Menuju konten utama

Profil Gonzalo Sada Wabup Nagekeo dan Penyebab Meninggal Dunia

Wabup Nagekeo Gonzalo Sada meninggal dunia pada 3 Oktober 2026. Simak profil, riwayat pendidikan, karier, dan penyebab meninggalnya.

Profil Gonzalo Sada Wabup Nagekeo dan Penyebab Meninggal Dunia
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus saat melayat jenazah Wabup Gonzalo di RSUD Aeramo. Sumber foto: istimewa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2026) malam. Gonzalo mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.10 WITA di tenda darurat RSUD Aeramo, Mbay, setelah dirujuk dari Puskesmas Kota di Penginanga dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Gonzalo terlebih dahulu mendatangi lokasi pekerjaan perbaikan jalan rusak di ruas Aemali-Danga, Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa. Di lokasi tersebut, ia memantau masyarakat yang sedang melakukan perbaikan jalan menggunakan rabat.

Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Remigius Jago, membenarkan bahwa Gonzalo masih sempat memantau pekerjaan masyarakat sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

Setelah selesai melakukan pemantauan, Gonzalo kemudian melakukan perjalanan pulang menggunakan mobil. Dalam perjalanan tersebut, Gonzalo tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi tersebut, sopir yang membawanya langsung memacu kendaraan menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Gonzalo kemudian dibawa ke Puskesmas Kota sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Aeramo karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sesampainya di RSUD Aeramo, Gonzalo langsung mendapatkan penanganan di IGD. Tim medis yang terdiri atas dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis penyakit dalam berupaya memberikan pertolongan.

Namun, kondisi Gonzalo tidak berhasil diselamatkan. Direktur RSUD Aeramo Chandrawati Saragih mengatakan Gonzalo dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.10 WITA, setelah kurang lebih setengah jam mendapatkan penanganan medis.

“Sempat ditangani dokter anestesi, dokter penyakit dalam, kondisinya sudah tidak baik, sudah kritis. Tidak lama kemudian beliau dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.10 oleh Dokter Eric,” ujar Chandrawati.

Mengenai penyebab meninggalnya Gonzalo, Pj Sekda Nagekeo Imanuel Ndun mengatakan Gonzalo meninggal akibat serangan jantung.

Sebelumnya, Direktur RSUD Aeramo juga menyebut serangan jantung sebagai kemungkinan besar penyebab kondisi Gonzalo yang tiba-tiba kritis, meski saat itu pihak rumah sakit masih memastikan informasi tersebut kepada dokter yang menangani almarhum.

Kepergian Gonzalo terjadi di tengah masa tanggap darurat dan penanganan dampak gempa Flores. Selama periode tersebut, Gonzalo dipercaya memimpin Satgas Percepatan Penanganan Gempa Flores Kabupaten Nagekeo.

Ia diketahui kerap turun langsung ke lokasi terdampak, mengunjungi pengungsian, mendatangi posko BPBD, serta mengikuti berbagai rapat dan kegiatan penanganan bencana. Aktivitasnya di lapangan terus dilakukan hingga beberapa hari menjelang wafatnya.

Profil Wabup Nagekeo Gonzalo Sada

Gonzalo Gratianus Muga Sada lahir pada 11 April 1968 di Doberako, Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Wakil Bupati Nagekeo periode 2025-2030.

Ia dilantik pada 20 Februari 2025 untuk mendampingi Simplisius Donatus sebagai Bupati Nagekeo setelah pasangan tersebut memenangkan Pemilihan Bupati Nagekeo 2024.

Sebelum terjun dalam pemerintahan daerah, perjalanan pendidikannya dimulai dari SDK Solo, Nagekeo, yang ditempuh pada 1976-1981.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPK Christo Regi Ende pada 1981-1984, kemudian bersekolah di SMEA Negeri Ende pada 1984-1987. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Nusa Cendana, Kupang, pada 1988-1995 hingga memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos.).

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo mendampingi Simplisius Donatus dalam menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Nagekeo untuk masa jabatan 2025-2030.

Masa pengabdiannya sebagai kepala daerah berlangsung hingga ia meninggal dunia pada 3 Oktober 2026. Kepergiannya meninggalkan duka bagi masyarakat Nagekeo karena terjadi ketika ia masih menjalankan aktivitas dan berinteraksi dengan warga.

Gonzalo juga meninggalkan seorang putra, yang tengah menempuh pendidikan tingkat 4 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra