Menuju konten utama

Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.895 per US$ Jelang Pengumuman MSCI

Rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen dari penutupan hari sebelumnya di level Rp17.843 per dolar AS.

Rupiah Ditutup Lesu ke Rp17.895 per US$ Jelang Pengumuman MSCI
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.859 pada perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2026). Rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen dari penutupan hari sebelumnya di level Rp17.843 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah muncul menjelang hasil evaluasi MSCI. Sebelumnya, pasar juga sempat tertekan setelah rilis Global Market Accessibility Review yang menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif.

"Sejumlah catatan terkait transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float serta indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi dan informasi perusahaan emiten sering tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris," ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.

Selain itu, pasar juga masih mencermati rentetan persoalan yang menimpa sejumlah perusahaan manufaktur dalam negeri. Berbagai isu seperti penghentian produksi, perumahan karyawan, keterlambatan pembayaran gaji, hingga relokasi investasi ke negara lain dinilai menjadi sinyal melemahnya daya saing industri manufaktur nasional.

Terlebih, empat perusahaan dikabarkan berpotensi melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya imbas perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Ada pula rumor terkait perpindahan pabrik otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam.

"Apabila relokasi benar terjadi, dampak langsung terhadap pabrikan kendaraan di dalam negeri akan bergantung pada tujuan produksi pabrik tersebut. Jika memasok kebutuhan domestik, produsen kendaraan harus mencari pemasok pengganti. Namun, apabila mayoritas produksinya diekspor, dampaknya lebih besar terhadap penerimaan negara," tuturnya.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi rupiah masih akan bergerak fluktuatif terhadap dolar AS. "Namun ditutup melemah direntang Rp17.850-Rp17.900 per dolar AS," tuturnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana