tirto.id - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengunjungi para korban peledakan di SMAN 72 Jakarta, di Rumah Sakit (RS) Yarsi, Jakarta Pusat. Kata Rano, dari 16 korban yang menjalani rawat inap, kebanyakan mengalami masalah pendengaran.
"Kalau di Yarsi ini, lebih banyak kepada pendengaran. Apa istilahnya? Apa istilahnya? hearing loss (kehilangan pendengaran)" kata Rano kepada wartawan di RS Yarsi, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025).
Dia juga mengatakan bahwa masih terdapat satu korban yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) dan akan segera menjalani operasi kedua.
Rano juga meminta agar pihak rumah sakit untuk tidak khawatir untuk memberikan penanganan dan perawatan terhadap para korban. Pasalnya, kata Rano, Pemprov Jakarta berkerja sama dengan Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan kepada para korban.
Terlebih, Rano yang juga mengunjungi para korban di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih ini mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan di lingkungan sekolah.
"Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi protes utama kami. Kepada para siswa yang menjadi korban, tetap bersemangat. Kami semua mendoakan kesembuhan dan akan mendampingi hingga proses pemulihan tuntas," pungkasnya.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Direktur Medis RS Yarsi, Muhammadi mengatakan, korban yang masih berada di IGD akan segera menjalani operasi pembersihan luka bakar. Sebelum menjalani operasi pembersihan luka bakar, korban tersebut, kata Muhammadi, telah melalui operasi pengangkatan limpa.
"Jadi, kemarin kita operasi pertama itu operasi emergensi, Pak Wagub. Pengangkatan limpa. Jadi, limpanya itu pecah waktu ledakan pertama. Dan ini yang Kedua, kita akan membersihkan area luka bakar yang terkena pada korban 30 persen," kata Muhammadi.
Muhammadi juga menjelaskan hingga saat ini RS Yarsi masih menangani 19 pasien korban peledakan. 16 diantaranya menjalani rawat inap. Sementara, tiga lainnya menjalani rawat jalan.
"Tiga itu dilakukan secara rawat jalan. 16 orang dilakukan rawat inap, dari 16 ini yang memang ada satu yang kondisinya sejak awal masuk kritis, sejak hari pertama dan itu kita rawat di ruang intensif," ujarnya.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































