tirto.id - Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) mencapai sekitar 60 juta orang pada 2027. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan, jumlah penerima manfaat diperkirakan berkurang setelah proses pemutakhiran data karena masih ditemukan penerima yang tercatat ganda.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan angka tersebut masih dapat berubah seiring proses finalisasi pendataan.
"Penerima manfaat, kira-kira 60-an, 60-an, 63-an ya? Kira-kira 60-an sekian juta," kata Zulhas, usai rapat koordinasi soal MBG di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Saat ditanya apakah target tersebut merupakan hasil penyesuaian setelah refocusing anggaran, Zulhas membenarkannya. Namun, ia menyatakan, proses validasi data masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu hampir dua bulan.
"Iya [angka setelah] refocusing, kemudian didata, tapi ini masih sementara ya, karena yang data final itu, kan, kita perlu waktu hampir dua bulan, ya. Hari ini sudah dapat angka kira-kira 63 [juta], tapi masih plus minus," ujarnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan proses pemutakhiran data masih dilakukan untuk menghilangkan potensi data ganda penerima manfaat maupun titik layanan MBG.
Ia menyampaikan proses penyisiran dilakukan dengan mencocokkan data dari berbagai kementerian dan lembaga agar penerima manfaat MBG lebih tepat sasaran, terutama di wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi.
"Keputusan-keputusan sudah kita ambil. Yang jelas kita yang ada sekarang ini ada 27.000 sekian kita lagi sisir, termasuk penerima manfaat di sekolah mana kita sisir semua. Beres, kemudian minggu depan mana yang kurang, itu prioritas kita," kata Sudaryono.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































