tirto.id - Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes melanjutkan rekor bagusnya saat menghadapi Juventus. Kembali dipercaya sebagai starter di giornata 4 Serie A 2026/2027 pada Senin (14/9/2026), dini hari, Jay Idzes membantu timnya memetik kemenangan 3-2 atas Bianconeri.
Bersama Sassuolo, Jay Idzes sudah bertemu Juventus sebanyak 3 kali di Serie A. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut mencatat hasil 1 kali menang, 1 hasil imbang, dan 1 kali kalah menghadapi Juventus. Kemenangan Jay Idzes dicatat pada giornata 4 Serie A musim ini.
Performa Jay Idzes yang kian menanjak menjadi sinyal positif bagi Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 akhir bulan ini. Pasalnya, Idzes sempat absen dalam FIFA Matchday bulan Juni 2026 karena menjalani pemulihan cedera.
Rekam Jejak Statistik Jay Idzes vs Juventus
Rekam jejak Jay Idzes saat menghadapi Juventus di ajang Serie A, terbilang impresif. Bersama Sassuolo, Idzes sudah 3 kali bersua Juventus, dan 1 laga saat masih berseragam Venezia. Dari total 4 kali bermain, Idzes mencatat 1 kemenangan, 2 hasil imbang dan 1 kali kalah.
Pengalaman pertama Jay Idzes melawan Juventus terjadi saat masih memperkuat Valencia di musim 2024/2025. Kala itu, kapten Timnas Indonesia ini tampil selama 90 menit, bahkan mencetak 1 gol untuk timnya.
Penampilan impresif Jay Idzes dalam mengawal pertahanan Venezia kala itu diganjar dengan rating 7,5. Dia pun menjadi pemain dengan rating tertinggi nomor 2 di kubu Venezia di bawah Mikael Egill Ellertsson.
Namun, di pertemuan kedua Venezia vs Juventus, Jay Idzes mesti absen lantaran akumulasi kartu kuning. Hasilnya, Venezia kala itu kalah dengan skor 2-3 atas Juventus di kandang sendiri, membuat mereka terdegradasi lagi ke Serie B di musim 2025/2026.

Walaupun Venezia turun ke Serie B, Jay Idzes tetap bertahan di Serie A musim 2025/2026, karena direkrut oleh Sassuolo. Bersama Il Neroverdi, Jay Idzes kembali menghadapi Juventus dan memberikan penampilan tidak kalah apik.
Pertemuan pertama Jay Idzes dengan Juventus saat berseragam Sassuolo terjadi di giornata 19 Serie A 2025/2026. Idzes yang kala itu menjadi starter, untuk pertama kalinya kalah menghadapi Juventus dengan skor 0-3. Bahkan, Idzes melakukan kesalahan fatal di menit 63 yang mengakibatkan terjadinya gol ke-3 Juventus.
Performa buruk yang ditunjukkan Jay Idzes di laga tersebut membuat Jay Idzes mendapat rapor merah dengan nilai 5,3 versi Flashscore. Walau begitu, dia tetap mencatat 4 clearance dan 3 intercept sepanjang laga.
Jay Idzes kembali dipercaya mengawal pertahanan Sassuolo melawan Juventus pada pekan ke-30 Liga Italia 2025/2026. Bersama Tarik Muharemovic, Idzes tampil cukup solid dalam membendung serangan Bianconeri. Pertandingan di markas Juventus itu berakhir dengan skor sama kuat 1-1.
Gol Juventus kala itu dicetak Kenan Yildiz, sedangkan Sassuolo membalas lewat Andrea Pinamonti. Idzes lantas mendapat rating 6,1 dengan catatan yang lebih baik dibanding pertemuan pertama, yakni 8 clearance dan 2 intercept.
Kemudian di pertemuan kelimanya menghadapi Juventus, Jay Idzes akhirnya mencatat kemenangan. Dia berperan besar dalam kemenangan 3-2 Sassuolo atas Juventus. Walau timnya kebobolan 2 gol, Jay Idzes yang tampil selama 81 menit, membantu timnya memetik kemenangan.
Jay Idzes ditarik keluar saat Sassuolo unggul 1-0 atas Juventus. Semenit setelah Idzes meninggalkan lapangan, Il Neroverdi langsung kebobolan. Walau akhirnya tetap menang, pertahanan Sassuolo jadi rapuh sepeninggal Jay Idzes. Laga pun berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Sassuolo.
Jay Idzes Tetap Istimewa dengan Pelatih yang Berbeda
Dalam 4 pertemuan melawan Juventus di Serie A, Jay Idzes merasakan kepemimpinan tiga pelatih berbeda. Alhasil, Idzes dituntut selalu siap melebur dengan skema permainan, taktik, dan komposisi rekan yang berbeda pula.
Saat membela Venezia, Jay Idzes dibesut pelatih Eusebio Di Francesco. Kemudian ketika berseragam Sassuolo, Idzes mengalami dua pergantian pelatih yakni Fabio Grosso dan Alberto Aquilani.
Ketika bermain di bawah komando Eusebio Di Francesco, Jay Idzes dimainkan dalam skema 3 bek di Venezia. Kemudian, dia pindah ke Sassuolo pada musim 2025/2026 yang dilatih Fabio Grosso yang bermain 4 bek. Musim lalu pun dia lalui dengan cukup baik, meski menjalankan peran berbeda.

Ketika Fabio Grosso pindah ke Fiorentina di akhir musim 2025/2026, Sassuolo kemudian menunjuk Alberto Aquilani. Juru taktik anyar Il Neroverdi itu pun memiliki kecenderungan bermain 3 bek, dan Jay Idzes mampu beradaptasi dengan baik.
Kembali bermain dalam skema 3 bek, setelah semusim bermain dengan 4 bek tidak membuat Jay Idzes kikuk. Dia tetap tampil apik di awal musim 2026/2027 dan selalu jadi pilihan utama Sassuolo, yang mengawali musim dengan 4 kemenangan, 1 hasil imbang dan 1 kali kalah.
Jay Idzes pun mampu tampil sama baiknya dalam menjalankan 2 skema yang berbeda. Perubahan taktik itu bukan pengalaman baru bagi Jay Idzes, pasalnya di Timnas Indonesia, dia kerap memainkan peran dalam skema 3 bek di era Shin Tae-yong, kemudian menjadi 4 bek bersama Patrick Kluivert, dan kini kembali bermain 3 bek dengan John Herdman.
Momen Kebangkitan Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera
Kemenangan atas Juventus pada akhir pekan ini menjadi momentum kebangkitan Jay Idzes setelah pulih dari cedera. Musim lalu, dia mengakhiri musim lebih cepat karena cedera yang juga membuatnya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, serta terlambat bergabung di pramusim Sassuolo.
Jay Idzes bahkan sempat tak masuk dalam skema pelatih Alberto Aquilani pada dua laga Coppa Italia 2026 serta pekan pembuka Serie A 2026/2027. Dia tidak ada dalam skuad saat Sassuolo kalah 2-1 dari Atalanta di Bergamo.
Pulihnya cedera Idzes, membuatnya berangsur mendapat kepercayaan lagi dari pelatih. Dia menjadi bagian penting Sassuolo, yang melaju tidak pernah kalah dalam 4 pertandingan di Serie A dan Copa Italia.
Jay Idzes tampil selama 90 menit saat Sassuolo bertemu Torino dan Bologna. Tren positif itu berlanjut ketika membantu timnya menumbangkan Juventus pada laga akhir pekan ini. Walaupun diganti di menit 81, Idzes tampil solid di lini belakang Il Neroverdi.
Sayangnya, kemenangan 3-2 Sassuolo atas Juventus harus dibayar mahal. Pasalnya, Jay Idzes kembali mengalami cedera pada bagian paha. Walau pemeriksaan medis mengindikasikan cederanya tidak begitu serius, tetapi hal itu menimbulkan trauma karena Idzes sempat absen lama karena masalah serupa.
Pelatih Alberto Aquilani pun mengakui jika Jay Idzes memiliki kontribusi besar untuk timnya. Walau Domenico Berardi, dan Armand Laurienté merupakan pilar utama Sassuolo, tetapi Jay Idzes berperan penting dalam membangun penting.
"Kami sering membicarakan para pemain muda, tetapi sangat tepat juga untuk menyebut nama Berardi, Laurienté, dan Idzes. Mereka semua memberikan bantuan yang sangat besar, bagi saya maupun bagi para pemain lainnya." ujar Alberto Aquilani dikutip dari laman Sassuolonews.
Performa Jay Idzes selepas sembuh dari cedera pun semakin menjanjikan. Hal itu bukan hanya sinyal positif bagi Sassuolo, tetapi juga Timnas Indonesia yang bakal menjalani FIFA ASEAN Cup 2026 mulai akhir bulan ini.
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id
































