Indeks Opini
Kisah Sudirman Menjadi Panglima TKR
Ada banyak cerita di balik TNI sejak pertama kali bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) lalu berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Cerita tentang perubahan nama itu orang sudah jamak tahu, tapi cerita mengapa Sudirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR tentara bisa jadi masih menggelitik untuk disimak publik.
Kelas Menengah Berpolitik Tanpa Ideologi
Kata-kata keadilan, nilai, tujuan, kekuatan kelas, telah semakin memudar. Dan kelas menengah pun berpolitik seolah tanpa ideologi: fokus mereka adalah apa yang bisa dilakukan saat ini, secara cepat dan efisien. Meski sebenarnya, tanpa sadar mereka sedang disetir oleh sebuah ideologi yang sangat merusak kemanusiaan.
Tragedi 65 Sebuah Ilusi Soliteris
Melihat diri sepenuhnya sebagai yang paling revolusioner setelah melihat si lain yang tidak sejalan dengan dirinya sebagai semata-mata kontra revolusioner adalah bentuk dari—meminjam kata-kata Amartya Sen—penunggalan identitas (ilusi soliteris). Inilah yang terjadi praOktober 1965 dan celakanya ilusi yang sama pula yang terjadi pascaOktober 1965.
Meluruskan Kembali Tujuan PON
Tujuan dari PON atau olahraga Indonesia pada umumnya tidak hanya sebagai tontonan, tapi harus dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap negara. Olahraga merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian dari negara untuk dikembangkan lebih serius sebab memiliki potensi yang cukup besar untuk mengenalkan dan membanggakan Indonesia sebagai bangsa.
Tuhan Menjawab Doa Politik
Doa politik adalah bagian dari kekonyolan politik. Maka tepat sekali kalau Tuhan juga menjawabnya secara konyol.
Tiga Penguak Takdir
Jakarta masih menjadi kota metropolis udik. Di tengah menara-menara di Thamrin yang tumbuh modern, kampung-kampung kumuh terselip. Di tengah proyek MRT dipacu, bajaj-bajaj pesing tetap melaju. Di antara syahdu prostitusi kelas premium, bisnis asyik recehan berjejeran di sepanjang rel Stasiun Kota. Itulah Jakarta elu yang metropolis sekaligus udik. Dan lima bulan ke depan ini kesempatan untuk tentukan siapa pemimpin elu. Ente berhak tentukan “takdir” tiga bidak-bidak ntuh, untuk jadikan Jakartah lebih baik.
Irman Gusman dan Pendidikan Antikorupsi
Banyak orang menganggap pendidikan anti korupsi cukup dengan mendidik anak-anak soal kejujuran. Tapi di tengah kebiasaan korup yang demikian luas, saya khawatir konsep kejujuran menjadi terlalu abstrak, bahkan klise. Maka saya memilih untuk menjelaskannya dalam format yang lebih kongkrit, dengan mengambil contoh dari hal-hal yang disaksikan anak-anak dalam kehidupan nyata mereka.
Betapa Tidak Pentingnya Banjir di Garut
Apakah kita benar-benar peduli dengan banjir bandang di Garut? Seberapa penting banjir bandang di Garut dibandingkan Pilkada DKI, PON 2016 atau pengadilan Jessica?
Mencurigai Negara
Mencurigai si miskin, apalagi dengan berpatokan kepada kriteria benar-salah secara hukum, adalah pilihan gampang(an). Sebaliknya, mencurigai negara, bukan tindakan yang mudah. Negara sudah telanjur mengurat-akar dalam tata kehidupan, sehingga dipandang sebagai entitas yang alamiah, sudah sewajarnya ada. Negara sudah telanjur ada, tak terbantahkan eksistensinya, dari urusan pajak hingga urusan alat kelamin.
Usaha Memutus Tali Solidaritas
Kecurigaan Ahok terhadap "Romo" Sandyawan menggemakan kembali politik massa mengambang. Ahok menuding Sandyawan menghambat penggusuran Bukit Duri Jakarta karena bukan warga setempat. Perilaku Ahok macam ini sudah menjadi semacam modus operandi untuk memutus jejaring solidaritas lintas wilayah, lintas golongan, bahkan lintas kelas.
Para Pemegang Stopwatch
Keberhasilan menyelesaikan Tol Trans Jawa adalah sebuah legacy yang bisa ditawarkan pemerintahan Jokowi. Dan jangan lupa, 60 persen penduduk (baca; pemilih) Indonesia tinggal di Pulau Jawa.
Ironi Pencipta Sapta Marga
Kolonel Bambang Supeno pencipta Sapta Marga TNI salah satu satu dari sedikit perwira intelektual di masa awal revolusi. Tapi karir dan hidupnya ironis. Intelektualitasnya justru tak pernah bisa membawanya dalam puncak karir militer. Sebaliknya, di mana-mana ia terantuk masalah di internal Angkatan Darat.
Strategi Marketing Mario Teguh & PKS
Mario Teguh dan PKS sama-sama pemberani. Dari sudut pandang bisnis, keduanya punya nyali besar dalam mengambil risiko marketing. Mereka berani bertaruh dengan akhlak, moralitas, keramahan kemuliaan karakter, dan kesempurnaan sebagai selling point jualan. Ketika mereka gagal bertaruh pada selling point itu, mereka lantas dicaci.
Memahami Kecerdasan Anak
Ada sembilan jenis kecerdasan anak yang harus dipahami orangtua. Ada yang cerdas logika-matematika ada pula yang cerdas secara eksistensial. Dengan memahami jenis kecerdasan yang dimiliki anak, orangtua diharapkan bisa memupuk kecerdasan mereka sehingga kelak bisa mencari nafkah dari hal-hal yang dicintainya.
Bahaya Laten Impunitas
Mereka berdiri setiap Kamis sore untuk memastikan republik tidak terus-menerus melakukan kesalahan yang sama. Mereka berdiri untuk memastikan republik tidak dikendalikan oleh londo-londo ireng yang malah menindas dan menjajah rakyatnya sendiri. Mereka berdiri di sana, terutama, untuk melawan impunitas, orang yang dibebaskan dari hukuman! Ini sebuah bahaya laten yang harus dilawan.
Menolak Melupakan Apa?
Mengenang Munir tak harus menjadi pejuang keadilan seperti Munir. Mengenang Munir juga tak selalu untuk mengingatkan masyarakat tentang kasus Munir. Mengenang Munir dapat kita lakukan dengan cara yang sederhana: meniru sosoknya, menjadi ada dan dikenang karena apa yang ia lakukan.
DSC: Disrupsi Berbuah Akuisisi
Langkah bisnis Unilever mengakuisisi Dollar Shave Club (DSC), sebuah perusahaan penyedia silet, membuktikan bahwa barang konsumsi ternyata juga bisa terdisrupsi dari sisi rantai distribusinya. Selain itu, produsen barang konsumsi pun memerlukan untuk mendekatkan diri ke pelanggan secara daring. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Unilever dalam bidang hubungan dengan pelanggan di dunia digital.
Putus di Dunia Nyata dan Maya
Sepuluh tahun lalu, sebelum ada Twitter, Instagram, Facebook, dan Path, rasanya tidak sulit-sulit amat buat move on setelah putus dari pacar. Apalagi kalau hubungannya jarak jauh (long distance relationship). Cukup menahan diri tidak menelepon maupun mengirim pesan, tidak melihat-lihat selembar foto di dompet, tidak membongkar-bongkar galeri di ponsel, paling-paling dua atau tiga minggu seseorang sudah terbiasa dengan hidup barunya dan mulai fokus mencari tambatan hati berikutnya. Malah bisa jadi lebih cepat.
Tax Amnesty dan CSR Perusahaan
Masalah pada perusahaan-perusahaan di Indonesia bukan sekedar soal pajak. Membayar pajak hanyalah secuil kecil kewajiban perusahaan. Dalam konteks yang lebih besar, perusahaan punya tanggung jawab sosial, yang dikenal dengan corporate social responsibility (CSR). Intinya, dalam melakukan operasi bisnis perusahaan bertanggung jawab untuk memenuhi berbagai ketentuan hukum dan standar etika, juga bertanggung jawab untuk menjamin bahwa aktivitas bisnisnya tidak menimbulkan dampak negatif.
Kala Sejarah(wan) Bersertifikasi
Pemerintah tiba-tiba melempar wacana untuk membuat sertifikasi bagi para sejarawan. Dalihnya agar sejarawan bisa mengirim 'karangan' ke jurnal internasional. Namun rencana ini bisa kontra produktif bila sertifikasi bersifat pendataan atau kontrol semata sehingga tidak ada manfaat yang bisa mengembangkan sejarawan untuk terus berkarya.
Masuk tirto.id








