Menuju konten utama

Sejarah Hari Ibu & Macam Perayaannya di Beberapa Negara

Sejarah Hari Ibu bermula dari pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I tanggal 22-25 Desember 1928.

Sejarah Hari Ibu & Macam Perayaannya di Beberapa Negara
Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah) bersama Istri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Wuri Estu Handayani (kedua kiri), Istri Kapolri Jendral Pol Idham Azis, Fitri Handari (kedua kanan) berfoto bersama usai mengikuti Jalan Sehat Keluarga Hari Ibu ke-91 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (8/12/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.

tirto.id - Sejarah Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember dimulai dari Dalem Jayadipuran Yogyakarta.

Penetapan 22 Desember sebagai peringatan Hari Ibu mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang dihelat tanggal 22-25 Desember 1928 yang dilangsungkan di Yogyakarta, tepatnya di Ndalem Joyodipuran. Sekarang, gedung itu digunakan sebagai Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda itu diikuti oleh tidak kurang dari 600 perempuan dari puluhan perhimpunan wanita yang terlibat. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang suku, agama, pekerjaan, juga usia.

Sejumlah organisasi perempuan yang terlibat antara lain Wanita Oetomo, Poetri Indonesia, Wanita Katolik, Aisyiyah, Wanita Moeljo, Darmo Laksmi, Wanita Taman Siswa, juga sayap perempuan dari berbagai organisasi pergerakan seperti Sarekat Islam, Jong Java, Jong Islamieten Bond, dan lain-lain.

Panitia Kongres Perempuan Indonesia I dipimpin oleh R.A. Soekonto yang didampingi oleh dua wakil, yaitu Nyi Hadjar Dewantara dan Soejatin.

Kongres ini diisi dengan pidato atau orasi tentang kesetaraan atau emansipasi wanita oleh para tokoh perempuan yang terlibat. Selain itu, kongres ini juga menghasilkan keputusan untuk membentuk gabungan organisasi wanita dengan nama Perikatan Perempuan Indonesia (PPI).

Masyarakat Indonesia punya cara tersendiri dalam merayakannya, seperti memperlakukan ibu secara spesial, memberikan kado, karangan bunga, memberi ucapan, hingga menggantikan peran ibu dalam hal urusan rumah tangga.

Tidak hanya di Indonesia, tapi negara di berbagai belahan dunia juga punya tradisi sendiri dalam merayakan Hari Ibu.

Dikutip dari The Telegraph, Hari Ibu di Amerika Serikat (AS) jatuh pada minggu kedua bulan Mei serta telah ditetapkan sebagai hari libur tahunan. Sama seperti di Indonesia, Hari Ibu di AS untuk memperingati peran seorang ibu yang mereka berikan kepada masyarakat dalam membesarkan anak.

Di Inggris, Hari Ibu dikenal sebagai Mothering Sunday, dan selalu jatuh pada hari Minggu keempat Prapaskah - biasanya pada akhir Maret atau awal April.

Perayaan Hari Ibu di Inggris dilakukan dengan tradisi seorang anak akan memberikan bunga, kartu ucapan, hadiah, bukan hanya kepada ibu kandung mereka, tetapi kepada nenek, ibu tiri, bahkan ibu mertua. Pada awal abad ke-20 para keluarga di sana akan berkumpul di gereja, namun akhirnya perayaan ini hanya dilakukan di rumah dengan memberikan hadiah kepada ibu mereka.

Di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Australia punya tradisi untuk mengenakan bunga anyelir berwarna putih untuk mengenang dan menghormati seorang ibu yang telah meninggal.

Sementara itu, di keluarga Afrika Selatan memanfaatkan hari tersebut untuk berterima kasih bukan hanya ibu tapi juga nenek dan wanita yang sudah mereka anggap seperti ibu.

Hari Ibu di Rusia dirayakan di minggu terakhir bulan November dan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 1998 Perayaan ini dilakukan untuk memperingati peran orang (ibu) yang paling penting dalam kehidupan setiap orang.

Baca juga artikel terkait SEJARAH HARI IBU atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Iswara N Raditya