Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google
tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi desakan publik dalam aksi-aksi demonstrasi agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan, sebagai pimpinan BGN, ia hanya bisa menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, meskipun ramai pro-kontra dari masyarakat terkait program MBG.
Menurutnya, MBG sebetulnya merupakan program yang memiliki niat baik, dan ia berharap masyarakat dapat meresponsnya secara positif.
“Kalau saya, Pak Trenggono, ini kan diangkat, diperintah Bapak Presiden untuk memperbaiki BGN. Itu yang kami lakukan dan itu yang sebenarnya kami jaga, supaya program ini yang sebenarnya niatnya baik itu ditangkap oleh publik juga baik,” kata Arumsari kepada para wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Arumsari menjelaskan saat ini ada banyak anak-anak Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi. Hal itu diketahui dari berbagai data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Meski begitu, Arumsari menegaskan bahwa pelaksanaan MBG masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu disesuaikan.
Ia mencontohkan, nantinya penyaluran MBG kepada anak-anak yang sudah melewati usia intervensi akan dievaluasi lebih lanjut.
“Beberapa hal mungkin memang tidak perlu lagi lah, karena memang secara teknis sudah lewat mungkin usia intervensi tubuhnya untuk konteks kemampuan IQ dan sebagainya,” tutur Arumsari.
“Kalau untuk sehat mungkin ya oke lah, tapi keuangan kita pun kita harus terbatas, pasti harus memilih mana yang menjadi prioritas,” lanjutnya.
Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid
tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































