Menuju konten utama

Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo Siap Beroperasi Bulan Ini

Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo menempati lahan seluas 5,2 hektare, memiliki sarana dan prasarana lengkap, serta mampu menampung 1.080 murid. 

Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo Siap Beroperasi Bulan Ini
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sudah hampir rampung. Karena itu, sekolah yang dibuka gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut siap mulai beroperasi pada 14 Juli 2026 mendatang.

"Alhamdulillah, sudah 90 persen lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10 persen. Itu artinya, pembukaan mulai 14 Juli masa penerimaan siswa sudah bisa dilakukan, sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan," kata Cak Imin.

Dia menyatakan hal itu selepas meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut di Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (2/7/2026). Saat melakukan kunjungan ini, Cak Imin didampingi oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.

Rombongan Cak Imin dan Agus Jabo sempat mengecek kondisi fasilitas gedung dua lantai yang akan digunakan untuk siswa SMA di Sekolah Rakyat Sukoharjo. Ketika memasuki bangunan yang hampir selesai dibangun itu, mereka memasuki ruang kepala sekolah, ruang guru, hingga laboratorium.

Gedung itu sudah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang kegiatan sekolah. Sejumlah kursi, meja, hingga kipas angin tampak mengisi setiap ruangan.

Cak Imin menilai fasilitas dan gedung di Sekolah Rakyat Sukoharjo sudah bisa mendukung aktivitas pembelajaran para siswa. "Sangat bagus, sangat layak, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari Desil 1, yang diprioritaskan bersekolah di sini adalah yang paling miskin," ujarnya.

Dia berharap Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya terus berkolaborasi dalam pengelolaan sekolah tersebut sekaligus memastikan kondisi gedung beserta seluruh fasilitasnya terjaga dengan baik.

"Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana agar maintenance, perawatannya yang harus betul-betul disinergikan atau dikolaborasikan antara Kemensos sama pemerintah daerah. Karena ini tanahnya memang milik tanah pemerintah daerah," jelasnya.

Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo menempati lahan seluas 5,2 hektare. Sekolah ini memiliki ruang kelas, asrama siswa putra-putri, rusun guru, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium fisika, masjid, kantin, dapur, ruang makan, amfiteater, lapangan basket, mini soccer, hingga gedung serbaguna.

Kapasitas Sekolah Rakyat tersebut cukup besar, mampu menampung 1.080 murid jenjang SD, SMP, dan SMA yang terbagi menjadi 36 rombongan belajar (rombel). Sekolah ini akan menampung 18 rombel SD (540 siswa), 9 rombel SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa).

Menurut Wamensos Agus Jabo, proses penjangkauan murid Sekolah Rakyat Sukoharjo hingga kini masih terus dilakukan, terutama untuk jenjang SD. "Kita akan coba terus supaya nanti bisa memenuhi kuota. Karena orang tua kan masih susah ya, [jenjang] SD melepaskan anaknya untuk di-boarding [asrama], masih susah," ujar dia.

Agus Jabo menambahkan, para orang tua murid sebenarnya dapat dengan mudah menjenguk anaknya di Sekolah Rakyat. Bahkan, sudah tersedia guest house yang dapat dipakai menampung orang tua yang sedang berkunjung.

"Kita sedang berusaha untuk memberikan pengertian supaya anaknya bisa sekolah, orang tuanya setuju. Dan mereka [orang tua] sewaktu-waktu bisa menjenguk," kata dia.

"Sewaktu-waktu kalau orang tua ini kangen sama anaknya, mau datang, silakan. Sudah disiapkan guest house. Jadi semuanya sudah kita siapkan ya bersama Kementerian PU," sambungnya.

Kunjungan rombongan Cak Imin dan Agus Jabo tersebut melibatkan sejumlah pejabat. Di antaranya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU Dendy Kurniadi; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno; Bupati Sukoharjo Etik Suryani; Kepala Dinas Sosial Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati; dan Kepala Sentra Terpadu Prof dr Soeharso Surakarta Wahyu Dewanto.

Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta Septhina Shinta Sari bersama Kepala Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta Subkhi Widyatmoko.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis