tirto.id - Wayan Suriata (57), peternak asal Banjar Dinas Sumberkesambi, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (6/10/2026). Sebelumnya, Wayan Suriata dikabarkan menghilang di kawasan Hutan Sumberkima, Buleleng, saat sedang mencari rumput.
"Iya, korban terkonfirmasi meninggal kemarin setelah sebelumnya kabarkan menghilang saat mencari rumput di hutan Sumberkima," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, Rabu (7/10/2026).
Kabar hilangnya Wayan Suriata disampaikan Perbekel Desa Sumberkima, I Nengah Wirta, pada Selasa (6/10/2026) kemarin, pukul 13.48 WITA. Wirta menyampaikan jika ada warganya belum kembali pulang setelah mencari pakan ternak di hutan lindung dengan perkiraan luas 267 hektare.
Wirta menjelaskan korban berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WITA bersama rekannya. Namun, setelah beberapa kilometer berjalan, mereka berpisah karena memiliki tujuan berbeda. Wayan Suriata mencari rumput, sedangkan rekannya hendak berburu.
"Sampai kemarin, korban ternyata tidak kunjung pulang dan keluarga melakukan pencarian serta membuat laporan," jelas Koordinator Ops Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Buleleng, Kadek Dony Indrawan.
Menindaklanjuti laporan Perbekel Desa Sumberkima, sebanyak enam orang dari tim Rescue Pos Basarnas Buleleng orang pada Selasa (6/10/2026), lalu melakukan pencarian pria paruh baya tersebut. Hingga pukul 15.10 WITA, tim akhirnya menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal.
"Saat kita dalam perjalanan, informasi kami terima dari warga bahwa target yang dicari sudah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia," terangnya.
Berdasarkan informasi awal, diduga korban terpeleset saat berada di kawasan hutan tersebut.
"Dugaan sementara, korban jatuh dari atas pohon saat mencari daun buat pakan ternaknya. Kurang lebih jatuh 5 sampai 10 meter langsung ke jurang (tinggi pohon dan jurangnya)," ungkap Kadek Dony.
"Karena tidak ada saksi juga jadi tidak tahu pastinya. Jarak jelajah pencarian kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi pertama. Ada luka? Itu kurang tau kami hanya mengevakuasi," pungkas Kadek Dony Indrawan.
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































