tirto.id - Di awal pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas dibanding penutupan Jumat pekan lalu. IHSG melemah -120.00 poin (1.74%) ke level 6,787.14. Berikut ini beberapa jenis investasi yang mungkin cocok dengan tujuan investor, temukan penjelasan di artikel ini.
Ketegangan yang semakin memuncak dalam konflik Timur Tengah antara Iran vs Israel disinyalir turut berperan dalam pelemahan aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dibuka melemah 114,26 poin atau 1,65 persen ke posisi 6.792,88, IHSG betah di zona merah hingga ditutup pada sore kemarin.
Masuknya Amerika Serikat dalam perang Iran-Israel ini sudah diprediksi juga akan membuat bursa saham dunia kacau. Buktinya, selain IHSG, indeks Dow Jones Industrial Average yang melemah 0,08% ke 42.206,79, indeks S&P 500 juga melemah 0,22% ke posisi 5.967,97. Nasdaq Composite juga terkoreksi 0,43% menjadi 21.623,83.
Rekomendasi Saham untuk Trading Harian, 24 Juni 2025
Berikut rekomendasi saham pilihan untuk hari ini dan analisis lengkapnya dengan beberapa sekuritas:
1. ERAA (Erajaya Swasembada Tbk.)
- Rekomendasi: Buy
- Target Harga: 540
- Stop Loss: 515
- Harga Penutupan: 510
2. MAPA (Map Aktif Adiperkasa Tbk.)
- Rekomendasi: Buy
- Target Harga: 670
- Stop Loss: 650
- Harga Penutupan: 620
Rekomendasi Saham untuk Jangka Panjang
Ada berbagai tujuan dan gaya orang saat bermain saham. Salah satu tujuannya adalah untuk investasi jangka panjang. Beberapa investasi jangka panjang terbaik yang dapat dijadikan acuan dalam memilih antara lain:
1. Saham Perusahaan yang Sedang Tumbuh Sangat Cepat
Keuntungan perusahaan biasanya tidak dibagikan ke investor dalam bentuk dividen, karena dipakai lagi untuk membesarkan bisnis. Saham-saham seperti BBRI, MDKA, UNTR, dan lainnya cocok untuk mereka yang siap ambil risiko dan sabar menunggu hasil dalam jangka menengah atau panjang.2. Kumpulan Saham
Bagi mereka yang ingin berinvestasi namun tidak punya waktu atau tidak mau dipusingkan dengan analisis saham satu per satu, maka investasi jenis ini bisa jadi pilihan. Kumpulan saham bisa berupa reksa dana dan ETF (Exchange-Traded Fund). Contoh reksa dana di Indonesia adalah Bibit, Bareksa, Ajaib, Pluang, atau MOST (Mandiri Sekuritas).3. Reksa Dana Obligasi
Merupakan produk investasi yang isinya adalah kumpulan obligasi (surat utang), bukan saham. Investor pemula yang ingin pendapatan stabil dan risiko lebih rendah daripada saham cocok dengan investasi jenis ini. Contoh reksa dana obligasi adalah ORI atau SBN yang dikeluarkan pemerintah.4. Dividend Stocks
Dividend stocks adalah saham dari perusahaan yang rutin membagikan keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen (uang tunai), biasanya tiap 3 bulan. Investasi ini cocok untuk investor jangka panjang yang ingin penghasilan pasif rutin. Contohnya adalah BBCA, TLKM, UNVR, dan lainnya.5. Value Stocks
Adalah saham yang harganya dianggap murah dibandingkan nilai sebenarnya (value-nya). Cocok untuk investor yang ingin aman namun tetap punya peluang untung besar. Contohnya adalah BBNI, UNTR, BRIS, dan lainnya.6. Target-Date Funds
Adalah jenis investasi yang dirancang khusus untuk mereka yang ingin investasi jangka panjang sampai waktu tertentu. Cocok untuk yang ingin mudah dan aman dalam berinvestasi jangka panjang. Contohnya adalah saham-saham blue chip seperti TLKM, BBCA, BMRI, dan lainnya.7. Real Estate
Investasi real estate berarti membeli properti seperti rumah, apartemen, atau tanah dengan tujuan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.8. Saham Perusahaan Kecil
Adalah saham perusahaan kecil yang berisiko tapi punya potensi tumbuh cepat dan untung besar. Contohnya seperti WOOD, ACES, ERTX, dan lainnya.9. Robo-Advisor Portfolio
Adalah asisten investasi otomatis yang mengelola uang sesuai tujuan dan risiko, sehingga investasi dengan mudah dan biaya rendah tanpa harus jadi ahli. Contohnya adalah Bibit, Ajaib, Bareksa, dan lainnya.10. Roth IRA
Adalah rekening pensiun yang memungkinkan untuk menabung dengan keuntungan bebas pajak, cocok untuk investasi jangka panjang dan persiapan masa depan yang lebih aman secara finansial. Sayangnya, di Indonesia, tidak ada produk pensiun yang secara langsung setara dengan Roth IRA di Amerika Serikat.Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























