tirto.id - Masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah adalah impian bagi jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masuk ke area ini memerlukan tasreh, yaitu dokumen resmi yang sah sebagai tiket masuk ke tempat yang disebut paling mustajab untuk melangitkan doa.
Karena itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah memberikan perhatian khusus terkait tasreh ini. Seluruh jemaah haji gelombang kedua yang secara bertahap didorong ke Madinah sejak 7 Juni lalu, dipastikan dapat tasreh ke Raudhah.
“Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan berkat kerja keras tim Raudhah Daker Madinah, kita telah mendapatkan 110.980 tasreh Raudhah untuk jemaah haji Indonesia. Ini menunjukkan semua jemaah gelombang kedua bisa masuk Raudhah,” kata Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, kepada Media Center Haji di Pelataran Masjid Nabawi, Jumat (19/6/2026).
Khalilurrahman serta Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, Maria Assegaf, diketahui baru saja mendampingi jemaah haji untuk masuk ke Raudhah usai salat Subuh.
Menurut Khalilurrahman, jumlah tasreh Raudhah yang didapat PPIH Arab Saudi melebihi jumlah jemaah gelombang II yang sekitar 99.000 orang. Bahkan, sebagian jemaah bisa masuk Raudhah lebih dari satu kali, lewat war tiket di aplikasi Nusuk.
“Bahkan ada di antara mereka yang masuk Raudhah lebih dari tiga kali, baik menggunakan tasreh dari Daker Madinah maupun lewat aplikasi Nusuk Masar. Ini kegembiraan dan kebahagiaan bagi kami,” kata dia.
Khalilurrahman mengapresiasi layanan dari Kementerian Haji Arab Saudi yang dinilainya luar biasa tahun ini. Kemudahan akses Raudhah dinilai sebagai bentuk perhatian khusus bagi jemaah Indonesia.
“Kita diberikan kemudahan-kemudahan, kelancaran, berkat kerja sama semua pihak dan tentunya arahan dari Pak Menteri Haji dan Umrah, Pak Wakil Menteri, serta semua pimpinan,” kata dia.
Namun meski kuota aman, Khalilurrahman mengimbau jemaah tetap tertib saat berziarah. Ia meminta jemaah tidak datang tergesa-gesa ke Masjid Nabawi dan tidak berebut antrean.
“Imbauan kami kepada jemaah, tetap berkoordinasi dengan Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter. Ketika tiba di area Masjid Nabawi tidak usah terburu-buru, tidak usah tergesa-gesa. Masuk ke Raudhah dengan cara tertib, aman, tidak usah berebutan. InsyaAllah semuanya dapat ke Raudhah,” kata dia.
Raudhah adalah area di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW yang dikenal sebagai taman surga. Karena kapasitas terbatas, Arab Saudi mewajibkan jemaah memakai tasreh atau izin masuk digital via aplikasi Nusuk.
Dengan kuota 110.980 tasreh, target zero jemaah gagal Raudhah untuk gelombang II tahun ini berpeluang besar tercapai.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































