Menuju konten utama

Respons UEA Soal Perang AS-Israel vs Iran & Update Situasi

Respons Uni Emirat Arab (UEA) mengenai perang yang sedang terjadi saat ini antara AS-Israel vs Iran dan situasi di negara tersebut.

Respons UEA Soal Perang AS-Israel vs Iran & Update Situasi
Suasana gedung Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (2/11/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

tirto.id - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menggelar konferensi pers sebagai respons terhadap perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang saat ini sedang berlangsung. Dalam kesempatan itu, otoritas UEA menyampaikan beberapa poin penting termasuk situasi terkini.

Menyikapi konflik yang sedang terjadi di Iran, Pemerintah UEA menyampaikan bahwa negara tersebut berada dalam kondisi siap menghadapi situasi keamanan regional yang memanas, namun tetap berupaya menjaga stabilitas dan menghindari eskalasi konflik.

Pemerintah menegaskan bahwa UEA memiliki kemampuan dan kesiapan militer yang memadai untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya jika terjadi serangan atau ancaman terhadap keamanan nasional.

UEA menjadi salah satu target serangan balasan Iran karena di negara tersebut, terdapat pangkalan militer Amerika Serikat. Meski hanya menyerang satu titik tersebut, namun UEA tetap bersiap jika negara mereka diserang oleh negara manapun, termasuk Iran.

Update Situasi di UEA di Tengah Perang AS-Israel vs Iran

Sejak awal konflik terjadi yakni pada 28 Februari 2026, UEA melaporkan sejumlah serangan yang berasal dari Iran dengan berbagai jenis senjata. Tercatat sebanyak 186 rudal balistik diluncurkan ke wilayah UEA, namun 172 di antaranya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target.

serangan Iran di pelabuhan Jebel Ali Dubai

Kepulan asap membubung dari pelabuhan Jebel Ali setelah serangan Iran yang dilaporkan terjadi di Dubai pada 1 Maret 2026. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 dan musuh bebuyutan Barat, tewas dalam serangan pembuka dari serangan besar-besaran AS dan Israel, yang memicu gelombang serangan rudal balasan baru dari Teheran pada 1 Maret. (Foto oleh Fadel SENNA / AFP)

Selain itu, Iran juga mengirimkan 812 drone, dengan 755 di antaranya berhasil dicegat. Serangan lain berupa 8 rudal jelajah juga dilaporkan, tetapi seluruhnya berhasil dihancurkan sehingga tidak mencapai sasaran di darat.

Meskipun sebagian besar serangan berhasil digagalkan, beberapa dampak tetap terjadi. Tercatat tiga orang meninggal dunia dan 68 orang mengalami luka ringan.

Selain korban manusia, terdapat kerusakan terbatas pada beberapa fasilitas sipil. Namun, menurut laporan resmi, sebagian besar kerusakan tersebut bukan disebabkan oleh serangan langsung dari rudal atau drone, melainkan oleh pecahan atau puing-puing dari proyektil yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara saat jatuh ke permukaan.

Pemerintah UEA menegaskan sikapnya untuk tidak memperluas konflik yang sedang berlangsung. Menteri Kerja Sama Internasional UEA, Reem Al Hashimy, menyampaikan bahwa negaranya tidak menginginkan eskalasi perang yang dapat memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.

Ia menekankan bahwa pendekatan militer bukanlah solusi jangka panjang untuk menciptakan keamanan dan perdamaian di wilayah tersebut.

Menurutnya, penggunaan kekuatan bersenjata hanya berpotensi memicu siklus konflik baru dan meningkatkan ketegangan antar negara. Oleh karena itu, UEA mendorong agar penyelesaian masalah dilakukan melalui dialog diplomatik, negosiasi, dan kerja sama internasional.

Selain itu, pemerintah UEA juga menegaskan bahwa wilayah negaranya tidak akan digunakan sebagai basis atau titik peluncuran serangan terhadap Iran, sebagai bentuk upaya menjaga netralitas dan mencegah konflik meluas.

Sebagai respons terhadap serangan yang terjadi, pemerintah UEA mengambil sejumlah langkah diplomatik yang tegas namun tetap berada dalam kerangka hukum internasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menutup sementara kedutaan besar UEA di Teheran demi menjaga keselamatan staf diplomatik.

Pemerintah juga menarik sebagian staf diplomatik dari Iran sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan. Selain itu, UEA memanggil duta besar Iran di Abu Dhabi untuk menyampaikan protes resmi serta menuntut penjelasan terkait serangan yang dilaporkan berasal dari wilayah Iran.

Dalam upaya mendapatkan dukungan internasional, UEA juga mengajukan permintaan kepada Dewan Keamanan PBB agar mengecam serangan tersebut dan membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah terulangnya tindakan serupa serta menjaga stabilitas keamanan regional.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra