Menuju konten utama

Apakah Rafflesia Hasseltii Bunga Langka Ditemukan di Sumatera?

Apakah benar Rafflesia Hasseltii ditemukan di Sumatera? Ini ciri-ciri dan habitat Rafflesia Hasseltii.

Apakah Rafflesia Hasseltii Bunga Langka Ditemukan di Sumatera?
Ilustrasi Bunga Rafflesia. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/YU

tirto.id - Rafflesia Hasseltii termasuk salah satu kategori bunga langka. Lantas, apakah benar Rafflesia Hasseltii ditemukan di Sumatera? Simak ulasan lengkapnya.

Sebuah unggahan video akun Instagram @oxford_uni menunjukkan penemuan bunga Rafflesia Hasseltii di hutan Sumatera.

Mereka adalah seorang pemandu asal Bengkulu bernama Septian Andrikithat bersama Deputy Director and Head of Science of the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, Dr. Chris Thorogood, dan tim.

Dalam video tersebut, Septian Andrikithat menangis terharu melihat Rafflesia Hasseltii mekar sempurna di hadapannya. Ia merasa beruntung bisa menemukan Rafflesia Hasseltii dalam kondisi mekar setelah pencarian selama 13 tahun.

Rafflesia Hasseltii: Bunga Langka, Ciri-Ciri, dan Habitat Hidup

Rafflesia Hasseltii dilaporkan berhasil ditemukan oleh tim peneliti dari University of Oxford bersama masyarakat lokal di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada Selasa (18/11).

Saat ditemukan, Rafflesia Hasseltii tampak mekar sempurna. Sebagai informasi, Rafflesia Hasseltii merupakan jenis bunga langka yang dilindungi. Bunga Rafflesia Hasseltii memiliki struktur yang unik dibanding bunga lainnya.

Ciri-ciri Rafflesia Hasseltii tidak memiliki batang, daun atau akar seperti tumbuhan lain. Rafflesia Hasseltii justru mempunyai kelopak merah tua dengan paduan bercak putih besar.

Melansir laman resmi Plantamor, Rafflesia Hasseltii adalah tumbuhan holoparasit dari famili Rafflesiaceae yang tumbuh menahun. Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan nama cendawan matahari.

Nama ilmiah Rafflesia Hasseltii pertama kali dipublikasikan oleh botanis Willem Frederik Reinier Suringar pada tahun 1879.

Adapun habitat Rafflesia Hasseltii berada di jantung hutan tropis basah, kawasan hutan dalam yang ada di wilayah Sumatera hingga Kalimantan.

Bunga ini hidupnya bergantung pada tanaman inang dari genus Tetrastigma. Hal ini membuat populasi bunga Rafflesia Hasseltii sangat rentan terhadap kerusakan habitat dan ancaman lainnya.

Dalam peneliatian yang yang berjudul "Most of The World's Largest Flowers (Genus Rafflesia) Are Now on The Brink of Extinction", salah satu poin penting dalam penelitian tersebut menyebutkan 42 spesies yang diketahui kini terancam punah. Dalam penelitian tersebut, 60% spesies Rafflesia menghadapi risiko kepunahan yang parah.

Kemudian, 67% habitat Rafflesia diketahui berada di luar kawasan lindung, yang memperburuk kerentanan mereka. Guna melestarikan tumbuhan tersebut, peneliti menyarankan adanya perlindungan habitat yang lebih besar dan dukungan bagi kelompok aksi masyarakat lokal.

Rafflesia merupakan ikon baru yang tepat untuk konservasi di daerah tropis Asia. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan etnobotani dan, baru-baru ini, sebagai sumber pendapatan dari ekowisata.

Penelitian ini juga menyoroti studi kasus keberhasilan konservasi, dengan fokus pada peran masyarakat setempat. Dalam penelitian tersebut, peneliti mengusulkan untuk menjadikan Rafflesia sebagai ikon baru konservasi tanaman di daerah tropis Asia.

BUNGA RAFFLESIA ARNOLDII

Ilustrasi bunga Rafflesia. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pras/16.

Melansir laporan Antaranews, 14 November 2023, bunga Rafflesia langka jenis Rafflesia Hasseltii Suringar sebelumnya pernah ditemukan pada tahun 2023 di wilayah perkebunan milik warga Desa Tanjung Gelang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Menurut pengakuan pemilik kebun, Rafflesia Hasseltii beberapa kali mekar di dalam kebunnya. Bunga tersebut diperkirakan telah mekar lima hari sebelum akhirnya diketahui pemilik kebun.

Sementara itu, lokasi penemuan Rafflesia Hasseltii berada jauh dari pemukiman warga. Perlu dua jam perjalanan untuk sampai di lokasi tersebut.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Provinsi Bengkulu, Sofian Ramadan menyebut jenis Rafflesia Hasseltii merupakan yang sangat jarang ditemukan.

"Sejak KPPL berdiri 13 tahun lalu, sedikit sekali bahkan tidak ada informasi terkait mekarnya Rafflesia Haseltii ini," kata Sofian Ramadan, dikutip dari Antaranews, Senin (14/11/2023)

Dia menjelaskan, Rafflesia Hasseltii ini terakhir kali ditemukan mekar di daerah Ketenon II Kabupaten Lebong. Puspa langka jenis ini jarang ditemukan mekar dan biasanya jika mekar di daerah yang sulit dijangkau atau berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Baca juga artikel terkait BUNGA RAFFLESIA atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo