Sayonara, Sony PlayStation 2

Penulis: Renalto Setiawan, tirto.id - 7 Sep 2018 14:35 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Mulai 8 September 2018, Sony tak akan lagi melayani perbaikan PlayStation 2.
tirto.id - PlayStation 2 adalah “anak kesayangan” Ken Kutagaragi, mantan CEO Sony Computer Entertainment yang berjuluk "Father of PlayStation". Dilihat dari segi apa pun, konsol gim itu jauh lebih menarik daripada adiknya, Sony PlayStation. Grafisnya lebih menawan, gameplay-nya lebih canggih, dan gim-gimnya pun jauh lebih apik. Karenanya, pertama kali diluncurkan ke pasaran pada Maret 2000 lalu, konsol itu langsung melejit secepat shinkansen.

Setelah dipasarkan di Jepang, PlayStation 2 juga diluncurkan di Amerika Utara, Uni Eropa, juga Australia. Hingga 31 Maret 2012 lalu, PlayStation 2 terjual sekitar 155 juta unit, menjadi konsol gim yang terjual paling banyak hingga sekarang. Pada 2012 lalu, Sony resmi menghentikan produksi PlayStation 2. Setelah 12 tahun beredar di pasaran, kejayaan PlayStation 2 dianggap telah lama berakhir. Selain itu, perubahan kondisi pasar juga menjadi salah satu penyebabnya.

“Saat ini ponsel pintar, tablet, komputer, dan smart tv mempunyai desain luar biasa, termasuk fitur dan kontennya, dan akan jauh lebih sulit untuk terlihat menonjol jika orang lain terlihat keren," ujar Tom Bramwell, editor Eurogamer,

Yang menarik, di tengah ganasnya terjangan barang-barang elektronik yang super canggih itu, Sony ternyata tetap berusaha menjaga kehidupan PlayStation 2. Agar tidak mengecewakan para penggemarnya, mereka masih menyediakan layanan perbaikan resmi PlayStation 2.



Sayangnya, hal tersebut ternyata hanya bertahan selama 6 tahun. karena semakin langkanya onderdil, Sony akhirnya memutuskan untuk menghentikan pelayanan perbaikan tersebut. PlayStation 2 pun akan segera menjadi barang antik.

Sony kemudian melakukan perpisahan: seperti yang dilaporkan oleh IT Media, pihak Sony Jepang meminta pemilik konsol PlayStation 2 mengisi formulir online sebelum tanggal 31 Agustus 2018 agar konsol PlayStation 2 mendapatkan perbaikan resmi untuk terakhir kalinya. Setelah itu, pelayanan perbaikan terakhir akan dilakukan pada 7 September 2018. Lebih dari tanggal tersebut, permintaan reparasi tidak akan lagi dilayani.

Saat kabar penghentian pelayanan perbaikan PlayStation 2 mulai beredar, tak sedikit orang yang merasa kehilangan. Di ranah Twitter, perasaan itu banyak diutarakan. Nostalgia juga bertebaran. Namun, ada satu pesan menarik yang ditulis oleh Carl Kinsella di JOE, salah satu media asal Inggris, mengenai ajal yang semakin mendekat ke arah PlayStation 2 tersebut.

“Siapa pun yang masih memiliki PlayStation 2 mungkin masih bisa menikmatinya jika ia mampu menemukan seorang spesialis [tukang servis PlayStation 2], tapi saat ini mungkin waktunya bagi orang-orang tersebut untuk berhenti hidup di masa lalu,“ tulisnya.


Gim-gim Tak Terlupakan di PlayStation 2

Dalam sebuah acara pernikahan teman kuliahnya, sebagai pendamping pengantin pria, Hideo Kojima diperkenalkan kepada tamu lainnya. Calon pengantin pria itu lalu mengatakan, ”Selamat datang semuanya. Ini adalah Tuan Kojima. Dia orang yang sangat berbakat dan menyenangkan. Tapi aku menyesal bilang ini, tanpa alasan yang tidak diketahui, ia memutuskan untuk bekerja di perusahaan video gim.”

Setelah itu, tawa pun meledak. Kojima tak mau lagi mengaku bekerja di perusahan gim. Setiap kali orang bertanya mengenai profesinya, ia akan mengaku sebagai seorang pekerja di perusahaan keuangan.

Meski status sebagai pekerja di sebuah perusahaan gim diremehkan di Jepang, Hideo Kojima amat populer di kalangan gamer. Ia adalah pencipta Solid Snake, karakter ikonik dalam gim Metal Gear Solid. Dan karena kesuksesan gim itu, pamor PlayStation 2 ikut terangkat. Kojima pun masuk daftar “Top 10 People to Watch in 2003” versi NewsWeek.

Infografik Playstation 2


Menurut The Guardian, Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty adalah salah satu gim penting dalam sejarah PlayStation 2. Pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 2001, gim tersebut langsung terjual empat ratus ribu kopi hanya dalam waktu satu hari. Total, gim yang mengkombinasikan cinematic storytelling dan stealth action tersebut terjual tujuh juta kopi di seluruh dunia, menjadi seri Metal Gear Solid yang paling yang laris di pasaran.

“Setelah [kesuksesan gim Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty] itu, Ibu saya mulai mengatakan kepada teman-temannya mengenai apa yang saya kerjakan,” kenang Kojima, dalam sebuah wawancaranya dengan The Guardian. “Itu sangat manis. Saat itu ia sudah berusia 70 tahun. Tetapi dia memutuskan untuk memainkan gim yang saya ciptakan tersebut.”

Selain Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty, Gran Turismo 3: A-Spec juga menjadi gim fenomenal di PlayStation 2. Gim bergenre racing tersebut terjual 14,89 juta copy, berada di peringkat kedua gim paling laris di PlayStation 2.

Yang menarik, gim tersebut seperti menerjemahkan hobi Ken Kutaragi ke dunia game. Ken pernah mengaku gemar mengoleksi mobil, seperti mobil BMW hingga Mercedes. Dan dalam Gran Turismo 3: A-Spec pabrik-pabrik mobil terkenal di dunia ternyata berlomba-lomba agar bisa memamerkan produk terbarunya melalui gim tersebut.

Saat berbicara mengenai gim-gim tak terlupakan di PlayStation 2, gim Grand Theft Auto: San Andreas tentu tak bisa dilewatkan begitu saja. Gim tersebut merupakan salah satu gim terkompleks dalam seri Grand Theft Auto. Selain memiliki jalan cerita yang lebih menarik daripada seri-seri sebelumnya, fitur-fitur dalam gim tersebut juga diperluas. Ada perang geng, modifikasi mobil, permainan mini, perampokan rumah, hingga penggunaan uang yang beragam --berjudi, melakukan tato, hingga membeli makanan.

Karena permainannya yang asyik, Grand Theft Auto: San Andreas menjadi gim paling laris di PlayStation 2. Gim keluaran Rockstar tersebut terjual hingga 27,5 juta kopi per 2011.

Selain gim-gim di atas, sebenarnya masih banyak gim fenomenal lainnya yang menjadi penopang jalan lapang PlayStation 2. Mulai dari Winning Eleven, Final Fantasy X, Shadow of The Colossus, Kingdom Heart 2, hingga Bully.

Baca juga artikel terkait SONY atau tulisan menarik lainnya Renalto Setiawan
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Renalto Setiawan
Editor: Nuran Wibisono

DarkLight