Menuju konten utama

Rekomendasi Saham 24 Juni 2025 untuk Trading dan Jangka Panjang

Simak rekomendasi saham 24 Juni 2025 untuk trading harian dan analisanya di sini. Cek info rekomendasi saham jangka panjang.

Rekomendasi Saham 24 Juni 2025 untuk Trading dan Jangka Panjang
Layar menunjukkan pergerakan harga saham saat pembukaan perdagangan saham awal tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2025). Pada pembukaan perdagangan saham awal tahun 2025 IHSG dibuka menguat 29,36 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.109,26. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di awal pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas dibanding penutupan Jumat pekan lalu. IHSG melemah -120.00 poin (1.74%) ke level 6,787.14. Berikut ini beberapa jenis investasi yang mungkin cocok dengan tujuan investor, temukan penjelasan di artikel ini.

Ketegangan yang semakin memuncak dalam konflik Timur Tengah antara Iran vs Israel disinyalir turut berperan dalam pelemahan aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dibuka melemah 114,26 poin atau 1,65 persen ke posisi 6.792,88, IHSG betah di zona merah hingga ditutup pada sore kemarin.

Masuknya Amerika Serikat dalam perang Iran-Israel ini sudah diprediksi juga akan membuat bursa saham dunia kacau. Buktinya, selain IHSG, indeks Dow Jones Industrial Average yang melemah 0,08% ke 42.206,79, indeks S&P 500 juga melemah 0,22% ke posisi 5.967,97. Nasdaq Composite juga terkoreksi 0,43% menjadi 21.623,83.

Rekomendasi Saham untuk Trading Harian, 24 Juni 2025

Berikut rekomendasi saham pilihan untuk hari ini dan analisis lengkapnya dengan beberapa sekuritas:

1. ERAA (Erajaya Swasembada Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 540
  • Stop Loss: 515
  • Harga Penutupan: 510
Ada sinyal Breakout Trendline artinya harga sudah berhasil naik menembus garis tren yang biasanya menjadi batas pergerakan harga. Itu tanda kuat bahwa harga berpeluang untuk terus naik atau menguat dalam waktu dekat.

2. MAPA (Map Aktif Adiperkasa Tbk.)

  • Rekomendasi: Buy
  • Target Harga: 670
  • Stop Loss: 650
  • Harga Penutupan: 620
Harga memberikan sinyal Hammer yang biasanya muncul setelah harga turun dan menunjukkan bahwa penjual sudah mulai kehilangan kekuatan, lalu pembeli mulai masuk dan mendorong harga naik lagi.

Rekomendasi Saham untuk Jangka Panjang

Ada berbagai tujuan dan gaya orang saat bermain saham. Salah satu tujuannya adalah untuk investasi jangka panjang. Beberapa investasi jangka panjang terbaik yang dapat dijadikan acuan dalam memilih antara lain:

1. Saham Perusahaan yang Sedang Tumbuh Sangat Cepat

Keuntungan perusahaan biasanya tidak dibagikan ke investor dalam bentuk dividen, karena dipakai lagi untuk membesarkan bisnis. Saham-saham seperti BBRI, MDKA, UNTR, dan lainnya cocok untuk mereka yang siap ambil risiko dan sabar menunggu hasil dalam jangka menengah atau panjang.

2. Kumpulan Saham

Bagi mereka yang ingin berinvestasi namun tidak punya waktu atau tidak mau dipusingkan dengan analisis saham satu per satu, maka investasi jenis ini bisa jadi pilihan. Kumpulan saham bisa berupa reksa dana dan ETF (Exchange-Traded Fund). Contoh reksa dana di Indonesia adalah Bibit, Bareksa, Ajaib, Pluang, atau MOST (Mandiri Sekuritas).

3. Reksa Dana Obligasi

Merupakan produk investasi yang isinya adalah kumpulan obligasi (surat utang), bukan saham. Investor pemula yang ingin pendapatan stabil dan risiko lebih rendah daripada saham cocok dengan investasi jenis ini. Contoh reksa dana obligasi adalah ORI atau SBN yang dikeluarkan pemerintah.

4. Dividend Stocks

Dividend stocks adalah saham dari perusahaan yang rutin membagikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen (uang tunai), biasanya tiap 3 bulan. Investasi ini cocok untuk investor jangka panjang yang ingin penghasilan pasif rutin. Contohnya adalah BBCA, TLKM, UNVR, dan lainnya.

5. Value Stocks

Adalah saham yang harganya dianggap murah dibandingkan nilai sebenarnya (value-nya). Cocok untuk investor yang ingin aman namun tetap punya peluang untung besar. Contohnya adalah BBNI, UNTR, BRIS, dan lainnya.

6. Target-Date Funds

Adalah jenis investasi yang dirancang khusus untuk mereka yang ingin investasi jangka panjang sampai waktu tertentu. Cocok untuk yang ingin mudah dan aman dalam berinvestasi jangka panjang. Contohnya adalah saham-saham blue chip seperti TLKM, BBCA, BMRI, dan lainnya.

7. Real Estate

Investasi real estate berarti membeli properti seperti rumah, apartemen, atau tanah dengan tujuan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.

8. Saham Perusahaan Kecil

Adalah saham perusahaan kecil yang berisiko tapi punya potensi tumbuh cepat dan untung besar. Contohnya seperti WOOD, ACES, ERTX, dan lainnya.

9. Robo-Advisor Portfolio

Adalah asisten investasi otomatis yang mengelola uang sesuai tujuan dan risiko, sehingga investasi dengan mudah dan biaya rendah tanpa harus jadi ahli. Contohnya adalah Bibit, Ajaib, Bareksa, dan lainnya.

10. Roth IRA

Adalah rekening pensiun yang memungkinkan untuk menabung dengan keuntungan bebas pajak, cocok untuk investasi jangka panjang dan persiapan masa depan yang lebih aman secara finansial. Sayangnya, di Indonesia, tidak ada produk pensiun yang secara langsung setara dengan Roth IRA di Amerika Serikat.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait SAHAM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra