Menuju konten utama

Rano Ajukan Rencana Perubahan ABPD Jakarta 2025 Jadi Rp91,86 T

Nilai total APBD DKI 2025 yang diusulkan meningkat menjadi Rp91,86 triliun atau naik sebesar 0,57 persen dari anggaran awal sebesar Rp91,34 triliun.

Rano Ajukan Rencana Perubahan ABPD Jakarta 2025 Jadi Rp91,86 T
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Museum Keramik, Kota Tua, Jakarta Barat, pada Jumat (11/7/2025). tirtoid/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Dalam rancangan tersebut, nilai total APBD DKI 2025 diusulkan meningkat menjadi Rp91,86 triliun atau naik sebesar 0,57 persen dari anggaran awal yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp91,34 triliun.

“Total Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp91,86 triliun, naik sebesar 0,57% dibandingkan dengan Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 91,34 triliun," kata Rano di dalam rapat.

Rano memaparkan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pendapatan daerah diperoleh dari beberapa sumber.

Ia merincikan, sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditaksir menyumbang Rp54,19 triliun sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat mencapai Rp30,08 triliun. Selain itu, terdapat juga kategori Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah senilai Rp524,09 miliar.

"PAD diperoleh dari Pajak Daerah sebesar Rp48 triliun, Retribusi Daerah Rp1,39 triliun, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Rp774 miliar, dan Lain-lain PAD sebesar Rp4,02 triliun," jelasnya.

Di sisi belanja, pengeluaran daerah juga dirancang meningkat. Belanja Daerah tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp85,97 triliun, mengalami kenaikan sebesar 4,01 persen dibandingkan alokasi sebelumnya yang sebesar Rp82,66 triliun. Komponen belanja ini mencakup Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga, serta Belanja Transfer.

Untuk pos Pembiayaan Daerah, Rano menyebutkan bahwa total penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp7,05 triliun. Dana tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp4,43 triliun, dan pinjaman daerah sebesar Rp2,62 triliun.

"Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp5,88 triliun yang dialokasikan kepada Badan Usaha Milik Daerah berupa Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp3,90 triliun dan Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo sebesar Rp1,98 triliun," pungkasnya.

Apabila usulan perubahan anggaran ini disetujui oleh DPRD, maka nilai APBD Jakarta pada tahun 2025 akan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Baca juga artikel terkait APBD DKI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher