tirto.id - Puncak haji telah usai. Jemaah haji gelombang kedua mulai dipulangkan dari Bandara Madinah mulai 16 Juni dini hari, sementara gelombang pertama yang diberangkatkan lewat Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah telah berakhir.
Salah satu jemaah haji gelombang pertama yang telah diberangkatkan ke Tanah Air adalah Satinah Salam Kawi. Perempuan berusia 84 tahun ini berasal dari Kloter SOC 38 atau Embarkasi Solo. Ia bersyukur lantaran pelayanan haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sangat ramah terhadap jemaah lansia dan disabilitas.
Pelayanan tersebut dirasakan betul oleh Mbah Satinah yang berangkat seorang diri, tanpa pendamping atau keluarga. Selama di Tanah Suci, Mbah Satinah mengaju selalu mendapat pelayanan dari petugas mulai dari kedatangannya di Madinah hingga pemulangannya dari Jeddah.
“Suami sedo [meninggal] tahun 2012, kulo daftar piyambakan [saya daftar sendirian] tahun 2014, alhamdulillah pelayanan sae [baik]” kata Mbah Satinah dengan Bahasa Jawa kepada Media Center Haji (MCH) saat menjelang pemulangannya ke Indonesia melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah, Minggu (14/6/2026).
Haji tahun ini merupakan pengalaman pertama Mbah Satinah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ia bersyukur karena sanggup melaksanakan rukun Islam yang kelima.
Saat di Arafah, Mbah Satinah tak lupa mendoakan seluruh keluarga, termasuk mendiang suami.
Mbah Satinah juga mengapresiasi pelayanan petugas yang dinilai sangat sigap dan ikhlas saat melayani jemaah. Hal ini ia sampaikan saat petugas mendorong kursi roda yang ia kenakan menuju gate bandara King Abdul Aziz.
“Kursi roda niki bayar, Nak? Kulo mboten nggada arto [kursi roda ini bayar, Nak? Saya tidak punya uang],” tanya Mbah Satinah.
“Oh mboten, Mbah. Niki gratis, mboten usah bayar [tidak, Mbah. Ini gratis, tidak usah bayar],” ucap petugas haji sambil mendorong Mbah Satinah di kursi roda.
“Owalah matur suwun, Nak. Kulo doaken mergawene lancar, sehat, selamet [terima kasih, Nak. Saya doakan kerjanya lancar, sehat, selamat],” kata Mbah Satinah mendoakan petugas haji.
Hal senada juga disampaikan oleh seorang jemaah lain yang juga satu kloter dengan Mbah Satinah, yang juga mengungkapkan apresiasinya terkait penyelenggaraan haji tahun 2026.
“Enak haji yang sekarang banyak petugasnya, di mana-mana selalu ada petugas. Bahkan ada petugas khusus lansia dan disabilitas,” kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































