Rambut Rontok saat Mandi Junub, Apa Hukumnya?

Oleh: Dhita Koesno - 23 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Rambut rontok saat mandi junub, apa hukumnya dan bagaimana niat serta adab mandi junub?
tirto.id - Mandi junub merupakan hal yang wajib dilakukan oleh umat Islam setelah jima' atau melakukan hubungan istri, dan bagi laki-laki mandi junub dilakukan saat keluar air mani (mimpi basah), sementara bagi perempuan setelah berhentinya darah haid dan nifas.

Tujuan mandi junub bertujuan agar tubuh bersih dari hadas besar dan dapat kembali melaksanakan ibadah wajib sebagai seorang muslim.

Seperti dilansir NU Online, untuk melakukan mandi junub yang pertama dilakukan adalah berniat dengan sengaja yang diungkapkan dalam hati, tetapi bila mampu melafalkannya secara lisan, hal ini lebih utama.

Niat Mandi Junub


Contoh lafal niat tersebut adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari minal jinnaati fardhan lillaahi ta'ala


Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Dalam madzhab Syafi'i disebutkan, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat pertama kali mmenyiramkan air ke tubuh.

Selanjutnya, mengguyur seluruh bagian luar badan, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut/bulu.

Tubuh diasumsikan sudah tidak mengandung najis. Selain hal-hal yang wajib itu, ada juga sejumlah kesunnahan dalam mandi junub.


Adab Mandi Junub


Imam al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah secara teknis menjelaskan adab mandi junub dengan cukup rinci mulai dari awal masuk kamar mandi hingga keluar lagi:

1. Saat masuk ke kamar mandi ambilah air, lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.

2. Bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.

3. Berwudhu sebagaimana saat wudhu hendak shalat termasuk doa-doanya. Lalu pungkasi dengan menyiram kedua kaki.

4. Mulailah mandi janabah dengan mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu berniatlah menghilangkan hadas dari janabah.

Berikutnya, guyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri juga hingga tiga kali. Jangan lupa menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali; juga menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya).

Pastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalaupun tersentuh, berwudhulah lagi.

Hukum Rambut Rontok saat Mandi Junub


Lalu bagaimana hukumnya jika ada rambut yang rontok saat mandi junub atau mandi wajib? Apakah bagian yang rontok seperti rambut atau kuku juga wajib dibasuh?

Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin, menyatakan:

ولو غسل بدنه إلا شعرة أو شعرات ثم نتفها قال الماوردي إن كان الماء وصل أصلها أجزأه وإلا لزمه إيصاله إليه وفي فتاوى ابن الصباغ يجب غسل ما ظهر وهو الأصح وفي البيان وجهان أحدهما يجب والثاني لا لفوات ما يجب غسله كمن توضأ وترك رجله فقطعت والله أعلم

Artinya, “Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, 'Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu.' Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, 'Wajib membasuh bagian yang tampak saja.' Pendapat ini lebih sahih. Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat: Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.”

Jadi seseorang yang junub tidak perlu berpikir untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya.

Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama. Tetapi ada baiknya kalau ia menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib.


Baca juga artikel terkait HUKUM RAMBUT RONTOK SAAT MANDI JUNUB atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight