tirto.id - RIFTSTORM, gim multiplayer kooperatif resmi dirilis secara global lewat Steam Early Access pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dikembangkan oleh Confiction Labs bersama Agate sebagai co-development partner, para pemain dalam gim ini bakal menghadapi ancaman supranatural melalui kombinasi karakter, persenjataan, dan kemampuan unik yang terus berkembang sepanjang permainan.
Dalam RIFTSTORM yang bergenre actionini, player bakal terjun sebagai skuad Weaver ke dalam misi berbahaya yang penuh tantangan. Pemain bakal menghadapi gelombang musuh yang makin lama makin ganas, sekaligus mesti menjarah material dan senjata langka.
Berdasarkan rilis yang diterima Tirto.id, gim ini dirancang agar mudah dipelajari oleh pemain baru. RIFTSTORM menawarkan kedalaman build dan progres bagi pemain yang ingin menguasai sistemnya. Pendekatan tersebut dibentuk melalui berbagai tahap pengujian dan penyempurnaan selama hampir lima tahun.
Ini dimulai dengan fase Public Pre-Alpha pertama. Dalam fase tersebut, lebih dari 5.000 pemain berpartisipasi. Rata-rata waktu bermain mencapai 1 jam 39 menit, sementara sejumlah pemain mencatatkan lebih dari 50 jam. Berikutnya, dalam fase Public Pre-Alpha Kedua, partisipasi player meningkat menjadi lebih dari 22.000 pemain dari 110 negara, dengan total waktu bermain melampaui 22.000 jam.
Ketika tiba di fase Public Alpha Oktober 2024, RIFTSTORM menempati posisi pertama Global Trending Free di Steam selama tiga hari berturut-turut, dalam rentang 19–21 Oktober 2024. Selanjutnya, saat Steam Next Fest Juni 2025, demo RIFTSTORM masuk dalam daftar Top 50 Most Played Demos di antara lebih dari 2.600 demo yang berpartisipasi dalam event tersebut.
Pengembangan RIFTSTORM tidak lepas dari berbagai tantangan. Selama hampir lima tahun, tim menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya, perubahan perilaku pemain, dinamika industri game global, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan untuk terus mengevaluasi arah produk. Ratusan ide, konsep, dan sistem telah diuji, disaring, atau bahkan ditinggalkan untuk membentuk versi yang kini tersedia bagi publik.
Lebih dari 120 talenta Indonesia terlibat dalam berbagai fase pengembangan proyek RIFTSTORM. Ini termasuk profesional diaspora Indonesia yang sebelumnya pernah berkontribusi pada franchise internasional seperti Dynasty Warriors, Magic: The Gathering, Warhammer, Yu-Gi-Oh!, SMITE, hingga Samurai Warriors. Melalui RIFTSTORM, pengalaman internasional tersebut dipertemukan dengan kapasitas produksi yang dibangun oleh tim di Indonesia.
“RIFTSTORM memberikan kesempatan langka untuk menyatukan developer berbakat di Bandung dengan profesional diaspora Indonesia di berbagai negara dalam satu proyek besar dan menantang. Memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk berkarya, berkembang, dan membawa hasil pekerjaannya ke pasar global telah menjadi bagian dari misi Agate sejak 17 tahun lalu. Saya bangga dan bersyukur atas kesempatan ini,” ujar Shieny Aprilia, CEO Agate
Selama fase Steam Early Access yang sudah berlangsung sejak 11 Agustus 2026, Confiction Labs dan Agate terus mengembangkan proyek ini melalui pembaruan konten, penyempurnaan gameplay, penambahan karakter, senjata, musuh, variasi misi, serta berbagai fitur baru berdasarkan masukan komunitas hingga peluncuran versi penuh.

Tantangan berikutnya bagi RIFTSTORM adalah membangun basis pemain, berkembang bersama komunitas global, dan melanjutkan perjalanannya menuju versi 1.0.
“Bagi saya, RIFTSTORM merupakan salah satu proses belajar terbesar dalam perjalanan sebagai pengembang. Tim telah mencurahkan waktu, tenaga, dan keahliannya untuk proyek ini, dengan dukungan keluarga, rekan industri, kreator konten, media, dan komunitas pemain dari berbagai negara. Membawa RIFTSTORM ke Early Access bukanlah garis akhir, dan kami menyadari bahwa kami belum memiliki semua jawabannya. Ini adalah kesempatan untuk terus belajar, mendengarkan pemain, dan membangun RIFTSTORM menjadi lebih baik bersama-sama,” papar Fandry Indrayadi, Creative Director Confiction Labs.
Momentum peluncuran RIFTSTORM hadir ketika industri game global terus berkembang dan semakin kompetitif. Laporan Global Games Market Report 2025 dari Newzoo memperkirakan pendapatan industri game global mencapai US$188,8 miliar pada 2025. Di Indonesia, data Asosiasi Game Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipublikasikan pada 2025 memperkirakan nilai pasar game nasional mencapai sekitar Rp30 triliun, terbesar di Asia Tenggara dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-15 dunia.
Di sisi lain, pengembang lokal baru menikmati sekitar 2,5% dari nilai tersebut. Kondisi ini memperlihatkan besarnya peluang sekaligus tantangan bagi studio Indonesia untuk membangun kapasitas produksi, menciptakan karya yang kompetitif, dan menjangkau pemain global.
Anda yang tertarik mengikuti informasi terbaru seputar game dan esport dari Tirto.id dapat mengunjungi tautan berikut.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































