sendiri masih harus berjuang melalui babak playoff UEFA untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Gli Azzurri akan menghadapi Irlandia Utara pada 26 Maret 2026 mendatang.
Jika Italia mampu menang, maka mereka akan bertemu tim pemenang Wales vs Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret 2026. Pemenang laga akhir baru akan dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026.
FIFA sendiri sampai saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026. FIFA tetap berharap gelaran Piala Dunia 2026 dapat diikuti oleh tim yang lolos dari babak kualifikasi.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id




























