Menuju konten utama

Real Madrid vs Inter Milan dan Romantisme Jose Mourinho

Jose Mourinho menghadapi Inter Milan di Liga Champions sejak juara di 2010. Kini sebagai pelatih Real Madrid, Mourinho menang 2-1 di Santiago Bernabeu.

Real Madrid vs Inter Milan dan Romantisme Jose Mourinho
Manajer Inter Milan Jose Mourinho (tengah) memegang trofi usai pertandingan final Liga Champions melawan Bayern Munich di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei 2010. REUTERS/Kai Pfaffenbach
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pertandingan Liga Champions 2026-27 antara Real Madrid vs Inter Milan menjadi malam yang cukup emosional bagi Jose Mourinhio. Pelatih asal Portugal itu memang lekat dengan dua tim tersebut selain Chelsea yang juga menjadikan Mourinho sebagai pelatih legenda.

José Mário dos Santos Mourinho Félix merupakan salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki Inter Milan. Begitu pula Mourinho yang menjalani periode terbaiknya sebagai pelatih saat menukangi Nerazzurri, julukan Inter. Sebab di sana, Mourinho meraih gelar juara Liga Champions yang kedua sebagai pelatih.

Menangani Inter di tahun 2008-2010 selama 2 musim, Jose Mourinho secara total mempersembahkan 5 gelar untuk Nerazzurri. Selain Liga Champions, juga ada 2 Scudetto, 1 Coppa Italia, dan 1 Piala Super Italia. Bukan jumlah terbanyak saat melatih sebuah klub, tetapi menjadi periode paling berkesan untuk Mou.

Lalu pada 9 September 2026, Jose Mourinho untuk pertama kalinya bisa mengalahkan Inter Milan di ajang Liga Champions dengan skor 2-1, sebagai pelatih Real Madrid. Bukan kemenangan pertama atas mantan klub itu, karena Mourinho pernah mengalahkan Inter saat melatih AS Roma.

Jose Mourinho

Pelatih Real Madrid asal Portugal, Jose Mourinho, tampak sedang menyaksikan pertandingan sepak bola hari pertama putaran pertama Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Inter Milan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 8 September 2026. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Santiago Bernabeu antara Kenangan dan Masa Depan Mourinho

Stadion Santiago Bernabeu di Kota Madrid, Spanyol memiliki sejuta kisah bagi Jose Mourinho. Selain pernah menukangi Real Madrid pada 2010-2013, pelatih yang menjuluki dirinya The Special One itu juga mengangkat Piala Liga Champions 2009/2010 di tempat itu.

Sempat meninggalkan Real Madrid, dan kembali di musim 2026/2027, takdir seolah mempertemukan kembali dengan masa lalunya. Pada pertandingan pertama di Liga Champions, Real Madrid bertemu Inter Milan. Walau akhirnya menang, itu menjadi malam sejuta rasa untuk sang pria Portugal.

Kenangan Mourinho dengan Santiago Bernabeu tidak pernah luput dengan gelar juara Liga Champions 2009/2010 bersama Inter Milan. Dua gol Diego Milito kala itu sukses membawa Inter juara dengan mengalahkan Bayern Munchen 2-0 di final.

Bagi Inter, kemenangan itu menjadi trofi Liga Champions ketiga mereka dalam sejarah setelah musim 1963-64 dan 1964-65 saat masih dilatih Helenio Herrera. Setelah melewatkan beberapa dasawarsa, Il Nerazzurri kembali dibawa juara oleh Jose Mourinho.

Gelar Liga Champions 2009-10 tersebut juga menjadi persembahan terakhir nan luar biasa dari Mourinho untuk Inter Milan. Sebab, setelah final tersebut, Jose Mourinho tidak pernah ikut pulang ke Milan untuk merayakan gelar juara mereka. Pasalnya, Real Madrid telah menahannya untuk menjadi empunya Santiago Bernabeu.

Dalam serial dokumenter yang dibuat oleh Netflix, Mourinho mengaku sengaja tidak ikut rombongan pulang ke Milan. Namun, dia sempat bertemu Marco Materazzi. Keduanya berbicara, berpelukan sambil menitikan air mata.

"Ketika saya berbicara dengan Materazzi, rasanya seperti saya memeluk semua pemain, sesuatu yang tidak ingin saya lakukan. Saya bersama mereka di lapangan saat selebrasi, penyerahan medali, dan piala. Tapi saya tidak ikut ke ruang ganti karena saya tidak mau mengucapkan perpisahan," kata Mourinho.

Inter Milan Juara Liga Champions 2010

Para pemain Inter Milan merayakan kemenangan bersama trofi setelah memenangkan pertandingan final Liga Champions UEFA melawan Bayern Munich di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei 2010. Inter Milan menjuarai Liga Champions berkat kemenangan 2-0 atas Bayern Munich dalam laga final di Santiago Bernabeu tersebut. Penyerang asal Argentina, Diego Milito, mencetak kedua gol bagi tim asuhan Jose Mourinho yang berhasil meraih *treble* (tiga gelar juara) pada musim itu. (Photo by CHRISTOPHE SIMON / AFP)

Alasan lain yang membuat Jose Mourinho enggan ikut ke Milan adalah kemungkinan adanya anggapan orang-orang. Sebelum final di Santiago Bernabeu, Mourinho memang santer diberitakan bakal pindah ke Real Madrid.

"Itu terlalu sulit bagi saya dan saya tidak mau kembali ke Milan karena orang berkata saya sudah punya kontrak di Real Madrid. Itu tidak benar. Memang sudah ada kesepakatan lisan, tetapi saya belum menandatangani kontrak," lanjutnya.

"Saya sangat ingin pergi ke Real Madrid saat itu. Saya ingin menjuarai Liga Spanyol setelah Liga Inggris dan Liga Italia. Saya takut jika kembali ke Milan, dengan reaksi pemain dan fans, mungkin saya tidak bisa pergi. Bisa saya katakan saat itu saya melarikan diri dari mereka."

Pada akhirnya, Mourinho meneken kontrak sebagai pelatih Real Madrid dan resmi diperkenalkan pada 31 Mei 2010. Dia diberi kontrak 4 tahun dan manajemen sepenuhnya percaya, bawah Mourinho dapat membantu Real Madrid menghentikan dominasi Barcelona asuhan Pep Guardiola.

Barcelona kala itu amat dominan, dan Real Madrid selama 2 musim beruntun harus puas jadi runner-up. Bahkan, di musim Inter Milan juara bersama Mourinho, Real Madrid tidak meraih gelar apapun setelah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions dan Copa del Rey.

Padahal, Real Madrid sudah mendatangkan banyak pemain bintang nanmahal seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, dan Xabi Alonso. Deretan bintang tersebut kemudian dilengkapi dengan Ángel Di María, Sami Khedira, Ricardo Carvalho, dan Mesut Özil, sebagai pembelian Mourinho.

Walau masih gagal menjuarai LaLiga dan terhenti di semifinal Liga Champions, Jose Mourinho akhirnya membuat Real Madrid meraih trofi Copa del Rey 2010/2011. Baru di musim 2011-12, Real Madridnya Jose Mourinho memutus dominasi Barcelona dengan menjuarai LaLiga. Untuk mewujudkannya, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus meraih 100 poin dalam semusim.

Jose Mourinho bawa Real Madrid Juara Liga Spanyol

Para pemain Real Madrid melemparkan pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, ke udara setelah memenangkan pertandingan Liga Spanyol antara Athletic Bilbao dan Real Madrid di Stadion San Mames, Bilbao, pada 2 Mei 2012. Real Madrid meraih gelar juara Liga Spanyol untuk pertama kalinya sejak 2008 setelah mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor 3-0. (Photo by ANDER GILLENEA / AFP)

Akan tetapi, di musim selanjutnya dia gagal mempertahankan gelar. Di musim 2012/2013, Mourinho hanya bisa meraih Supercopa de Espana di awal musim, kemudian gagal di LaLiga, dan tersingkir di semifinal Liga Champions. Perseteruan dengan para pemain sendiri membuat The Special One akhirnya didepak oleh Real Madrid.

Sejak saat itu, Jose Mourinho sempat lama tidak menginjakan kaki di Santiago Bernabeu. Dia akhirnya datang lagi musim lalu saat menukangi Benfica. Di akhir musim, Mourinho akhirnya kembali melatih Real Madrid untuk kedua kalinya.

Inter Milan dan Cerita yang Urung Diulang Mourinho

Dalam kariernya sebagai pelatih, Mourinho pernah menangani Benfica, União de Leiria, Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, dan Fenerbahce. Mourinho pun kerap melakukan reuni dengan mantan timnya seperti di Chelsea, Benfica, dan kini bersama Real Madrid.

Walau beberapa kali dikaitkan dengan Inter Milan setelah pergi pada 2010, Jose Mourinho tidak pernah benar-benar kembali ke Milan. Padahal, Inter merupakan salah satu klub yang memberikan rasa emosional cukup besar bagi pria kelahiran 26 Januari 1963 itu.

Akhir musim 2024-25, Inter sempat dipusingkan dengan pencarian pelatih baru. Simone Inzaghi saat itu memutuskan menerima tawaran Al Hilal setelah Inter kalah dari PSG 5-0 final Liga Champions. Beberapa nama masuk dalam kandidat Inter, salah satunya adalah Jose Mourinho.

Dalam laporan La Republicca, Inter Milan sempat mempertimbangkan Jose Mourinho untuk kembali melatih tim. Mourinho sendiri kala itu masih menukangi klub asal Turki, Fenerbahce. Jika menginginkannya, mereka harus menebus kontrak sang pelatih dari Fenerbahce.

Pada akhirnya, Inter Milan memilih Cristian Chivu sebagai suksesor Simone Inzaghi. Lalu, seperti cerita drama telenovela, Jose Mourinho dipecat Fenerbahce setelah gagal membawa klub tersebut ke League Phase Liga Champions. Mourinho kemudian melakukan reuni, tetapi bukan dengan Inter Milan, melainkan Benfica.

Inter Milan

Para pemain Inter Milan berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan sepak bola Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)

Setelah Real Madrid Mengalahkan Inter Milan

Cinta lama yang gagal bersatu di musim panas 2025/2026, kemudian bertemu lagi di musim 2026/2027 dalam bentuk yang sama sekali berbeda. Kali ini, Jose Mourinho yang bereuni dengan Real Madrid, menghadapi Inter Milan di Santiago Bernabeu.

Mourinho sendiri sudah pernah menghadapi Inter Milan dalam banyak kesempatan, terutama saat melatih AS Roma. Namun, menghadapi Inter Milan di Santiago Bernabeu, tempat yang memberi banyak cerita bagi keduanya baru terjadi di Rabu, 9 September 2026 dini hari.

Sejak meninggalkan Inter Milan di tahun 2010 lalu, Jose Mourinho pernah menghadapi Inter sebanyak 6 kali. Hasilnya, Mourinho hanya menang sekali dan kalah 5 kali. Namun, di pertemuan ke-7 pada Rabu, 9 September 2026, Mourinho berhasil meraih kemenangan keduanya atas Inter Milan.

Real Madrid yang bermain di kandang sendiri di matchday 1 Liga Champions 2026/2027 sukses mengalahkan Inter Milan 2-1. Los Blancos sempat unggul 2-0 melalui gol Kylian Mbappé dan Federico Valverde. Inter lantas membalas melalui Federico Dimarco, tetapi gagal menghinadrkan mereka dari kekalahan.

Dalam konferensi pers usai laga, Mourinho seolah melupakan Inter Milan sebagai salah satu klub yang paling dia cintai. Alih-alih bicara nostalgia, The Special One menyabut pertandingan Real Madrid vs Inter Milan sebagai laga yang gila.

"Saya menyebut ini pertandingan yang gila. Umumnya, akan ada kritik ketika pertandingan berjalan membosankan. Tapi hari ini gila, pertandingan bisa saja berakhir dengan skor 7-6," kata Mourinho di laman resmi UEFA.

"Kami punya peluang untuk menjadikan skor 3-0 sebelum babak pertama berakhir. Saya memberikan pujian kepada pemain saya karena permainan pressing adalah buah dari latihan dan gol Valverde adalah hasil dari kerja keras itu."

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama