Sejarah Sersan Prambors (2): Barometer Humor Kawula Muda 1980-an

Oleh: Iswara N Raditya - 22 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah mencatat, Sersan Prambors meneruskan program siaran radio yang sebelumnya dibawakan oleh Warkop.
tirto.id - Setelah wafatnya Nana Krip, Sys NS, dan Pepeng, Sersan Prambors kini tinggal menyisakan dua personel, yakni Krisna dan Mukhlis. Grup komedi ini pernah mengguratkan sejarah sebagai barometer selera humor kawula muda pada era 1980-an.

Sersan Prambors bermula dari kumpulan juara lawak mahasiswa, yakni GM Selo (Gerak Musik Seloroh) yang digawangi Ferrasta Soebardi atau Pepeng Krisna Purwana, Nana Krip, dan Taufik. Mereka ini masing-masing peraih juara 1 sampai 4 lomba lawak mahasiswa yang digelar di Taman Ismail Marzuki pada 1978.

Memasuki dekade 1980, GM Selo terus menuai masa-masa jaya. Hingga pada 1985, Sys NS dari Radio Prambors mengundang grup lawak ini. Sys NS yang dekat dengan kalangan artis tentu mengenal para komedian GM Selo karena orang-orang ini sudah dikenal di kancah hiburan tanah air.

Mereka dikenalkan dengan Mukhlis Gumilang, salah satu penyiar Prambors. GM Selo diajak mengisi siaran bersama Sys NS dan Mukhlis. Awalnya hanya coba-coba dan bukan program tetap. Namun, dari sinilah kemudian muncul ide untuk mengisi program sendiri.

Terlebih saat itu salah satu program komedi andalan Prambors yang diisi oleh Warkop mendekati akhir lantaran kesibukan para personilnya yang mulai terjun ke dunia akting alias main film.

Radio Prambors memang mengandalkan program-program untuk kawula muda dan harus selalu dinamis. Rhenald Kasali dalam buku Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting, dan Positioning (1998) mengungkapkan, segmen remaja di Prambors bukan cuma sekadar ada, melainkan justru dibentuk dan dipertajam oleh radio ini.

Prambors, tulis Kasali, mempelajari apa yang dikehendaki kawula muda dari waktu ke waktu. Dan, kaum remaja ini pun menyesuaikan gaya hidupnya dengan standar yang diciptakan Prambors.

Inilah salah satu alasan mengapa kemudian GM Selo digaet. Sys NS paham betul, setelah Warkop, GM Selo yang terdiri dari para jawara lomba lawak mahasiswa menjadi representasi selera humor kalangan muda kala itu, seperti halnya stand-up comedy di era sekarang.


Sayangnya, Taufik mengundurkan diri dan tidak ikut mengisi program acara di Prambors lantaran sakit. Pepeng, Krisna, Nana Krip, ditambah Sys NS dan Mukhlis, akhirnya mengisi siaran tetap di Prambors setiap malam Jumat, menggantikan acara sebelumnya yang dibawakan oleh Warkop.

Nama yang dipilih untuk grup baru ini adalah Serius Santai yang disingkat Sersan, diikuti nama stasiun radio tempat mereka bernaung yaitu Prambors. Jadilah Sersan Prambors mulai mengudara pada 1985 itu.

Mengisi siaran radio bukan pengalaman pertama bagi GM Selo. Dalam bukunya berjudul Akhirnya Tertawa Juga: Ratusan Humor dengan Ribuan Manfaat (2009), Krisna Purwana menceritakan, pada 1983, ia diajak mengisi siaran di Radio Bahana. GM Selo pun sempat dibuatkan program bernama Bahana Jokes.

Dengan pengalaman itu, trio Pepeng, Krisna, serta Nana Krip tidak terlalu menemui kesulitan saat mengudara bersama Sys NS dan Mukhlis bareng Sersan Prambors.

--Bersambung ke Bagian Ketiga--


Baca juga artikel terkait SEJARAH KOMEDI atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Ivan Aulia Ahsan