tirto.id - Persib Bandung akan bertemu FC Seoul di matchday 1 ACL Two 2026 di Seoul World Cup Stadium, Rabu 16 September pukul 17.00 WIB. Bukan laga yang mudah pastinya mengingat FC Seoul adalah salah satu klub dengan sejarah bagus di sepak bola Korea Selatan dan Asia.
Persib kembali menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ACL Two, kompetisi level 2 antarklub Asia atau setara Europa League di Eropa. Namun, Persib datang dengan membawa modal kurang bagus karena kalah dari Persija Jakarta 2-1 di laga El Clasico Indonesia pada 12 September 2026.
Sedangkan FC Seoul mampu meraih kemenangan 1-2 di kandang Jeonbuk FC dalam lanjutan K-League 1 atau level tertinggi kompetisi sepak bola Korea Selatan. Hasil itu membuat FC Seoul meraih 6 kemenangan dari 7 pertandingan terakhir liga.
Persib tentu bertekad bangkit walau bermain di kandang lawan. Kekalahan dari Persija asuhan Shin Tae-yong harus segera dilupakan. Fakta menarik, Shin Tae-yong juga pernah mengalahkan Persib di Liga Champions Asia 1995 saat masih aktif menjadi pemain.
STY yang Selalu Jadi Mimpi Buruk Persib
Shin Tae-yong menjadi sosok yang selalu menjadi mimpi buruk bagi Persib. Dua kali STY bertemu Persib, sejumlah itu pula ia meraih kemenangan baik sebagai pemain maupun pelatih.
Momen kemenangan Shin Tae-yong sebagai pemain saat melawan Persib terjadi di babak perempat final Liga Champions Asia 1995. Kala itu Shin Tae-yong membela klub Korea Selatan, Seongnam Ilhwa Chunma. Bersama Persib, Seongnam tergabung satu grup dengan Thai Farmers Bank FC (Thailand) dan Verdy Kawasaki (Jepang).
Pertemuan Seongnam vs Persib kala itu terjadi pada matchday 2, tepatnya pada 28 November 1995 di Bandung. Seongnam sukses mengalahkan Persib dengan skor 5-2. Kala itu, Shin Tae-yong menginspirasi kemenangan wakil Korea Selatan tersebut, dengan mencetak gol untuk timnya.
Gol Shin Tae-yong merupakan gol kedua Seongnam saat itu setelah ada gol pembuka dari Han Jung-kook. Tiga gol Seongnam lainnya dicetak oleh Ljubiša Ranković (2 gol) dan Hwang Yeon-seok. Sedangkan gol balasan Persib diciptakan Yudi Guntara dan Asep Kustiana.
Hasil tersebut membawa Seongnam memastikan diri menjadi juara grup dan lolos ke semifinal. Seongnam total mengoleksi 7 poin setelah juga mengalahkan Verdy Kawasaki 1-0 dan bermain imbang 1-1 melawan Thai Farmers Bank.
Sedangkan Persib menjadi juru kunci dengan catatan 3 kekalahan dari 3 pertandingan. Selain kalah dari Seongnam 5-2, Maung Bandung saat itu juga takluk ketika bertemu Verdy Kawasaki 3-2 dan Thai Farmers Bank 2-1.

Berselang 31 tahun kemudian, Shin Tae-yong kembali menjadi mimpi buruk bagi Persib. Kali ini mantan pelatih Timnas Korea Selatan yang sukses mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 itu berperan sebagai pelatih Persija Jakarta.
Persija sebelumnya tidak pernah menang dari Persib dalam 6 pertemuan terakhir di semua kompetisi termasuk Liga Super dan Piala Presiden. Hasil terbaik yang diraih Persija hanya 2 imbang dan sisa 4 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Tapi, di bawah polesan Shin Tae-yong, rekor buruk itu runtuh seketika. Walau sempat kalah di turnamen pramusim Piala Presiden 2026, dalam debutnya di laga El Clasico Indonesia, Sabtu 12 September 2026, STY membawa Persija menang dari Persib 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Lebih menyakitkan lagi bagi Persib karena kekalahan tersebut dipastikan setelah gol Ivan Mamut di menit 90+5 atau ketika laga akan berakhir. Sebuah cara kalah yang berpotensi meninggalkan luka mendalam, dan mempengaruhi mental Persib jelang tampil di matchday 1 ACL Two 2026/2027.
Tekanan bagi Persib semakin besar mengingat setelah laga tersebut mereka harus terbang ke Korea Selatan. Tidak banyak waktu untuk istirahat dan memulihkan kondisi yang mereka miliki, karena laga melawan FC Seoul digelar pada 16 September 2026, atau 4 hari setelah duel melawan Persija.
Rekor Kelam Klub Indonesia Hadapi Wakil Korea Selatan
Persib tidak hanya menghadapi FC Seoul di Seoul, Korea Selatan pada matchday 1 ACL Two 2026/2027. Mereka juga menghadapi mental yang turun usai kalah dari sang rival, Persija Jakarta, kelelahan akibat perjalanan jauh Indonesia ke Korea Selatan, serta rekor buruk tim Indonesia menghadapi klub Negeri Ginseng.
Dalam sejarah kompetisi Asia, klub-klub Indonesia banyak yang tidak berkutik saat menghadapi wakil Korea Selatan. Selain Persib Bandung yang kalah dari Seongnam Ilhwa Chunma, tim Indonesia lainnya juga tidak berkutik saat bersua wakil K-League 1 di kompetisi antarKlub Asia.
Pelita Jaya termasuk salah satu klub yang kalah di Korea Selatan saat menghadapi Shin Tae-yong. Kala itu, STY yang memperkuat Seongnam Ilhwa Chunma mengalahkan Pelita Jaya 2 kali di Liga Champions Asia 1994-95. Kalah 0-1 di kandang sendiri, Pelita Jaya kemudian kalah lagi saat bertandang ke Korea Selatan, dengan skor 4-1.
Tim lain seperti Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Arema, Persipura Jayapura, PSM Makassar, PSIS Semarang, dan Sriwijaya FC juga tidak berkutik saat menghadapi wakil Korea Selatan di kompetisi Asia. Persik bahkan kalah dengan skor 15-0 saat bertandang ke Seongnam FC pada Liga Champions Asia 2004.
Bahkan, generasi emas Persipura Jayapura yang mendominasi Liga Indonesia di medio 2008-2013, juga tak mampu menaklukkan klub-klub Korea Selatan. Mutiara Hitam kala itu tumbang dengan skor 8-0 di kandang Jeonbuk Hyundai Motors. Hasil yang turut membuat Persipura menjadi juru kunci grup saat itu.
Tim seperti Persebaya dan Arema bahkan dua kali kalah di Korea Selatan. Persebaya kalah dari Ulsan Hyundai 4-1 musim 1997-98 dan Busan IPark 4-0 tahun 2005. Arema sendiri kalah dari Chunnam Dragons 2-0 tahun 2007 dan Jeonbuk Hyundai Motors 6-0 tahun 2011.
Hadapi FC Seoul, Mampukah Persib Sudahi Kutukan?
Persib yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ACL Two 2026/2027 datang ke Korea Selatan pada matchday 1. Maung Bandung pun memiliki tekad untuk kembali ke jalur kemenangan, sekaligus menjadi wakil Indonesia pertama yang mengalahkan tim Korea Selatan.
Secara peluang, Persib tetap memiliki kesempatan untuk menang. Walau tidak mudah, tetapi tak ada yang tidak mungkin di dalam sepak bola. Namun, Persib harus bekerja lebih keras, karena tim yang bakal mereka hadapi sedang bagus-bagusnya di K-League 2026.
FC Seoul, memimpin klasemen K League 1 dengan koleksi 62 poin dari 29 pertandingan. Tim berjuluk The Dark Red Warriors itu unggul 15 poin dari tim peringkat 2 yaitu Ulsan Hyundai yang memiliki 47 poin. Anak asuh Kim Gi-dong pun saat ini berada dalam Championship Phase dan berpeluang menjadi juara K League 1 2026.

Sementara itu, Persib menjalani awal musim yang kurang menggembirakan. Sempat menang 3-1 di GBLA, anak asuh Igor Tolic tumbang di pekan ke-2 dari Persija Jakarta di GBK.
Situasi serupa dialami Persib Bandung pada musim lalu. Kala itu, Persib memulai Super League dengan kemenangan 2-0 lawan Semen Padang, tetapi pada pekan ke-2 kalah dari Persijap Jepara 2-1. Bahkan di Piala Presiden sebagai turnamen pramusim, Persib babak belur.
Walau tampil kurang bagus di awal, Persib Bandung tetap menjadi juara Super League 2025/2026. Di ACL Two pun, Thom Haye dan kawan-kawan juga berhasil melaju ke babak 8 besar Zona Timur.
Oleh karenanya, walau performa Persib Bandung sedang tidak ideal, laga melawan FC Seoul bakal coba mereka upayakan menang. Jika mampu memulai ACL Two 2026/2027 dengan kemenangan, mereka diperkirakan lebih percaya diri.
"Kami tahu lawan kami adalah tim yang kuat dan berada di posisi yang bagus di Liga Korea. Kami hanya berharap bisa mempersiapkan pertandingan ini dengan baik dan menampilkan performa terbaik," kata Igor Tolic saat konferensi pers dikutip dari laman resmi klub.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id
































