Menuju konten utama

Siapa Aisyah Zakiyyah, dari Jubir Kemen PU Kini Komisaris PT PP?

Aisyah Zakiyyah diterpa isu nepotisme usai menjadi komisaris PT PP yang baru. Ia sempat dikaitkan dengan Menteri PU Dody Hanggodo. Simak profilnya.

Siapa Aisyah Zakiyyah, dari Jubir Kemen PU Kini Komisaris PT PP?
Sosok Aisyah Zakkiyah yang ditunjuk sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk atau PTPP. (Sumber: X/@bilbiils_)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aisyah Zakiyyah disorot publik setelah didapuk jadi Komisaris PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP). Meskipun usianya masih muda, Aisyah memiliki rekam jejak yang cemerlang sejauh ini. Berikut profil dan latar belakangnya.

Penunjukkan Aisyah sebagai komisaris tersebut terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP pada 19 Mei 2026 lalu. Aisyah diplot mengisi posisi tersebut menggantikan Ernadhi Sudarmanto.

Seiring jabatan baru sebagai komisaris perusahaan milik negara bidang konstruksi itu, Aisyah turut diterpa isu nepotisme. Banyak warganet menduga Aisyah sebagai keponakan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Jika ditilik dari rekam jejaknya, Aisyah memang sempat bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). Kala itu ia menjadi juru bicara kementerian tersebut, sebelum kini menjadi komisaris.

Akan tetapi, Menteri PU Dody Hanggodo membantah spekulasi tersebut. Dalam keterangannya pada Rabu (15/7), Dody menantang siapa pun untuk membuktikan hal tersebut.

“Gue kasih sayembara kalau lu bisa buktikan. Gue kasih lu umrah sekeluarga lu semua,” tuturnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Wartawan di istana sempat terus menanyakan Dody apakah betul Aisyah adalah keponakannya. Dody tak secara eksplisit menjawab. Ia hanya membuat sayembara untuk membuktikannya dalam waktu satu bulan.

“Ya lu pikir sendiri lah,” ujar Dody pada akhirnya setelah dicecar permintaan klarifikasi oleh wartawan.

Lantas, bagaimana sebenarnya latar belakang Aisyah Zakiyyah?

Profil Aisyah Zakiyyah

Aisyah menjabat komisaris perusahaan milik negara PT PP di usianya yang tergolong muda. Ia merupakan perempuan kelahiran Jakarta pada 30 Desember 1993.

Sebelum kini jadi komisaris, Aisyah sudah lebih dulu punya jabatan di pemerintahan. Ia tercatat pernah menjadi staf Kementerian PU.

Akan tetapi, rekam jejak Aisyah yang beru sebentar itu sebenarnya lebih banyak dihabiskan di bidang pemasaran dan komunikasi. Sebelum menjadi bagian dari pemerintahan lewat Kementerian PU, Aisyah lebih dulu bekerja di sejumlah perusahaan swasta.

Aisyah tercatat pernah berkarier di Lingble Ltd., perusahaan jasa konsultasi pengembangan bisnis yang berbasis di Singapura. Di sana, ia pernah menjadi manajer e-commerce dan marketing.

Karier di bidang pemasaran itu kemudian tampak terus dipupuk Aisyah. Pada periode 2023-2024, ia pulang ke Indonesia dan bekerja untuk PT Toyota Tsusho System Indonesia yang berbasis di Jakarta.

PT Toyota Tsusho System Indonesia merupakan lengan bisnis Toyota Group di Indonesia. Perusahaan ini membuka layanan jasa konsultasi bisnis dan teknologi informasi (TI). Aisyah bergabung dengan perusahaan ini dan menjadi team leader sales division di sana pada periode 2023-2024.

Pada 2024, karier Aisyah menanjak. Ia bergabung dengan PT Lumintoo Sukses Incomso, perusahaan jasa teknologi dan konsultasi TI yang berbasis di Jakarta dengan menjadi director and strategic planner di sana.

Barulah pada 2025 Aisyah mengalami pergeseran karier di bidang yang cukup berjarak dari yang sebelumnya ia lakukan. Pada tahun itu ia menjadi Tenaga Ahli Menteri PU Dody Hanggodo.

Pada saat yang bersamaan, Aisyah juga diberi tugas lain di Kementerian PU. Selain menjadi tenaga ahli, Aisyah juga didapuk jadi juru bicara kementerian itu.

Setahun berselang, pada 2026, Aisyah ditunjuk jadi komisaris PT PP. Perusahaan pelat merah itu bergerak di bidang jasa konstruksi dan investasi. Cakupan operasional PT PP melintang dari pembangunan gedung, infrastruktur hingga kontraktor berbasis peralatan.

Aisyah diplot untuk mengawasi operasional PT PP di bidang pengembangan sumber daya manusia, manajemen talenta, perencanaan suksesi, sistem remunerasi hingga struktur organisasi perusahaan.

Perjalanan karier itu dijalani Aisyah dalam kurun waktu yang tergolong singkat. Usianya baru 32 tahun ketika dilantik sebagai komisaris PT PP. Akan tetapi, barangkali Aisyah sendiri mungkin tak pernah menduga kariernya berkembang sepesat ini.

Jauh sebelum menjadi seorang profesional bidang pemasaran hingga pemerintahan bidang konstruksi, Aisyah merupakan sarjana kimia dan biokimia terapan. Gelar sarjana itu didapat Aisyah setelah merampungkan studi dari Gunma University Jepang pada 2015 lalu.

Gelar sarjana itu kemudian dikembangkan lagi oleh Aisyah. Pada 2018, ia menyelesaikan studi magister di Marquarie University di Australia. Kala itu ia meraih gelar magister bidang komunikasi internasional.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar