tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka opsi penghentian penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke siswa SMA, terutama SMA favorit di Indonesia.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyebut, penghentian penyaluran MBG bagi siswa SMA dilakukan sebagai upaya refocusing penerima manfaat MBG.
“Tujuannya adalah bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus gitu. Contoh misalnya lah, contoh gampang: SMA ya mungkin sudah tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi SMA-SMA yang favorit, yang uang sakunya anak-anaknya itu ada Rp100.000-Rp200.000 gitu ya, sekolah-sekolah yang high class gitu,” kata Arumsari kepada para wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Apabila nantinya siswa dari SMA-SMA favorit tidak lagi menerima MBG, BGN memproyeksikan akan ada pengurangan penerima manfaat sampai delapan juta orang.
Dengan begitu, BGN mengharapkan program MBG akan tersalurkan secara tepat sasaran kepada siswa-siswa yang memang membutuhkan.
“Jadi sekali lagi, refocusing ini adalah kami perlukan supaya memang pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin efisien,” tuturnya.
Arumsari tak menampik bahwa pengurangan penerima manfaat MBG itu nantinya akan ikut berpengaruh pada penataan ulang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Kita akan tata ulang ya, termasuk masalah kualitas di dapur karena tidak masuk akal ketika kita mengharapkan menghasilkan kualitas yang baik, jika dapurnya tidak sesuai dengan kaidah bagaimana flow of cooking yang baik dan sebagainyalah,” ucap Arumsari.
“Itu nanti itu adalah salah satu dampak dari refocusing,” lanjutnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































