Menuju konten utama

BGN Evaluasi Besaran Insentif SPPG, Tidak Lagi Flat Rp6 Juta

Arumsari menyatakan insentif BGN kepada SPPG akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani dan besarannya tidak akan sama.

BGN Evaluasi Besaran Insentif SPPG, Tidak Lagi Flat Rp6 Juta
Prosesi pelantikan Agustina Arumsari sebagai wakil Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengevaluasi besaran insentif yang diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan, insentif yang diberikan kepada tiap SPPG akan bervariasi, dan tidak lagi ditetapkan secara merata dengan besar Rp6 juta per harinya.

“Kami harapkan nanti insentifnya enggak flat Rp6 juta semua,” kata Arumsari usai menjalani rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia mengatakan, selama ini penetapan insentif bagi tiap SPPG ditetapkan secara merata, meskipun jumlah makanan yang mereka produksi berbeda-beda. Ke depan, BGN berharap penetapan besaran insentif itu akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang mereka layani.

“Kemudian kita akan tetapkan insentifnya tidak begitu lagi dong, dan tidak sama juga gitu, tidak sama juga bentuknya,” tegasnya.

Menurutnya, model pemberian insentif dari BGN kepada para SPPG juga akan dievaluasi. Menurutnya, sebelum diberikan insentif, SPPG harus terlebih dahulu mampu menghasilkan makanan yang berkualitas.

“Bagaimana Anda mampu menghasilkan makanan yang berkualitas, standar makanannya, keamanannya, ketahanan pangannya terpenuhi. Jadi kita akan bikin beberapa composite untuk penilaian supaya enggak sekedar 'Oh, pokoknya aku mau masak segini, ya segitu dananya'," jelas Arumsari.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher