Mulai Rabu (21/5), Sekolah Rakyat mulai mengadakan seleksi wawancara calon kepala sekolah. Ini disampaikan oleh Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. M. Nuh. Menurut Nuh, ada sekitar 190-an calon kepala sekolah dari sekitar 600 kandidat yang lolos seleksi tahap awal.
"Nanti dari 190-an akan kami ambil 60-an yang akan kita tetapkan sebagai kepala sekolah di Sekolah Rakyat," katanya di kantor Kemensos Kamis (22/5).
Sebanyak 60-an Kepala Sekolah yang lolos seleksi wawancara ini nantinya akan dilatih, untuk kemudian menjalani magang di sekolah-sekolah yang punya karakteristik Sekolah Rakyat.
"Baru dari situ dia ikut melakukan pelatihan lagi kepada calon-calon guru yang akan kita rekrut," katanya.
Menurut Nuh, ada syarat administrasi serta tiga kompetensi tambahan untuk para calon kepala sekolah ini. Untuk syarat administrasi, misalnya, Nuh menyebut calon kepala sekolah minimal telah menempuh pendidikan sarjana.
Sedangkan untuk tiga kompetensi tambahan, Nuh menyebutkan calon kepala sekolah ini harus punya empati sosial, bisa jadi motivator dan membangkitkan kepercayaan diri, serta memiliki wawasan yang luas. Menurutnya, tiga kompetensi tambahan ini bisa mengantarkan murid untuk punya kemampuan dan kemauan untuk sukses.
Nuh juga memastikan pemilihan calon kepala sekolah ini akan dibahas bersama para Menteri sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dan disepakati. Nantinya, setelah perekrutan kepala sekolah, Sekolah Rakyat akan merekrut wali asrama, wali asuh, dan guru-guru. Semua para perekrutan ini akan menjalani masa pelatihan.
"Insya Allah, Juli pertengahan start," katanya.
Lalu, wawancara akan dilakukan secara online. Sebab, para calon kepala sekolah berasal dari daerah-daerah di seluruh Indonesia. "Dengan model online, memungkinkan, memudahkan, dan bisa terjangkau," pungkas Nuh.