tirto.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan, beberapa pengusaha telah menyatakan niatnya untuk mengoleksi obligasi yang dirilis dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia itu, Patriot Bond.
Beberapa pengusaha yang telah menyatakan niatnya, di antaranya adalah Prajogo Pangestu, pendiri sekaligus si empunya Barito Pacific Group. Selain itu, ada pula crazy rich Indonesia dari Grup Djarum, kendati tak diungkap Rosan siapa orang tersebut.
“Semua ikut berpartisipasi kok. Iya, mereka (Prajogo Pangestu dan Grup Djarum) berminat,” ujarnya, kepada awak media, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025).
Sebelumnya, kepada Reuters, CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan rencana penerbitan Patriot Bond telah diterima dengan baik oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia.
Selain Prajogo Pangestu, Garibaldi Thohir alias Boy Thohir dari Alam Tri Group dan Franky Widjaja dari Sinar Mas Group menjadi deretan crazy rich yang disebut Pandu telah menyatakan minatnya untuk membeli Patriot Bond.
“Beberapa orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu, yang mengendalikan Barito Pacific Group, Garibaldi Thohir dari Alam Tri Group, dan Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, telah menyatakan minatnya untuk membeli Patriot Bond,” kata Pandu, dikutip dari Reuters, Rabu (27/8/2025).
Sebagai informasi, Patriot Bond adalah instrumen pembiayaan berupa surat utang yang direncanakan bakal diterbitkan melalui mekanisme private placement. Melalui penerbitan Patriot Bond, Danantara menargetkan bakal memperoleh dana segar sebesar Rp50 triliun pada Oktober mendatang.
Sementara itu, Patriot Bond rencananya bakal diterbitkan dengan tenor 5 dan 7 tahun, dengan tingkat bunga jauh lebih rendah dari bunga surat utang yang diterbitkan pemerintah di pasar uang domestik, yakni hanya sebesar 2 persen.
Pandu mengatakan instrumen-instrumen tersebut juga sebagian bersifat simbolis. "Ini merupakan ajakan bagi dunia usaha untuk bersatu dan berkontribusi bagi kemajuan kita," tambahnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































