tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim khasiat air rendaman atau rebusan nanas panas dapat membunuh sel kanker, mengatasi kista, dan tumor, serta menyembuhkan berbagai penyakit berat.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Ustadz Hanan Attaki” (arsip) pada Jumat (24/7/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan gambar nanas yang sedang direbus dalam air mendidih.
“Jangan Sepelekan, TERNYATA! Air Nanas Panas Dapat Menyelamatkan HidupKalian. Caranya:
Didihkan air lalu
Masukkan potongan nanas kedalam gelas, takaran bebas sesuai selera.
Kemudian tuangkan air panas diamkan 5-10 menit tunggu hangat lalu di minum, minum secara rutin
Manfaatnya:
Membunuh sel k4nker
Membuang racun dalam tubuh
Mengatasi kist4 dan tumor
Mengatasi peradangan
Mengatasi batuk
Menyehatkan tulang.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (4/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 20 tanda suka dan 5 kali dibagikan ulang.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Tjhin Tjie Yoeng” yang menampilkan gambar nanas dan menyebutkan klaim serupa bahwa nanas dapat menyembuhkan kanker dan penyakit berat.
“Air panas nanas dapat menyelamatkan Anda dari kanker; Nanas panas membunuh sel kanker. Iris tipis 2 hingga 3 potong nanas ke dalam cangkir dan tambahkan air panas, dan itu akan menjadi "air alkali"; jika Anda meminumnya setiap hari, itu baik untuk semua orang. Nanas panas melepaskan zat anti-kanker; itu adalah kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif. Buah nanas yang hangat memiliki khasiat untuk membunuh kista dan tumor; Telah terbukti menyembuhkan semua jenis kanker. Air panas nanas membersihkan semua kuman dan racun dari tubuh akibat alergi/alergi. Obat yang berasal dari jus nanas hanya menghancurkan *sel ganas* dan tidak memengaruhi sel sehat.” Begitu tulis pengunggah dalam keterangan gambar.
Lantas, benarkah air nanas panas atau air rebusan nanas dapat menyembuhkan kanker, kista, tumor dan penyakit berat lainnya?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ada bukti ilmiah yang valid atau konsensus medis yang menyatakan bahwa air nanas panas dapat menyembuhkan kanker, tumor, ataupun kista.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri klaim tersebut dengan memeriksa penelitian mengenai nanas dan bromelain, yakni kelompok enzim yang terdapat pada buah dan batang nanas.
Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), bromelain merupakan kelompok enzim yang memecah protein dan ditemukan pada batang serta buah nanas. Namun, penelitian mengenai penggunaan bromelain secara oral masih terbatas. Untuk berbagai kondisi kesehatan lainnya, bukti ilmiahnya belum memadai.
Nanas (terutama bagian buah dan bonggolnya) memang kaya akan vitamin C, antioksidan, serat, serta enzim bromelain yang bersifat anti radang, dan baik untuk pencernaan. Namun, kandungan ini tidak bisa menggantikan pengobatan medis formal untuk penyakit serius seperti kanker.
Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSK) juga menyatakan bahwa bromelain memiliki sifat anti inflamasi, tetapi belum terbukti dapat mengobati atau mencegah kanker. Penelitian laboratorium memang menunjukkan aktivitas antikanker bromelain, tetapi efek tersebut belum diteliti secara memadai pada manusia.
Dengan demikian, adanya penelitian terhadap bromelain tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa air rebusan atau rendaman nanas panas dapat membunuh sel kanker pada manusia.
Klaim mengenai nanas kemungkinan berkaitan dengan kandungan bromelain. Sejumlah penelitian memang menemukan potensi bromelain terhadap sel kanker.
Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan melalui PubMed menemukan bahwa bromelain menunjukkan berbagai aktivitas antikanker dalam penelitian terhadap kultur sel dan model hewan. Namun, penelitian klinis pada manusia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaatnya sebagai terapi kanker.
PubMed juga menyebutkan penelitian lain yang merupakan tinjauan sistematis terhadap terapi enzim pada pasien kanker. Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia masih tidak konsisten. Para peneliti menyatakan, belum terdapat bukti yang cukup untuk menunjukkan manfaat terapi enzim dalam meningkatkan efektivitas pengobatan antikanker.
Dengan demikian, potensi bromelain dalam penelitian laboratorium tidak sama dengan bukti bahwa air nanas dapat menjadi obat kanker.
Klaim tersebut juga menyebut air nanas panas dapat mengatasi kista dan tumor. Namun, tidak ditemukan bukti klinis yang menunjukkan bahwa air rendaman atau rebusan nanas dapat menghilangkan kista atau tumor.
Tumor sendiri merupakan massa jaringan abnormal yang dapat bersifat jinak maupun ganas. Karena jenis dan penyebab tumor berbeda-beda, penanganannya juga bergantung pada diagnosis dan kondisi pasien. Penelitian mengenai bromelain yang tersedia saat ini juga belum menunjukkan bahwa konsumsi air nanas dapat menghilangkan tumor pada manusia.
Memorial Sloan Kettering Cancer Center menegaskan bahwa bukti mengenai efek antikanker bromelain pada manusia masih belum memadai dan uji klinis yang dirancang dengan baik masih diperlukan.
Begitu pula dengan kista. Kista bukan satu penyakit tunggal dan dapat memiliki berbagai jenis serta penyebab. Karena itu, klaim bahwa satu jenis minuman dapat mengatasi seluruh kista tidak memiliki dasar medis yang kuat.
Perlu diperhatikan perbedaan antara penelitian mengenai bromelain dengan konsumsi air rebusan atau rendaman nanas.
PubMed menuliskan hasil penelitian ilmiah terhadap bromelain umumnya menggunakan ekstrak atau sediaan bromelain dengan karakteristik dan dosis tertentu. Hal tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa air nanas yang dibuat dengan cara direbus atau direndam memiliki jumlah bromelain yang sama atau memberikan efek yang sama.
Bahkan, tinjauan sistematis dan meta-analisis mengenai bromelain menunjukkan bahwa bukti klinis yang tersedia terutama berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti nyeri dan penggunaan bromelain secara topikal untuk perawatan luka. Studi tersebut tidak membuktikan bahwa bromelain dapat menjadi terapi kanker.
Penelitian terbaru yang meninjau potensi kesehatan bromelain juga menyebutkan bahwa sebagian besar temuan terkait kanker masih berasal dari penelitian in vitro dan hewan, sedangkan bukti klinis pada manusia masih terbatas.
Klaim yang beredar menyebutkan air nanas panas dapat menyembuhkan kanker, dan penyakit berat ini berisiko membuat masyarakat menganggap minuman berbahan nanas sebagai pengganti pengobatan medis untuk penyakit serius.
Faktanya, keberadaan suatu bahan alami atau makanan yang memiliki senyawa aktif tidak otomatis menjadikannya obat. Penelitian laboratorium juga perlu dibedakan dari uji klinis pada manusia sebelum suatu bahan dapat dinyatakan efektif untuk mengobati penyakit.
Bromelain memang memiliki sejumlah aktivitas biologis dan masih terus diteliti. Namun, sampai saat ini belum terdapat bukti klinis yang cukup untuk menyatakan bahwa air rendaman atau rebusan nanas panas dapat membunuh sel kanker, menghilangkan tumor, atau menyembuhkan kista.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa air rendaman atau rebusan nanas panas dapat membunuh sel kanker, mengatasi kista, dan tumor, serta menyembuhkan berbagai penyakit berat bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Nanas mengandung bromelain yang memang memiliki potensi biologis dan telah menunjukkan aktivitas antikanker dalam sejumlah penelitian laboratorium. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas. Tidak ada bukti yang cukup untuk menyatakan air rebusan atau rendaman nanas panas sebagai terapi kanker, kista, maupun tumor.
Hingga saat ini, belum ditemukan bukti ilmiah yang valid atau konsensus medis yang menyatakan bahwa air nanas panas dapat menyembuhkan kanker, tumor, ataupun kista.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id


































