Periksa Fakta

Salah: Klaim Metro TV Manipulasi Hasil Hitung Cepat Pilpres 2019

Penulis: Fina Nailur Rohmah, tirto.id - 31 Mei 2023 07:30 WIB | Diperbarui 16 Okt 2023 15:34 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Metro TV telah memberikan klarifikasi bahwa terdapat kesalahan teknis dalam tayangan 17 April 2019 pukul 15.12 WIB
tirto.id - Narasi miring seputar Pemilihan Umum (Pemilu) kembali bertebaran di media sosial, termasuk tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu. Kala itu, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin bersaing dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).


Salah satu klaim yang beredar menyebut bahwa Metro TV memanipulasi hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019. Lewat unggahan video berdurasi 1 menit 37 detik, akun Facebook "Al Madina" (tautan) menunjukkan grafis hasil hitung cepat dari enam lembaga survei yang disiarkan Metro TV.


Dalam grafis itu, perolehan suara Prabowo-Sandiaga unggul ketimbang Jokowi di beberapa hasil survei, berbeda dengan election ticker yang menampilkan keunggulan Jokowi-Ma’ruf.

Sang perekam video menyebut, "Digantilah di sini, Prabowo dibuat kalah lagi. Artinya memang kecurangan di TV itu bisa terjadi dengan cepat, karena di sini langsung berubah temen-temen. Ada kepanikan itu".


Foto Periksa Fakta Kecurangan Metro TV
Foto Periksa Fakta Kecurangan Metro TV. foto/Hotline periksa fakta tirto


Video memuat logo Tribun Timur di bagian kanan atas, beserta keterangan “METRO TV KLARiFIKASI HASIL QUICK COUNT MENANGKAN PRABOWO” di bagian bawah, serta tertulis “Ya Allah jgn terjadi lagi begini di tahun 2024” di sisi atas.


Semenjak tersebar pada 20 Mei 2023, unggahan ini per Rabu (31/5/2023) sudah dilihat 1 juta pengguna Facebook lain dan mendapatkan reaksi sebanyak 12 ribu likes dan 133 komentar.

Namun, benarkah Metro TV memanipulasi hasil quick count Pilpres 2019? Bagaimana sebenarnya konteks video tersebut?

Penelusuran Fakta

Tim Riset Tirto memulai penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Metro TV Klarifikasi Hasil Quick Count Menangkan Prabowo” ke mesin pencari Google.

Pencarian itu membawa kami ke laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyatakan bahwa narasi yang yang beredar tentang Metro TV memanipulasi hasil hitung cepat Pilpres 2019 itu adalah hoaks. Tayangan Metro TV yang dimaksud adalah siaran pada 17 April 2019 pukul 15.12 WIB.

Kominfo turut menyertakan tautan unggahan Instagram resmi Metro TV yang telah memberikan klarifikasinya. Melalui unggahan itu, Metro TV menjelaskan konteks kekeliruan dalam tayangan Live Event Memilih Pemimpin Negara.


Metro TV
menampilkan hasil sementara hitung cepat dari 6 lembaga survei, yaitu LSI Denny JA, Indo Barometer, Charta Politika, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Poltracking, dan Voxpol. Namun demikian, terdapat beberapa data dan logo lembaga survei yang tertukar.

“Terdapat kesalahan teknis dalam penayangan grafis data hasil sementara penghitungan cepat Pilpres 2019 pada pukul 15.12 WIB. Di dalam tayangan tersebut terdapat perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar,” tulis Metro TV dalam unggahan klarifikasinya.

Metro TV juga menampilkan grafis data hasil quick count yang benar, yakni:
  • Indo Barometer: Jokowi-Ma’ruf (53,66 persen) Prabowo-Sandiaga (46,34 persen)
  • ChartaPolitika: Jokowi-Ma’ruf (54,83 persen) Prabowo-Sandiaga (45,17 persen)
  • SMRC: Jokowi-Ma’ruf (55,05 persen) Prabowo-Sandiaga (44,95 persen)
  • LSIDenny JA: Jokowi-Ma’ruf (54,86 persen) Prabowo-Sandiaga (45,14 persen)
  • Poltracking: Jokowi-Ma’ruf (55,92 persen) Prabowo-Sandiaga (44,08 persen)
  • Voxpol: Jokowi-Ma’ruf (56,27 persen) Prabowo-Sandiaga (43,73 persen)
Adapun video yang tersebar di Facebook ini sebelumnya telah tayang di kanal YouTube Tribun Timur pada 18 April 2019. Tribun Timur pun telah memberi keterangan terkait klarifikasi pihak Metro TV atas kesalahan hasil quick count tersebut.

Klarifikasi Metro TV dalam bentuk video dapat disaksikan di kanal YouTube resminya.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut Metro TV memanipulasi dan berbuat curang atas hasil perhitungan cepat Pilpres 2019 itu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Tayangan Metro TV yang dimaksud adalah Live Event Memilih Pemimpin Negara, yang tayang 17 April 2019 pukul 15.12 WIB. Metro TV telah memberikan klarifikasi bahwa terdapat kesalahan teknis dalam tayangan itu tentang adanya perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar.

==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Fina Nailur Rohmah
(tirto.id - Politik)

Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Shanies Tri Pinasthi

DarkLight