Menuju konten utama

AS Investigasi Tesla Usai Mode Kemudi Otomatis Tewaskan Lansia

Fitur mengemudi otomatis mobil Tesla diduga tak sepenuhnya berfungsi optimal. Pihak berwenang AS lakukan penyelidikan usai insiden Tesla tewaskan lansia.

AS Investigasi Tesla Usai Mode Kemudi Otomatis Tewaskan Lansia
Ilustrasi Mobil Auto Pilot. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Teknologi kemudi otomatis mobil Tesla kini tengah diinvestigasi lembaga pengawas keselamatan lalu lintas Amerika Serikat (AS). Teknologi itu diduga merupakan penyebab dari kecelakaan maut yang menewaskan seorang lansia di Texas pada Jumat (19/6/2026) lalu.

Seturut Al Jazeera, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) telah secara resmi membuka investigasi terhadap model teknologi kemudi otomatis Tesla. Hal ini diumumkan NHTSA pada Senin (22/6).

“NHTSA meluncurkan investigasi kecelakaan khusus,” kata seorang juru bicara NHTSA.

Investigasi itu dilakukan untuk menyelidiki fakta di balik peristiwa kecelakaan di Texas pada Jumat, ketika sebuah mobil Tesla Model 3 menabrak sebuah rumah secara tiba-tiba. Insiden ini membuat seorang perempuan berusia 76 tahun meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Kantor Sheriff Harris County Texas, pengemudi mobil Tesla menyebut dirinya sedang menggunakan bantuan sistem kemudi otomatis ketika insiden terjadi. Polisi memastikan pengemudi tersebut tidak dalam keadaan mabuk saat tabrakan terjadi.

Teknologi autopilot Tesla ini beberapa kali mendapatkan sorotan tentang keselamatan dan keamanan sistemnya dalam beberapa tahun terakhir. Insiden yang melibatkan teknologi ini, seperti yang baru saja terjadi pada Jumat lalu di Texas, bukan pertama kali.

Pada Oktober 2025 lalu, NHTSA juga telah membuka investigasi terhadap teknologi ini. Kala itu, investigasi dimulai setelah NHTSA menerima 58 laporan insiden mobil Tesla menerobos lampu merah atau berbelok ke jalur yang salah ketika menggunakan FSD (Full Self-Driving)

Pada Maret 2026 lalu, lembaga yang sama juga menginvestigasi tingkat keamanan FSD Tesla terkait kinerjanya di tengah kondisi visibilitas buruk. Investigasi itu menyelidiki apakah FSD tetap optimal meski digunakan dalam situasi kabut, silau matahari, dan faktor penghalang lainnya.

Elon Musk Bantah Ada Masalah pada FSD Tesla

Sementara itu, CEO Tesla Elon Musk telah membantah kemudi otomatis pada mobil Tesla merupakan biang keladi dari insiden. Menurutnya, kemudi otomatis Tesla diprogram hanya untuk kecepatan rendah, sementara insiden yang terjadi melibatkan kecepatan di atas batas teknologi itu.

“FSD [Full Self-Driving] mengemudi perlahan di jalan-jalan perumahan, dan ini adalah kecelakaan kecepatan tinggi,” kata Musk.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Presiden AI Tesla, Ashok Elluswamy. Menurutnya, pengemudi mobil tampaknya telah mengesampingkan sistem kemudi otomatis dan secara manual menekan pedal gas.

“Mereka mencapai kecepatan 73 mph [117 km/jam] selama kecelakaan, dan pedal gas tetap ditekan bahkan setelah kecelakaan,” tutur Elluswamy dalam keterangannya di X.

Dalam keterangannya itu, Elluswamy membantah bahwa teknologi perusahaan telah menyebabkan kecelakaan itu. Namun, ia tidak menjelaskan sumber dari pernyataannya itu.

Elon Musk selama ini dikenal sebagai pihak yang terus mendorong teknologi mengemudi otomatis lewat perusahaan Tesla miliknya. Dalam strategi jangka panjang Tesla, Musk memprediksi 90 persen semua pengemudian di AS akan bersifat otonom dalam kurun waktu satu dekade ke depan.

Dalam produk kendaraan milik Tesla, teknologi kemudi otomatis ini disebut sebagai Full Self-Driving atau FSD. Meskipun dipasarkan sebagai teknologi kemudi otomatis, namun FSD sebenarnya tidak sepenuhnya otonom karena perlu pengawasan manusia secara terus menerus.

Baca juga artikel terkait MOBIL TESLA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar