Indeks Opini
Win-win Solution dengan Anak
Untuk dapat mencapai win-win dengan anak, orang tua harus memiliki posisi psikologis I’m OK-You’re OK ini. Orang tua dengan posisi psikologis keempat ini akan bersikap percaya diri namun juga sangat menghormati dan menghargai anaknya. Ia akan mampu menerima anak apa adanya. Ia sadar bahwa anak adalah makhluk dengan bakat dan potensi yang berbeda dengan dirinya.
Membangun Islam Bumi
Kita memerlukan pembangunan suatu pola pikir Islam yang baru, berfokus pada bumi, pada kehidupan saat ini. Berfokus pada bagaimana membuat hidup sekarang menjadi lebih baik, dalam hal ekonomi, teknologi, kesejahteraan, dan perdamaian. Semua ini diawali dari hal-hal kecil. Disiplin dalam menjaga kebersihan, menghasilkan disiplin pada skala lebih besar. Disiplin berhubungan pula dengan etos kerja. Etos inilah yang membangkitkan kemajuan ekonomi dan teknologi. Itulah Islam yang membumi.
Ketegangan Literasi dan Militer
Aparatus militer adalah satu dari kaum yang terlampau sering bersitegang di lapangan literasi. Intimidasi, teror, dan penebar paku-rasa-takut dalam banyak hal dinisbahkan kepada militer lantaran memiliki perangkat legal yang tak dipunyai kalangan sipil di luar mereka: bedil!
Love Me Tinder, Love Me True
Focus on quality matches, not quantity, and you’ll be lunching with your Tinderella (or Tinderfella) by the weekend. Like I did.
Ben Anderson dan Seekor Katak Terbang
Ben Anderson bak katak yang melompat dari tempurung. Ia menerjang batas identitas. Ia melompat ke mana pun dia mau. Ia membongkar tabu batas kekuasaan. Di masa orde baru, ia diusir. Setelah orde baru tumbang, Ben melompat dan berpijak ke Indonesia lagi. Di mana dia dan kawan-kawannya bisa berkumpul dan minum bir. Sambil angkat gelas Ben akan bilang, “Gantung Bakrie!”
Sudahkah Kalendermu Diganti, Jenderal?
Membaca pernyataan Kapendam terkait pelarangan lapak buku di Bandung membuat saya merasa posisi menteri dalam negeri masih dijabat Rudini dan Moerdiono masih menjadi menteri sekretaris negara. Pernyataan itu menggemakan kepercayaan diri seakan militer masih "berkuasa penuh" sebagaimana terjadi di masa ketika acara Aneka Safari di TVRI begitu menghibur hati.
Apakah Kau Bawa Opium, Bob?
Rumor soal dark flight tak sekadar penyelundupan biasa. Ada bau opium/candu di sini. Sejak lama Belanda (dan juga beberapa negara barat) curiga Indonesia menjual opium sebagai dana perjuangan mereka. Opium memang bukan barang langka di Indonesia.
Komitmen Kebangsaan Umat Islam Indonesia
Sebenarnya Indonesia adalah rumah yang sangat ramah bagi umat Islam. Meski bukan negara agama, negara ini menyediakan berbagai fasilitas khusus bagi umat Islam. Kementerian agama itu boleh dibilang 80% keberadaannya untuk melayani kebutuhan umat Islam.
Kita Berutang pada Bulu Tangkis
Shuttlecock tak kenal etnis. Raket tak pandang ras. Itulah mengapa Indonesia berhutang kepada bulu tangkis.
Konsumen Butuh Merdeka
Alih-alih terlindungi, konsumen Indonesia sering berada di posisi tawar lemah. Konsumen belum merdeka. Semestinya, konsumen bisa menentukan barang yang akan dibeli, menentukan kualitas dengan syarat-syarat yang dimaui (requirement). Sehingga, produsen tidak seenaknya menjejalkan barangnya. Apalagi barang busuk, teknologi usang, tidak peduli kesehatan, dan sebagainya.
'Pejabat Praktis' ala Jokowi
Pejabat praktis’ lahir karena tuntutan melakukan politik praktis. Tapi apa jadinya jika penunjukkannya dilakukan dengan cara ala kadar. Arcandra Tahar bukan satu-satunya.
Mendidik Anak dengan Teori XY
Pada prinsipnya, anak ingin dimengerti. Mereka ingin tahu apakah perbuatannya baik atau buruk, mengapa mereka melakukan perbuatan buruk, dan pada akhirnya ingin dibantu orang tuanya agar mampu menghindari perbuatan buruknya. Sebagai orang tua, tentu kita ingin mendampingi mereka dan permasalahan hidupnya.
Olimpiade dan Islam Kaffah
Atlet berjilbab di olimpiade adalah sebuah gambaran kegamangan sebagian wajah umat Islam saat ini. Ada semangat kuat untuk menjalankan Islam seperti yang tertuang dalam teks (Quran dan hadist). Namun juga ada kesadaran bahwa mereka hidup di zaman yang berbeda, situasi yang sangat berbeda dengan situasi saat teks tersebut diperkenalkan.
Sekolah Bukan Tempat Penitipan Anak
Anak barangkali memang butuh sekolah, namun anak juga butuh bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, selain berinteraksi dengan orang tua. Jika waktu anak hanya dihabiskan di sekolah dari pagi sampai sore lalu di rumah dari senja hingga malam, kapan anak bersosialisasi dengan tetangga dan lingkungan sekitar rumah?
Derby Milan Made in Cina
Derby della Madonnina tetap menjadi Big Match yang akan selalu untuk dinantikan (meskipun mungkin nanti kita akan mengenalnya sebagai Derby della Made in China dalam kamus Bolapedia)
Betapa Brengseknya Singapura
Sentimen negatif sebenarnya juga rutin diarahkan kepada Malaysia dan Australia, dua tetangga yang lain. Namun terhadap Singapura rasanya begitu lain. Mereka terasa lebih menyebalkan, kadang terlihat brengsek, justru karena – salah satunya-- mereka hanyalah negara dengan ukuran kurcaci dibanding Indonesia. Justru karena luas wilayahnya hanya seuprit, justru karena mereka begitu kecil!
Strategi Rating TV Donald Trump
Jutaan penduduk AS dalam terjebak dalam pengangguran dan kemiskinan. Mereka frustasi dan kecewa dengan pemerintah dan politikusnya. Donald Trump yang tidak punya sejarah di Washington dan tidak memiliki latar belakang politik dianggap sebagai jawaban atas permasalahan ekonomi di AS.
Perginya Mbah Suti
Mbah Suti adalah satu dari ribuan korban tragedi kemanusiaan 1965, yang semuanya telah berusia uzur. Yang satu per satu telah mangkat sebelum pemerintah meneguhkan janji untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Mendukung Terorisme
Pemerintah mesti melakukan upaya yang lebih sistematis untuk menutup semua ruang gerak teroris, khususnya sel-sel perekrutan mereka, melalui pendekatan intelijen dan keamanan. Pada saat yang sama organisasi Islam perlu berperan menangkal paham-paham radikal, dengan menyebarkan gagasan Islam damai.
Anies Baswedan & Persekutuan Antibuku
Anies datang sebagai "penguasa" di bidang pendidikan dan kebudayaan mengingatkan kembali marwah reformasi: kebebasan berpendapat itu direbut dari watak militerisme; ia bukan pemberian gratis dari juragan akun-akun gratis media sosial.
Masuk tirto.id








