tirto.id - Sabah FK, juara Liga Azerbaijan, bakal menjalani debut di babak utama Liga Champions 2026/27 dengan menghadapi Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris pada Jumat (11/9/2026).
The Owls datang bersama juru taktik Valdas Dambrauskas yang dua dekade lampau meniti karier dunia kepelatihan dengan menangani klub amatir lokal London, Kingsbury London Tigers.
Sabah FK didirikan sembilan tahun lampau, tepatnya pada 9 September 2017. Pada tahun yang sama, Manchester United yang kala itu dilatih Jose Mourinho, meraih trofi Eropa terakhir mereka, Europa League.
Sepanjang 9 tahun itu, Iblis Merah merasakan 8 kali pergantian pelatih, termasuk caretaker dan interim, dengan raihan 2 trofi. Dalam kurun waktu yang sama, Sabah FK promosi dari I Liqa (Divisi Kedua atau terbawah di Liga Azerbaijan), promosi, dan meraih 3 gelar, juga dengan bongkar-pasang juru taktik.
Tiga gelar Sabah FK, yaitu sekali juara Liga Azerbaijan dan dua kali pemenang Piala Azerbaijan, memang datang dalam dua musim pemungkas. Namun, itu adalah buah proses panjang The Owls, yang pada musim pertama di kompetisi teratas hanya finis peringkat 7 dari 8 peserta.
Dongeng Sembilan Tahun Sabah FK
Saat pertama kali mendengar nama Sabah, tidak sedikit penggemar sepak bola mengira yang dimaksud adalah Sabah FC, klub penghuni Liga Super Malaysia. Namun, markas Sabah FC di Malaysia dan Sabah FK di Azerbaijan memiliki jarak lebih dari 7.500 kilometer.
Nama Sabah FK berasal dari kata "sabah" yang dalam bahasa Azerbaijan berarti "esok hari" atau "masa depan". Klub ini berasal dari Masazir, distrik Absheron, pinggiran barat laut Baku, ibu kota negara Azerbaijan. Kandang Sabah FK adalah Bank Respublika Arena yang punya kapasitas 8.600 penonton atau hanya seperdelapan dari Old Trafford, markas Manchester United.
Pada musim pertamanya tampil di I Liqa, Sabah FK hanya finis peringkat 5 klasemen akhir. Namun, setelah sang pemenang kompetisi, Khazar Baku, gagal mendapatkan lisensi promosi, tiket bertarung ke kompetisi teratas dipegang oleh Sabah FK.

Menghadapi tim-tim kuat divisi teratas Liga Azerbaijan, Sabah FK butuh waktu panjang untuk bisa bersaing. Setelah terus berkutat di papan bawah dari total 8 peserta dalam 4 musim awal, The Owls tembus runner-up pada musim 2022/23.
Catatan apik itu membuat Sabah FK berhak tampil di Conference League atau UECL 2023/24. The Owls tentu tidak masuk babak utama. Mereka harus memulai dari kualifikasi kedua, dan gugur bahkan saat berlaga di kualifikasi ketiga lawan Partizan (Serbia).
Namun, pengalaman bermain di Eropa jadi pelecut Sabah untuk terus berprestasi. Faktanya, sudah 4 musim beruntun mereka selalu jadi wakil Azerbaijan di kompetisi kontinental, yang menunjukkan konsistensi klub yang berjuluk The Black-pinks itu.

Gelar pertama Sabah FK didapatkan di Piala Azerbaijan 2024/25. Mereka mampu mengalahkan sang juara bertahan kala itu, Qarabag, dengan skor 2-3 lewat perpanjangan waktu.
Trofi tersebut hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar. Musim 2025/26, seiring dengan kedatangan pelatih Valdas Dambrauskas, Sabah menciptakan sejarah besar.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Sabah FK menjadi juara Liga Azerbaijan. Ini bukan perkara mudah. Pasalnya, dalam 12 musim sebelumnya, hanya ada 2 pemenang kompetisi, yaitu Qarabag dengan 11 gelar, dan Neftci lewat 1 gelar pada 2021/22. Sabah FK jadi tim pertama yang menghentikan dominasi Qarabag yang nyaris juara lima musim beruntun.
Gelar juara Liga Azerbaijan itu dikawinkan dengan trofi Piala Azerbaijan kedua dalam sejarah klub. Jadilah Sabah FK meraup double winners. Puja-puji pun mengarah pada sang pelatih anyar, Valdas Dambrauskas.
Sihir Dambrauskas untuk Klub Esok Hari
Bersama Sabah FK, Valdas Dambrauskas memiliki rasio kemenangan 68,52 persen. Ia menang 37 kali dari total 54 laga.
Sang pelatih asal Lithuania sebelumnya gonta-ganti klub, mulai dari Ekranas (Lituania), RFS (Latvia), Ludogorets Razgrad (Bulgaria), Hajduk Split (Kroasia), Omonia (Siprus), hinga Diosgyor (Hungaria). Bisa meraih 13 gelar di 5 klub berbeda menunjukkan kejelian taktik Dambrauskas.
Salah satu pencapaian terbaik juru taktik berusia 49 tahun itu adalah catatan apik Sabah FK di kualifikasi Liga Champions 2026/27. Meskipun berstatus juara Liga Azerbaijan, The Owls tidak punya keuntungan apa pun. Mereka memulai kompetisi dari titik terendah, yaitu kualifikasi ronde pertama.
Segalanya berjalan mulus kala Sabah FK menaklukkan wakil Wales, The New Saints via agregat 4-1. Begitu pula di kualifikasi ronde kedua ketika mereka menjatuhkan KuPS (Finlandia) via agregat 3-0.
Tantangan datang di ronde ketiga. Bertandang lebih dahulu ke markas AGF (Denmark), Sabah FK kalah 2-1. Namun, saat tampil di Masazir, The Owls menang telak 4-0 sehingga lolos via agregat 5-2.
Remontada itu tidak terjadi sekali, tetapi dua kali. Di babak playoff, Sabah jumpa Hapoel Be'er Sheva, klub Israel. Kalah 2-1 di leg pertama, harapan tampak tipis. Namun, sekali lagi The Owls bangkit. Mereka menang 5-2 di kandang, meski sempat tertinggal 0-1. Alhasil, dengan agregat 6-4, Sabah lolos ke babak utama, league phase, tempat berkumpulnya 36 klub terbaik di Eropa.
"Mungkin pada saat-saat terakhir, sebagian orang telah kehilangan harapan. Namun, anak-anak berjuang hingga akhir. Kami sekarang berada di kompetisi terbaik dunia, bakal bertarung melawan tim-tim hebat. Saat ini, saya adalah orang paling bahagia di dunia," papar Dambrauskas dalam konferensi pers usai laga kontra Hapoel pada 25 Agustus 2026 lalu.

Bisa menantang klub-klub elite Eropa, termasuk Manchester United sebagai lawan pertama, adalah buah perjalanan panjang Valdas Dambrauskas.
Pada 2002 lalu, dalam usia 25 tahun, Dambrauskas menang dalam kuis Šeši nuliai – milijonas, versi Lituania dari Who Wants to Be a Millionaire?. Mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 4.000 litas, Dambrauskas pergi merantau ke Inggris demi hasratnya untuk sepak bola.
Ia belajar ilmu olahraga dan kepelatihan di London Metropolitan University. Sembari menyelam, minum air. Dambrauskas juga bekerja sebagai pelatih di sejumlah akademi pemuda termasuk Fulham, Manchester United, dan Brentford.
Posisi sebagai pelatih kepala tim senior untuk pertama kali didapatkan Dambrauskas di Kingsbury London Tigers, klub di Spartan South Midlands Football League Premier Division. Sukses di sana menjadi titik tolak sang juru taktik berangkat ke Ekranas, yang dilanjutkan dengan petualangan di kawasan Eropa Timur dan Balkan. Total, termasuk Sabah FK, sudah 10 klub senior yang ditangani oleh Dambrauskas.
Liliput dalam Kepungan Raksasa UCL
Masuknya Sabah FK ke league phase Liga Champions 2026/27 ibarat bocah kecil yang harus langsung bertarung lawan orang-orang dewasa. The Owls adalah klub dengan posisi paling buncit di pot 4 dalam undian UCL musim ini. Poin mereka dalam koefisien UEFA hanya 6.000.
Sebagai perbandingan, Manchester United, sang lawan pertama, punya 76.500 poin dan duduk di pot 2. Sementara itu, Barcelona, lawan terkuat Sabah FK di fase liga ini, mengoleksi 113.250 angka.
Dengan nilai pasar skuad yang berdasarkan data Transfermarkt hanya berkisar 17 juta Euro (sekitar Rp350 miliar), The Owls akan menghadapi rentetan laga tak biasa di UCL.
Ini dimulai dari partai kontra Manchester United (11 September 2026), Slavia Praha (14 Oktober 2026), Borussia Dortmund (21 Oktober 2026), Viking (5 November 2026), Barcelona (25 November), Villarreal (9 Desember), Napoli (20 Januari 2027) dan terakhir Arsenal (29 Januari 2027).
Peluang Sabah FK menjadi menjadi "lumbung gol" sangat terbuka. Namun, kesempatan untuk menciptakan kejutan bukannya tidak ada.
Qarabag, rival Sabah di Liga Azerbaijan, musim lalu menciptakan sejarah sekaligus standar tinggi untuk klub-klub negara kawasan Kaukasus Selatan tersebut di level kontinental. Ketika itu Qarabag finis posisi 17 league phase dengan catatan 3 menang, 1 seri, dan 4 kalah. Klub tersebut jadi wakil Azerbaijan pertama yang lolos ke fase knockout dalam sejarah UCL.
Bagi Sabah, keberhasilan Qarabag adalah tolok ukur sekaligus beban. Menyamai capaian Qarabag finis peringkat 17 league phase terdengar seperti misi mustahil jika melihat daftar lawan yang mengepung mereka di UCL 2026/27. Namun, sepuhan Dambrauskas di samping militansi pemain The Owls bisa jadi kunci sang liliput membalikkan situasi sulit.
Laga di Old Trafford melawan Manchester United pada Jumat (11/9/2026) menjadi ujian pembuka dari perjalanan panjang Sabah FK di league phase UCL 2026/27. Di lapangan tempat pahlawan-pahlawan sepak bola dunia dilahirkan, klub mungil asal Masazir dan sang pelatih mantan pemenang kuis televisi siap mengukir sejarah baru di Eropa.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































