tirto.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong lahirnya generasi wirausahawan baru dari lingkungan perguruan tinggi lewat program Campuspreneur. Sampai akhir Semester I 2026, program pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor ini telah mencatatkan sejumlah capaian positif.
Selama enam bulan terakhir, Kemendag telah meresmikan kemitraan dengan sejumlah kampus, menyelenggarakan pameran kewirausahaan Campuspreneur Expo, hingga melakukan pelepasan ekspor produk UMKM binaan perguruan tinggi.
"Selama Semester I 2026, kami melihat Campuspreneur berkembang ke arah yang baik. Untuk memastikan program ini sukses, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai kampus di Indonesia guna mencetak wirausahawan dari kampus," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan).
"Berbagai kegiatan yang terlaksana menunjukkan besarnya potensi perguruan tinggi dalam mencetak produk maupun wirausaha yang siap menjajaki pasar lokal hingga global," tambahnya.
Langkah Kemendag diawali pada Triwulan I 2026 dengan membangun fondasi kerja sama melalui penyusunan draf kesepakatan, perjanjian kemitraan, hingga pemetaan rencana aksi implementasi.
Pada Triwulan II 2026, komitmen kerja sama dalam program Campuspreneur diperkuat lewat penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Bidang Perdagangan serta Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor.
Akhirnya, pada 2 April 2026, program Campuspreneur resmi diluncurkan Mendag Busan di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Peresmian program ini menjadi bagian dari kampanye "Dari Lokal untuk Global" yang dijalankan oleh Kemendag.
Momentum peluncuran program Campuspreneur dibarengi dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara 18 perguruan tinggi dengan empat unit kerja Kemendag, yakni Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan.
Rangkaian acara peluncuran turut dimeriahkan dengan ajang Campuspreneur Expo pada 1–2 April 2026 di Auditorium UNS. Ajang ini melibatkan mahasiswa, alumni, hingga UMKM binaan kampus yang memamerkan produk-produk unggulannya.
Campuspreneur Bangun Ekosistem Kewirausahaan di Kampus
Mendag Busan menambahkan, Campuspreneur didesain untuk mendukung terbentuknya ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi yang menghubungkan para wirausahawan dari kampus dengan rantai pasok pasar domestik dan global.
Untuk membuka peluang menembus pasar global bagi wirausahawan kampus, Kemendag secara intensif melibatkan para pelaku usaha level nasional sekaligus sejumlah perwakilan perdagangan RI di berbagai negara tujuan ekspor.
Sementara itu, guna membantu wirausahawan kampus mengakses pasar lokal, Kemendag bersinergi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Kedua organisasi itu berperan melakukan kurasi terhadap produk-produk UMKM binaan kampus.
Proses kurasi itu diharapkan memberikan berbagai masukan berharga kepada wirausawan kampus, terutama yang berkaitan dengan standar kualitas produk, desain kemasan, kontinuitas pasokan, hingga kelayakan sistem distribusi agar memenuhi kualifikasi ritel modern.
Sinergi tersebut telah membuahkan hasil konkret. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 23 Letter of Intent (LoI) berhasil disepakati antara pelaku wirausaha mahasiswa dan pengelola ritel modern. Komitmen kerja sama ini terbagi dalam dua tahap, yakni 15 LoI ditandatangani di UNS dan 8 LoI di IPB University.
Agar peluang menembus pasar global makin besar bagi wirausahawan kampus, Kemendag memfasilitasi sesi presentasi bisnis (pitching) peserta Campuspreneur di hadapan perwakilan perdagangan RI di luar negeri.
Melalui kegiatan tersebut, peserta Campuspreneur mendapatkan banyak informasi terkait riset pasar (market intelligence), pemetaan potensi negara tujuan ekspor, serta kebutuhan pasar global yang bisa menjadi acuan pengembangan usaha.
Kemendag juga menggembleng kapasitas teknis wirausahawan kampus melalui rangkaian diskusi panel, coaching clinic, hingga layanan meja konsultasi di berbagai universitas mitra. Sesi edukasi ini berfokus pada penguatan identitas merek, legalitas dan perizinan, strategi digital marketing, hingga pemenuhan standar dan regulasi perdagangan.
Ekspor Perdana UMKM Binaan Kampus senilai Rp2,2 Miliar
Salah satu keberhasilan utama program Campuspreneur pada paruh pertama 2026 adalah pelepasan ekspor perdana produk UMKM binaan IPB University pada 12 Juni lalu. Produk olahan pinang senilai Rp2,2 miliar resmi diberangkatkan menuju dua negara tujuan, yakni Bangladesh dan Maladewa.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti nyata efektivitas program Campuspreneur dalam mencetak eksportir muda yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Capaian tersebut mendukung Campuspreneur untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda sekaligus menghasilkan transaksi ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Mendag Busan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































