STOP PRESS! Panglima TNI: Seribu Persen (Soal Senjata) Itu Kata Saya

Siapa Sebenarnya Pavel Durov Pendiri Telegram?

Reporter: Agung DH
17 Juli, 2017 dibaca normal 1:30 menit
Siapa Sebenarnya Pavel Durov Pendiri Telegram?
CEO Telegram, Pavel Durov. Nadine Rupp/Getty Images)
tirto.id - Nama Pavel Durov mencuat belakangan ini di Indonesia setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir Telegram pada Jumat (14/7/2017) kemarin.

Pavel Durov merupakan pendiri sukarela di balik Telegram, sebuah aplikasi pesan instan selain WhatsApp milik Facebook. Telegram yang berbasis di Berlin mengklaim menggunakan dua lapisan enkripsi, sehingga "lebih cepat dan lebih aman" daripada layanan pesan lain.

Pengguna dapat mengirim dan mengirim file ke teman, membuat obrolan grup dengan maksimal 200 anggota, atau memilih "obrolan rahasia khusus".

Belakangan teroris ISIS disebut menggunakan Telegram ini untuk berkomunikasi. Laith Alkhouri, direktur Riset di Flashpoint Global Partners, menyebutnya "hal baru yang panas di kalangan para jihadis."

Tapi siapa sebenarnya Pavel Durov, pendiri aplikasi berusia 31 tahun itu?

Pavel Durov sering disebut sebagai "Mark Zuckerberg dari Rusia." Sebelum mendirikan Telegram, Pavel Durov sempat mendirikan Vkontakte (disebut VK) pada 2006, sebuah jaringan sosial Rusia terpopuler di Rusia yang berfungsi sebagai alternatif untuk Facebook.

Namun Pavel Durov saat ini sekarang berstatus sebagai pengasingan Rusia. Pada 2014 silam, ia memilih untuk melarikan diri dari negara asalnya, menolak untuk mematuhi permintaan dari pemerintah Rusia untuk menyerahkan data pengguna Vkontakte Ukraina. Pada saat itu, pemerintah di Rusia telah menguasai Internet.

Dia juga disebut pernah menawarkan pekerjaan kepada Edward Snowden, pelarian AS di Rusia. Ketika Rusia memberikan suaka sementara Snowden pada tahun 2013, Durov mengusulkan agar dia bekerja sebagai pengembang perangkat lunak keamanan di Vkontakte.

Belakangan Pavel Durov dan saudaranya, Nikolai, memulai membangun Telegram pada tahun 2013. "Sederhananya, tidak masalah berapa banyak aplikasi pesan lainnya yang ada di luar sana jika semuanya menyedot," katanya dalam sebuah wawancara di TechCrunch Disrupt pada September .

Dalam membangun Telegram, Pavel Durov mengaku lebih memperhatikan ancaman privasi daripada ancaman teroris. Namun ketika ada laporan bahwa teroris ISIS menggunakan Telegram untuk berkomunikasi, Telegram mengatakan bahwa mereka memblokir 78 kanal terkait ISIS di 12 bahasa. Kendati demikian, komunikasi pribadi antar anggota ISIS tidak akan terpengaruh. "Teroris akan selalu menemukan sarana komunikasi yang aman," katanya.

Pavel Durov juga mengklaim bahwa, dia tidak sedang mencari uang ketika membuat Telegram. Ia mengaku aplikasi itu dibangun dengan "sumbangan dermawan".

Pavel Durov yang sering disebut narsis itu juga diketahui sebagai seorang traveler dunia - dan seorang fotografer berbakat.

Akun Instagram-nya penuh dengan foto-foto tempat yang ia kunjungi, sesekali foto pribadinya. Lokasi foto terbaru meliputi Finlandia, Barcelona, San Francisco, New York, dan Roma.  Dan ia tidak menyesal telah meninggalkan Rusia. "Saya tidak yakin saya punya niat untuk kembali ke sana secara permanen," ujarnya seperti dikutip CNN.

Baca juga artikel terkait BLOKIR TELEGRAM atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - agu/agu)

Keyword