tirto.id - Presiden Direktur PT Summarecon Agung, Tbk. Adrianto Pitojo Adhi dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dilakukan di wilayah Jabodetabek. Ia diduga terlibat dalam dugaan kasus korupsi hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Siapa sebenarnya Adrianto Pitojo Adhi?
Sebelumnya, penangkapan Adrianto telah dikonfirmasi oleh juru bicara KPK Budi Prasetyo pada Selasa (15/9/2026). Hanya saja, detail dugaan keterlibatan Adrianto dalam kasus tersebut masih belum diungkap KPK.
“Benar,” kata Budi pada Selasa, mengonfirmasi penangkapan Adrianto.
Sejauh ini, KPK hanya menjelaskan bahwa dugaan korupsi yang kini menjerat Adrianto itu terkait dengan proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proses pengurusan administrasi pertanahan itu.
Dalam keterangan terpisah pada Senin (14/9), Budi Prasetyo sebelumnya menyebut KPK menangkap total 17 orang dalam kasus ini. Adrianto jadi salah satu pihak dari swasta yang tertangkap, selain sejumlah politisi dan pejabat Kementerian ATR/BPN.
Selain menangkap belasan orang, KPK juga disebut Budi telah menyita barang bukti berupa uang dari berbagai mata uang. Barang bukti berupa uang ini ditemukan berada di dalam 20 koper, dus, dan boks dengan total nilai diperkirakan mencapai ratusan miliar.
Profil Adrianto Pitojo Adhi
Adrianto Pitojo Adhi kini dikenal sebagai Presiden Direktur PT Summarecon Agung, Tbk. Ia telah menjadi petinggi perusahaan pengembang properti terkemuka itu sejak 2015.
Namun, jauh sebelum menjadi petinggi Summarecon, Adrianto lebih dulu dikenal sebagai profesional bidang perencanaan pembangunan kawasan kota. Ia tercatat pernah menjadi arsitek untuk berbagai perusahaan pengembang besar di Indonesia.
Selain Summarecon, nama Adrianto juga pernah tercatat sebagai bagian dari PT Flamboyant Mitra Grya, Lippo Urban Development Group hingga Metropolitan Land. Perusahaan-perusahaan itu merupakan awal karier Adrianto sebelum didapuk Summarecon sebagai Executive Director Summarecon Kelapa Gading pada 2005.
Keberhasilan Adrianto dalam proyek Kelapa Gading kemudian membawanya terlibat di berbagai proyek lain. Hal ini, termasuk Summarecon Bekasi (2009-2014).
Hingga akhirnya, Adrianto dipercaya perusahaan untuk menjadi Presiden Direktur PT Summarecon Agung, Tbk. pada Juni 2015. Jabatan sebagai petinggi Summarecon itu terus dipegang Adrianto hingga kini.
Sementara itu, di luar karier profesionalnya di Summarecon, Adrianto tercatat aktif di sejumlah organisasi. Beberapa di antaranya adalah Asosiasi Real Estate Indonesia. Di sana, Adrianto pernah menjadi wakil ketua umum hingga anggota badan pertimbangan organisasi.
Selain itu, ia juga terlibat aktif dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Adrianto merupakan Wakil Kepala Badan pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin. Ia juga aktif di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Asosiasi Emiten Indonesia.
Adrianto adalah seorang pria asal Solo, Jawa Tengah. Ia lahir di sana di tengah keluarga yang religius, seiring profesi ayahnya selaku pendeta.
Sementara itu, karier profesional Adrianto bermula dari Semarang. Ia resmi menjadi arsitek setelah gelar itu dianugerahkan kepadanya oleh Universitas Diponegoro. Sejak itulah Adrianto membangun karier di bidang properti selama puluhan tahun hingga kini.
Namun, ia kini justru ditangkap dalam OTT KPK yang dilakukan di kawasan Jabodetabek. Adrianto diduga telah terlibat dalam tindak pidana korupsi seputar proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































