Menuju konten utama

Siapa Helmut Hermawan dan Apa Kasus yang Menjeratnya?

Berikut profil, biodata Helmut Hermawan dan kasus yang sedang menjeratnya.

Siapa Helmut Hermawan dan Apa Kasus yang Menjeratnya?
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan melakukan penangkapan kepada eks Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan (Antara/Istimewa)

tirto.id - Nama Helmut Hermawan baru-baru ini ramai diperbincangkan. Siapa dia? Dan apa kasus yang menjeratnya?

Helmut Hermawan adalah mantan direktur PT Citra Lampia Mandiri (CLM), dia diduga memalsukan tanda tangan Jumiatun Van Dongen, pemilik perusahaan PT Asia Pacific Mining Resources (APMR), induk perusahaan PT CLM.

Jumiatun merupakan pemilik mayoritas saham PT APMR yang mencapai 97,5 persen, atau 195 lembar saham senilai Rp4,8 miliar. Sementara 2,7 persen lainnya dimiliki oleh rekannya bernama Ruskin.

Atas kepemilikan saham tersebut, Jumiatun menjabat sebagai komisaris PT APMR yang tercantum dalam Akta Nomor 02, tanggal 2 November 2016 dengan notaris Rovandy Abdams. Akta tersebut lalu sudah mendapatkan SP Perubahan Data Perseoran No. AHU-AH.01.03-0098763 tanggal 15 November 2016.

Menurut pemberitaan, pemalsuan tanda tangan oleh Helmut diduga dilakukan untuk transaksi jual beli saham ilegal PT APMR milik Jumiatun. Transaksi tersebut baru diketahui setelah posisi Jumiatun sebagai komisaris digantikan oleh Ruskin.

Belakangan diketahui, ternyata telah terjadi pemindahan keseluruhan saham milik Jumiatun kepada Thomas Azali, rekan dari Helmut Hermawan pada 2 Mei 2018.

Pihak Jumiatun pada Minggu, 19 Maret 2023 menjelaskan bahwa Jumiatun tidak pernah menandatangani surat perjanjian jual beli saham ataupun menerima pembayaran uang sejumlah Rp4,8 miliar dari siapa pun termasuk dari Thomas Azali.

Jumiatun kemudian melaporkan Thomas Azali dan Helmut Hermawan pada 28 November 2022 ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan No.LP/B/0686/XI/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Pihak kepolisian yang menerima laporan dari Jumiatun melakukan penyidikan atas kasus ini. Mengutip Antara News, Helmut terlebih dulu diperiksa di Polsek Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (21/2/2023). Helmut diperiksa hingga malam dini hari oleh penyidik dari Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam proses penyidikan di Polsek Cilandak, Helmut dikabarkan kabur. Akibat kabur dari proses penyidikan tersebut, pihak kepolisian mengeluarkan perintah penangkapan pada Rabu (22/2/2023).

Helmut akhirnya ditemukan di sebuah apartemen di Pondok Indah, Jakarta Selatan setelah dikepung oleh aparat gabungan dari Polda Sulsel, Polda Metro dan Bareskrim.

Dalam surat penangkapan tersebut Helmut disangkakan tindak pidana yang dengan sengaja menyampaikan keterangan palsu sebagaimana dimaksud dalam 159 Jo Pasal 11O atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang No. 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dan/atau Pasal 263 ayat (1) KUHPidana, Yang dilakukan oleh Helmut Hermawan yang saat itu menjabat selaku dirut PT Citra Lampia Mandiri.

Profil Helmut Hermawan

Merangkum dari berbagai sumber, Helmut Hermawan dikenal luas sebagai pengusaha tambang yang lahir pada 12 April 1977. Dia memiliki istri bernama Emilyani.

Masa kecil Helmut dihabiskan bersama orang tuanya di Brussel, Belgia. Dia pulang ke tanah air pada tahun 2002 silam.

Helmut pernah menempuh pendidikan di jurusan Ekonomi dan Bisnis Universite Libre de Bruxelles - Ecole de commerce de Solvay pada 1999 hingga 2001, dan pernah juga menuntut ilmu di Mercubuana Interantional Programme.

Sebelum berkecimpung di dunia tambang, Helmut yang memang berjiwa bisnis pernah membuka pabrik sepatu. Kemudian, dia juga sempat menjejaki bisnis bidang IT.

Karier Helmut di dunia pertambangan dimulai dengan menjadi manajer pemasaran di PT APMR. Lalu, dia menduduki posisi Direktur Utama PT CLM, anak perusahaan dari PT APMR.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Alexander Haryanto