Menuju konten utama

Satgas PRR Aceh Dorong Percepatan Realisasi Stimulan dan Huntap

Satgas PRR Aceh meminta BPBD kabupaten/kota percepat penyaluran dana stimulan rumah dan pembangunan huntap menjelang berakhirnya masa transisi pemulihan.

Satgas PRR Aceh Dorong Percepatan Realisasi Stimulan dan Huntap
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA . foto/DOk. IStimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menjelang berakhirnya masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana pada 30 Juli 2026, Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh mendorong seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota mempercepat penyerapan dana stimulan rumah dan pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

Hal tersebut disampaikan Kepala Pos Wilayah (Kaposwil) Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, sebagai upaya memastikan seluruh hak masyarakat terdampak bencana dapat dipenuhi sesuai target waktu yang telah ditetapkan pemerintah.

“Saya minta seluruh jajaran BPBD segera akselerasi penyerapan dana dan percepat progres Huntap. Hindari penundaan lagi, dan lakukan jemput bola agar hak masyarakat terpenuhi tepat waktu," tegas Safrizal ZA, Rabu (15/7/2026).

Saat ini, masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana di Aceh telah memasuki tahap akhir dan dijadwalkan berakhir pada 30 Juli 2026. Karena itu, percepatan penyaluran bantuan dan penyelesaian pembangunan hunian menjadi fokus utama Satgas PRR.

Data per 14 Juli 2026 menunjukkan BNPB telah mentransfer dana stimulan kepada BPBD di Aceh sebesar Rp653,7 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp570,03 miliar telah masuk ke rekening masyarakat, sementara realisasi belanja di seluruh Provinsi Aceh mencapai Rp240.576.246.500.

Berdasarkan capaian daerah, Kabupaten Aceh Tamiang mencatat realisasi belanja tertinggi dengan nilai Rp140,9 miliar. Sebaliknya, Kabupaten Gayo Lues menjadi daerah dengan realisasi belanja terendah sehingga mendapat perhatian khusus untuk percepatan penyaluran dana.

Di sektor penyediaan hunian, pemerintah menargetkan pembangunan 12.671 unit Huntap bagi rumah rusak berat. Hingga 14 Juli 2026, sebanyak 398 unit masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 85 unit telah selesai dibangun.

Satgas PRR menilai percepatan penyaluran dana stimulan dan pembangunan Huntap menjadi langkah penting agar masyarakat terdampak segera memperoleh bantuan dan menempati hunian yang layak sebelum masa transisi pemulihan berakhir.

----

tirto.id merupakan salah satu media di Indonesia yang telah tersertifikasi IFCN (International Fact Checking Network).

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis