Menuju konten utama

Saat Jemaah Haji Indonesia Berburu Oleh-oleh di Pasar Kakiyah

Pasar yang jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram ini menjadi destinasi favorit jemaah haji Indonesia karena harga barangnya murah.

Saat Jemaah Haji Indonesia Berburu Oleh-oleh di Pasar Kakiyah
Suasana jemaah haji Indonesia berbelanja di Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Jemaah berburu oleh-oleh sebelum pulang ke Tanah Air bagi gelombang pertama. Foto: Abdul Aziz/Tirto/2026.

tirto.id - Puncak haji sudah usai. Jemaah haji Indonesia memanfaatkan waktu yang tersisa dengan bermacam kegiatan. Ada yang melakukan city tour ke Jabal Nur, Jabal Rahma, museum wahyu, hingga museum Haramain. Adapula yang ambil miqat ke Tan'im atau Ji'rana untuk umrah sunnah maupun badal. Akan tetapi, tak sedikit juga jemaah yang berburu oleh-oleh sebelum pulang ke Tanah Air.

Selain pertokoan di dekat hotel jemaah dan pusat perbelanjaan di sekitar Masjidil Haram, seperti Clock Tower, jemaah haji Indonesia juga banyak yang berburu buah tangan di Pasar Kakiyah yang berada di Jalan Ibrahim al-Khalil di Distrik Al-Kakiyah. Bentuknya pertokoan, mirip Pasar Tanah Abang di Jakarta.

Pasar tradisional yang jarak tempuhnya sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram ini menjadi destinasi favorit jemaah haji Indonesia. Layaknya konsumen yang menginginkan barang berkualitas dengan harga terjangkau, para jemaah cenderung mencari pusat belanja yang lengkap dan ramah di kantong.

Jurnalis Tirto yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) 2026 berkesempatan reportase langsung ke lokasi pada Sabtu (6/6/2026) pagi. Saat menginjakkan kaki di kawasan yang kerap disebut 'Tanah Abang-nya Makkah' itu, tampak ramai dengan jemaah haji Indonesia yang berburu oleh-oleh.

Ficer Haji

Suasana jemaah haji Indonesia berbelanja di Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Jemaah berburu oleh-oleh sebelum pulang ke Tanah Air bagi gelombang pertama. Foto: Abdul Aziz/Tirto/2026.

Di pasar tersebut, terdapat kurang lebih 200 ruko yang menjual beragam barang grosir, mulai dari abaya, gamis, kurma, peci, serban, sajadah, tasbih, gantungan kunci, tas, miniatur Ka'bah, teko Arab, parfum, hingga mainan anak-anak.

Harganya lumayan miring jika dibandingkan dengan di tempat lain. Sebagai perbandingan, harga coklat dubai Kunafa Pistachio Cream hanya 30 riyal, padahal di salah satu tempat perbelanjaan di Jeddah, 1 kg dipatok harga hingga 60 riyal.

Namun, jika dibandingkan dengan toko oleh-oleh di dekat hotel jemaah haji Indonesia, harganya tidak terlalu jauh. Misalnya untuk harga peci produk Bangladesh dengan kualitas yang sama. Kuncinya hanya satu: ditawar.

Saya membeli peci di toko dekat hotel jemaah harganya 5 riyal. Tentu harga ini sudah ditawar habis-habisan, dari 10 riyal menjadi 5 riyal. Namun di Pasar Kakiyah, kita tidak perlu nawar jika beli satuan karena harganya sudah 5 riyal. Akan tetapi, jika beli banyak, setidaknya selusin, maka harganya akan didiskon.

Ficer Haji

Suasana jemaah haji Indonesia berbelanja di Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Jemaah berburu oleh-oleh sebelum pulang ke Tanah Air bagi gelombang pertama. Foto: Abdul Aziz/Tirto/2026.

Pasar Kakiyah Jadi Favorit Jemaah Indonesia

Nama lengkap pasar ini adalah Sûq al-Ka’kiyah lil Jumlah atau pasar grosir Kakiyah. Meski berada di Makkah, tidak semua barang yang dijual berasal dari Arab Saudi.

Sebagian besar produk justru berasal dari Cina hingga Bangladesh. Pasar Kakiyah dikenal sebagai salah satu pusat belanja murah di Makkah.

Di pasar tiga lantai ini, harga barang bervariasi mulai dari 2 riyal hingga 100 riyal. Hampir semua kebutuhan oleh-oleh tersedia di lokasi ini. Sebagai contoh, boneka unta dijual di kisaran 10-30 riyal, yang dinilai lebih murah dibandingkan harga di area hotel jemaah haji Indonesia.

Seorang jemaah haji asal Surabaya, Jawa Timur, Suparman, mengaku, sengaja datang ke Kakiyah untuk berbelanja oleh-oleh sebelum kembali ke Tanah Air.

Dia membeli gamis untuk istri dan anak-anaknya, serta gantungan kunci, tasbih, dan cokelat.

"Ini tadi belanja gamis untuk ibu-ibu, dan juga untuk anak-anak. Gantungan kunci sama tasbih. Sama tadi cokelat juga," kata Suparman saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Pasar Kakiyah.

Ficer Haji

Seorang jemaah haji asal Surabaya, Jawa Timur, Suparman, saat belanja di Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Foto: Abdul Aziz/Tirto/MCH 2026.

Suparman mengaku datang bersama rombongan jemaah haji lainnya. Suparman awalnya tidak begitu tahu persis pasar yang murah di Makkah. Dia mengetahui bahwa Pasar Kakiyah menawarkan harga murah dari temannya di KBIHU.

Saat ditanya mengenai barang yang masih akan dibeli, Suparman berseloroh masih cukup banyak. "Banyak banget," katanya sambil tertawa lebar.

Lebih jauh, Suparman setuju bahwa harga barang di Pasar Kakiyah tergolong terjangkau dan ramah di kantong jemaah.

"Menurut saya murah," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Agustina, jemaah haji asal Sumatra Selatan. Di Pasar Kakiyah, perempuan yang akrab disapa Tina itu membeli coklat, aneka macam kacang, hingga aksesoris.

Alasan Tina berbelanja di Pasar Kakiyah karena murah. Barang-barang yang dijual di pasar ini lengkap, sehingga jemaah haji yang ingin mencari buah tangan apa pun bisa mencarinya di satu kompleks ini.

"Terus juga ini, pegawainya bisa bahasa Indonesia, bisa bayarnya dengan rupiah," kata Tina menambahkan.

Ficer Haji

Agustina, jemaah haji asal Sumatra Selatan, saat berbelanja di Pasar Kakiyah, Makkah, Sabtu (6/6/2026). Foto: Abdul Aziz/Tirto/MCH 2026.

Tina mengatakan, barang-barang yang tersedia di Pasar Kakiyah lebih murah dibandingkan tempat lain, apalagi bisa menawar. Kalaupun tidak bisa menawar, kata Tina, harganya tetap relatif murah dibandingkan di tempat lain.

"Tapi dibandingkan dengan Madinah kemarin, ada teman-teman yang belanja, katanya lebih murah di sini," kata Tina.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - News Plus
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher