Sejauh Mana Perkembangan Vaksin Virus Covid-19?

Oleh: Yantina Debora - 27 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Vaksin corona Covid-19 sedang dikembangkan oleh 35 perusahaan di dunia.
tirto.id - Sekitar 35 perusahaan dan lembaga akademik sedang bekerja keras untuk membuat vaksin melawan virus corona yang telah menginfeksi 532.692 orang di seluruh dunia, data 27 Maret 2020.

Dikutip dari Guardian, empat di antaranya sudah melakukan uji coba pada hewan. Vaksin corona pertama diproduksi oleh firma Moderna yang berbasis di Boston.

Usai uji coba ke hewan, Moderna akan segera melakukan uji coba vaksin corona pada manusia. Penemuan vaksin tak lepas dari kerja sama Cina yang mengurutkan bahan genetik Sars-Cov-2 -virus penyebab Covid-19.

Pada Januari 2020, Cina membagikan informasi ini sehingga kelompok peneliti di seluruh dunia bisa mempelajari bagaimana virus ini hidup dan menyerang sel manusia sehingga menyebabkan orang sakit.

Selain Moderna, perusahaan lain di Boston yang sedangkan mengembangkan vaksin Covid-19 yaitu CureVac. Moderna dan Curevac membangun vaksin Covid-19 dari RNA messenger.

perusahaan Novavax yang berbasis di Maryland, juga sedang mengembangkan vaksin untuk Sars-CoV-2.

Pihak perusahaan mengatakan mereka memiliki beberapa sampel yang siap memasuki uji coba pada manusia pada musim semi ini.

Semua vaksin bekerja dengan prinsip dasar yang sama. Mereka menyajikan sebagian atau semua patogen ke sistem kekebalan manusia, biasanya dalam bentuk injeksi dan dengan dosis rendah, untuk mendorong sistem untuk menghasilkan antibodi terhadap patogen.

Di Jepang, sebuah perusahaan biofarmasi, Anges Inc mengatakan pada hari Selasa (24/3/2020) bahwa pihaknya dan Universitas Osaka telah menyelesaikan pengembangan vaksin DNA untuk melawan virus corona dan akan segera mulai mengujinya pada hewan.

Vaksin DNA diproduksi menggunakan virus yang tidak aktif dan dapat diproduksi lebih cepat dari vaksin berbasis protein, menurut pernyataan perusahaan, dikutip dari New York Times.

CanSino Biologics, di Tianjin, Cina, juga mengatakan pihaknya sedangkan mengembangkan vaksin corona pada Selasa (17/3/2020).

Saat ini CanSino sedang mencari sukarelawan untuk mengambil bagian dalam percobaan klinis selama enam bulan.

"Vaksin ini tidak mengandung zat-zat infeksius, sangat aman dan stabil, dan hanya membutuhkan satu inokulasi," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Hubei dalam pernyataannya untuk mengajak sukarelawan, seperti dikutip South China Morning Post.

Uji klinis umumnya berlangsung dalam tiga fase. Yang pertama, melibatkan beberapa lusin sukarelawan sehat, menguji keamana vaksin dan memantau efek samping.

Kedua, melibatkan beberapa ratus orang, biasanya di negara lain yang terkena penyakit ini, untuk melihat seberapa efektif vaksin itu bekerja, dan yang ketiga melakukan hal yang sama pada beberapa ribu orang.

"Seperti kebanyakan ahli vaksinologi, saya tidak berpikir vaksin ini akan siap sebelum 18 bulan," kata Annelies Wilder-Smith, profesor penyakit menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Selain itu setelah vaksin disetujui, tentu akan dibutuhkan dalam jumlah besar -dan banyak perusahaan yang berlomba membuat vaksin Covid-19 tidak memiliki kapasitas produksi yang besar.

Dikutip dari Telegraph, ahli kesehatan di Inggris juga mengatakan bahwa vaksin corona kemungkinan belum akan siap untuk digunakan di seluruh dunia pada awal tahun 2021.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight