Sejarah Gmail: Awalnya Dianggap Lelucon, Kini Jadi Surel Terpopuler

Oleh: Iswara N Raditya - 2 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Gmail mencatatkan sejarah dengan memberikan layanan penyimpanan 1 GB untuk masing-masing pengguna di awal kemunculannya pada 1 April 2004.
tirto.id - Gmail menjadi salah satu layanan email atau surat elektronik (surel) paling populer saat ini, melampaui Yahoomail dan Hotmail yang lebih dulu berjaya. Layanan surel dari Google ini juga mencatatkan sejarah pada awal kemunculannya, kendati sempat diragukan lantaran dianggap lelucon karena tawarannya yang tidak masuk akal.

Dikutip dari TIME (1 April 2014) dalam artikel berjudul “How Gmail Happened: The Inside Story of Its Launch 10 Years Ago” yang ditulis Harry McCracken, kabar bahwa Google akan meluncurkan layanan email gratis pada 1 April 2004 ternyata sudah bocor sehari sebelumnya.

Namun, banyak pihak meragukan kebenaran mengenai fasilitas yang kabarnya bakal diberikan layanan email terbaru itu. Konon, email terbitan Google akan menyediakan kapasitas penyimpanan sebesar 1 gigabyte (GB) untuk 1 akun pengguna, atau 500 kali lipat dari yang selama ini disediakan Hotmail dari Microsoft.

"Jadi, ketika Google mengeluarkan rilis tanggal 1 April [2004], banyak orang yang menganggapnya sebagai tipuan yang sangat bagus, termasuk saya," tulis McCracken.

Sempat Dikira April Mop

Keraguan publik itu dimengerti oleh Paul Buchheit, sang perancang layanan email keluaran Google. Kapasitas 1 GB untuk setiap akun tentunya menjadi hal yang nyaris mustahil. Pasalnya, kala itu layanan email gratis hanya memberikan ruang penyimpanan sebesar 1 atau 2 megabyte (MB) saja.

"Banyak orang menganggap itu tidak nyata. Mereka pikir itu hanya lelucon, mungkin karena kami meluncurkannya pada 1 April [bertepatan dengan April Mop]. Mereka berpikir bahwa itu tidak mungkin," kenang Buchheit kepada Jessica Livingston dari TechinAsia (24 Agustus 2018).


Akhirnya, pada 1 April 2004, Google e-Mail alias GMail resmi diluncurkan. Dan, kabar yang dianggap hoaks itu ternyata benar adanya, bukan lelucon di April Mop. Gmail benar-benar memberikan ruang 1 GB kepada setiap penggunanya.

Buchheit mengakui tidak mudah untuk mewujudkan hal tersebut. "Ini bisa sedikit rumit karena banyak data jika Anda benar-benar menghitungnya. Anda memiliki jutaan pengguna dan mereka semua memiliki banyak data," bebernya.

"Kemudian, untuk membuat sistem ini benar-benar andal, Anda perlu menyimpan beberapa salinan data, cadangan, dan semuanya. Itu membutuhkan banyak penelitian. Banyak mesin dan banyak sistem untuk membuat semua itu bekerja tanpa memerlukan sepasukan orang untuk mempertahankan sistem dan membuatnya tetap berjalan,” imbuh Buchheit.

Melampaui Para Senior

Gmail pun mulai memberikan persaingan kepada Hotmail dan Yahoomail yang kala itu masih lebih dominan. Dari waktu ke waktu, Gmail terus memperbaiki serta meningkatkan layanannya di berbagai lini, dari fasilitas, keamanan, kemudahan, dan lainnya, termasuk menyediakan aplikasi lintas platform yang bisa diakses melalui beragam perangkat.

Kapasitas penyimpanan 1 GB saja sempat bikin heboh, dan Gmail kembali menggebrak dengan memperbesarnya hingga 10 GB pada 24 April 2012. Layanan ini kemudian digabungkan dengan ruang khusus penyimpanan online bernama Google Drive. Beberapa bulan berselang, penggunaan Gmail sudah didukung 57 bahasa.


Kini, Gmail menjadi salah satu layanan email paling populer sejagat dan paling banyak digunakan. Tanggal 26 Oktober 2018, melalui Twitter, Gmail mengumumkan jumlah pengguna aktifnya sudah menembus angka 1,5 miliar dan masih akan terus bertambah.

Coba bandingkan, misalnya, dengan Hotmail yang cuma memiliki pemakai aktif sebanyak 400 juta pada awal tahun yang sama, atau Yahoomail dengan 227,8 juta pengguna aktifnya hingga pertengahan 2018.

Seiring semakin besarnya kebutuhan manusia akan layanan digital yang cepat, mudah, lengkap, dan andal, Google telah menyediakannya melalui ragam fasilitas yang mampu menjawab semua kebutuhan itu, termasuk dengan Gmail yang terus membesar kendati awalnya sempat diragukan.

Baca juga artikel terkait GOOGLE atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Abdul Aziz
DarkLight