Indeks Wawancara Khusus

Pemerintah Selalu Mikir, 'Inovasi Jangan Bikin Bisnis Lama Mati'
Bila lingkungan kita bergerak begitu cepat, regulator harus bergerak lebih cepat lagi agar regulasi tidak gagap dan terlambat.

Masalah Menanti jika Kita Enggan Membahas Pelanggaran HAM Masa Lalu
Memang agak mustahil untuk mengadili pemerintah atas kesalahan pelanggaran HAM masa lalu, tapi Anda harus terus berupaya atas nama humanisme.

"Perkawinan Anak adalah Pintu Eksploitasi"
Kasus-kasus perdagangan manusia, serta eksploitasi lain terhadap perempuan, bermula dari (pemaksaan) perkawinan anak.

"Kita Kekurangan Penulis Musik yang Kreatif"
Jurnalisme musik. Media independen. Kuantitas mengalahkan kualitas?

"Bandung Mau Berubah dengan Bersolek, Hanya Saja Terlalu Menor"
Penerapan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Bandung menuai polemik.

"Untuk Urusan Keluar, Jenderal Gatot Banyak Membuat Gaduh"
Pekerjaan rumah TNI, di antara hal lain, adalah penghormatannya atas supremasi sipil, termasuk terbuka dan akuntabel terhadap indikasi praktik pelanggaran hak asasi manusia.

"PLTU di Jawa akan menjadi Aset Terbengkalai"
Pemerintah seharusnya berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk membangun PLTU.

"JAFF Ada untuk Memperkenalkan Film Asia di Indonesia"
JAFF diharapkan bisa memberikan perspektif baru, dan ia membela pengetahuan.

"Bubarkan Mabes TNI Karena Bertabrakan dengan UUD"
Selain problem alutsista, TNI masih menghadapi problem menuntaskan agenda reformasi. Keberadaan Mabes TNI dinilai menjadi problem.

"Kriminal Tingkat Global Hanya Takut kepada Jurnalis Investigasi"
Salah satu sistem paling korup adalah perbankan global: di atas semua pemerintahan, celah korupsi tingkat tinggi, terlibat dalam pencucian uang skala besar.

"Kami Orang Papua Lama-Lama Punah"
Salah seorang paitua paling dihormati di Papua meminta pemerintahan Indonesia berdialog secara bermartabat untuk membahas keadilan politik bagi Papua.

"Saya Sebel dengan Media-Media yang Ngasih Judul Bombastis"
Soleh Solihun membagikan pengalamannya menjadi jurnalis musik, komika, sampai sutradara.

Dulu Ibuisme Negara, Sekarang Ibuisme Agama
Intinya adalah kontrol terhadap perempuan, penentunya saja yang bergeser.

"Bunyi Kendang Bisa Ditiru, Rasa Tidak"
Bermain kendang dan mengeksplorasi bunyi dan ketukan sejak belia, Cak Met termasuk salah satu jiwa dangdut koplo paling artikulatif saat ini.

"Aktivis Muhammadiyah Kini Tak Menangkap Ruh Gerakan Sosial Dahlan"
"Islam itu harus berpikir produktif, harus berkarya bagi kemanusiaan. Muhammadiyah bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk kemanusiaan."

"Di Pasar, Mereka Diteriaki 'Potong Saja Kemaluanmu!'"
Cerita transgender. Komunitas terpinggirkan.

"Sengketa Asuransi Kesehatan Masih Nomor Satu"
Asuransi tidak bisa menolak klaim hanya berbasis kecurigaan soal "mafia klaim"; harus didukung bukti-bukti yang kredibel.

"Kalau Saya Mengaku Indonesia, Masak Tak Bisa bahasanya?"
Pergi meninggalkan Indonesia pada awal 1960an, ia kembali dan mencoba memberikan sesuatu bagi bahasa Indonesia.

"Kalau Memang Ada Preman di Tanah Abang, Abang yang Bacok"
Ia menyingkirkan kekuasaan Hercules dari kawasan Pasar Tanah Abang. Diundang Sandiaga Uno ke Balai Kota buat membicarakan "penataan" Tanah Abang.

"Jangan Lihat Bitcoin Sebagai Uang Tapi Emas Digital"
Saat awal kemunculannya di Indonesia, Bitcoin tak dapat "restu" BI bahkan hingga saat ini. "...Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia."
Masuk tirto.id







