Menuju konten utama

Sekolah Rakyat di Jember Bakal Dibuka untuk SD, SMP, dan SMA

Sekolah Rakyat di Jember akan dibuka dengan enam rombongan belajar di jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemkab Jember telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare.

Sekolah Rakyat di Jember Bakal Dibuka untuk SD, SMP, dan SMA
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berdialog dengan orangtua dan calon siswa sekolah rakyat di Gedung BKPSDM Kabupaten Jember, Sabtu, (31/5/2025). (FOTO/dok. Kemensos)

tirto.id - Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menjadi salah satu daerah tempat pembukaan Sekolah Rakyat. Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemkab Jember saat ini sedang menyiapkan pelaksanaan program untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi tersebut.

Rencananya, Sekolah Rakyat di Jember akan menampung 6 rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas 150 siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar-mengajar di sekolah berasrama itu akan bertempat di gedung BKPSDM Jember.

Selanjutnya, Kemensos berencana memindahkan tempat Sekolah Rakyat itu ke Jember Sport Garden (JSG) yang berlokasi di Kecamatan Ajung. Pemindahan dilakukan setelah proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat di JSG rampung. Untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, Pemkab Jember sudah menyiapkan lahan seluas 9 hektare.

Dalam rangka sosialisasi, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), bertemu dengan puluhan calon siswa Sekolah Rakyat dan orang tua mereka di Jember. Pertemuan ini berlangsung di gedung BKPSDM Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (31/5/2025).

"Bapak ibu sekalian, makanya saya sebut masih calon karena baru didata," ujar Gus Ipul kepada para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat dan anak-anak mereka.

Gus Ipul menjelaskan, setelah proses pendataan calon siswa Sekolah Rakyat, akan ada tahap pengecekan data ke rumah mereka masing-masing. Data calon siswa Sekolah Rakyat bakal diverifikasi oleh pendamping, dinas sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Setelah semua tahapan administratif tersebut tuntas, anak-anak yang lolos verifikasi akan dinyatakan sah menjadi siswa sekolah rakyat.

"Jadi nanti yang ingin masuk Sekolah Rakyat didata dulu (sesuai dengan DTSEN), setelah itu dikunjungi. Tidak ada tes akademik, adanya tes administrasi," kata Gus Ipul.

Selain menjelaskan tentang proses rekrutmen peserta didik di Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga menyapa calon siswa. Salah satu calon siswa yang sempat berdialog dengan Mensos adalah Nirmala Dwi Agustina (8).

Nirmala merupakan buah hati pasangan Elom Bambang Riyanto dan Rustinia. Keduanya berprofesi sebagai buruh tani dan tercatat masuk Desil 2 di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Maka itu, anak mereka pun menjadi salah satu kandidat siswa Sekolah Rakyat di Jember.

"Nirmala cita-citanya ingin menjadi apa?" tanya Gus Ipul.

"Ingin jadi dokter," jawab Nirmala penuh haru.

"Hebat, semoga jika nanti orang tua mengizinkan, Nirmala bisa sekolah dan mewujudkan cita-citanya menjadi dokter," ujar Gus Ipul menimpali.

Rustinja yang turut mendampingi putrinya pun menyatakan siap menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul Larang KKN di Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat

Dalam forum yang sama, Gus Ipul menegaskan proses rekrutmen peserta sekolah rakyat harus bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Dia ingin memastikan pelaksanaan program Sekolah Rakyat tepat sasaran untuk anak-anak dari keluarga miskin.

"Tidak boleh KKN, tidak boleh titip-titipan, yang bisa di situ (Sekolah Rakyat) memang orang yang layak berada di situ," kata Gus Ipul.

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menambahkan bahwa dalam jangka panjang, tidak ada cara lain untuk mengentaskan kemiskinan selain dengan pendidikan.

"Bapak presiden beserta Bapak Menteri Sosial punya program sekolah rakyat, untuk itu kami dukung dengan menyiapkan 9 hektare lahan untuk sekolah rakyat di Jember," ujar dia saat mendampingi Gus Ipul di gedung BKPSDM Jember.

Fawait juga menyampaikan, Pemkab Jember memberikan beasiswa kepada 20 ribu calon mahasiswa dari daerahnya untuk kuliah di berbagai daerah di Indonesia.

"Tahun depan kami jalin kerja sama dengan kampus di Timur Tengah dan China," kata dia.

Sekolah rakyat merupakan program pendidikan dengan sistem asrama (boarding school) untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tahun ini akan dibuka sebanyak 100 titik sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Rinciannya 65 titik sudah siap beroperasi pada Juli 2025 dan 35 lainnya masih dalam proses persiapan.

Dengan penerapan kurikulum pendidikan yang tepat, anak-anak lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki bekal keilmuan, karakter, dan keterampilan vokasi.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis