Indeks Opini
Ibu, Hutan, dan Kritik terhadap Modernitas Indonesia
Hutan lebih sering tampil sebagai tempat penuh hantu dalam film Indonesia. Film Sunya menyodorkan hutan yang lain.
Golden Glow, Kim Kardashian dan Siasat Presiden Jokowi
Strategi mencampur aduk berbagai kosmetik dengan kombinasi sempurna menghasilkan warna wajah Kim Kardhasian yang masyhur disebut golden glow. Bagaimana dengan Jokowi?
Kini Jadwal Umat Islam Beraksi, yang 'Kiri' Kapan Konser?
Ini negara teater, Saudara. Mobilisasi massa itu (konser) pertunjukan sosial. Ingat, setiap mobilisasi massa membutuhkan kelihaian menangkap momentum isu.

Negarawan Seharusnya Tak Menyulut Konflik (Menjawab SBY)
Artikel "Pulihkan Kedamaian dan Persatuan Kita" karya SBY terkesan penuh himbauan. Tapi banyak pesan tersirat yang bisa dipersoalan.

Adios El Jefe
Para musuhnya akan tetap bersikeras menyebut Fidel Castro diktator. Tapi, mereka sulit menyangkal warisannya kepada Kuba dan dunia.
Petani Mulai Banyak Digusur, Mahasiswa Pertanian Ngapain?
Kekerasan terhadap para petani terjadi di mana-mana. Yang terbaru terjadi di Sukamulya (Jawa Barat) dan Langkat (Sumatera Utara). Halo para mahasiswa pertanian, anda lagi ngapain?

Demokrasi di Sana, Demokrasi di Sini
Indonesia dan Amerika Serikat sedang menghadapi situasi yang sama. Presiden kedua negara menghadapi reaksi keras dalam bentuk gerakan ekstra parlementer yang melibatkan massa.
Setelah Politik Identitas ala Trump Berjaya
Kampanye Donald Trump pekat dengan retorika politik identitas. Tapi Trump menang bukan hanya karena itu!

Berlomba Menjadi Cantik di Iran
Angin perubahan sedang berembus di Iran. Sudah cukup lama prosesnya. Paling kentara dalam soal berpakaian dan penampilan.
Tulang Punggung Prof. Syafi'i Ma'arif
Prof. Syafi'i Ma'arif tak suka menyuruh-nyuruh, tak senang memerintah-merintah. Saya tak heran jika ia pun tak sudi diatur-atur, diperintah-perintah. Saya selalu ingat kata-kata yang sering diucapkan Prof. Syafi’i tentang Tan Malaka: “Tulang punggungnya terlalu keras untuk membungkuk di hadapan siapa pun.”

Melupakan Gerakan Mahasiswa Islam?
FPI justru aktif menjaga demonstrasi 4 November agar tidak menjadi kisruh. Saat terjadi kericuhan pada malam hari 4 November, malah organisasi gerakan mahasiswa Islam yang dianggap sebagai pemicunya. Tidak salah-salah amat jika gerakan mahasiswa peduli dengan isu-isu politik praktis, hanya saja menjadi problematis jika mereka abai pada isu-isu konkrit di kampusnya sendiri.
Menyaring Informasi di Media Sosial
Saat Pilkada di kota-kota besar dengan penduduk padat pengguna media sosial, seperti DKI, media-media yang berpihak pada calon tertentu, terus memproduksi berita positif mengenai calon yang didukungnya, Demikian pula para fans garis keras yang mengunggulkan pesona calon yang didukungnya, sekaligus membuat muatan yang memojokkan lawannya. Informasi inilah yang perlu disaring.
Buruh dalam Pusaran Tax Amnesty
Demonstrasi sebagian buruh untuk menuntut pencabutan tax amnesty disinyalir lebih bernuansa politis dibandingkan kesejahteraan. Serikat buruh harus mandiri membawa panji-panji perjuangan sendiri dengan tujuan untuk kesejahteraan kaum buruh bukan kesejahteraan yang disinyalir dinikmati oleh segelintir elit buruh bahkan politisi.
Dukung-Mendukung Media dalam Pemilu
Apakah media boleh menyampaikan dukungannya secara terbuka pada kandidat tertentu dalam pemilihan umum? Kalau berkaca pada Amerika Serikat, jawabannya boleh. Secara tradisi, sebagian besar media di Amerika Serikat selalu memberikan dukungan terbuka kepada kandidat yang ia dukung melalui sikap editorial.
Petani, Partai, Puisi
Pragmatisme yang kawin dengan keserakahan membuat ideologi marhaenisme majal di tangan para gadungan. Petani di Pegunungan Kendeng di Rembang dan sekitarnya yang dengan caranya sendiri justru memperlihatkan bagaimana korporasi dan petugas partai gadungan yang menjadi makelar marhaenisme berada dalam satu paket “si pemabuk kuasa” yang layak dilawan secara terbuka.
Mengurai Pengangguran Menuai Kemakmuran
Meratanya perluasan kesempatan kerja di seluruh negeri maka akan mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan bisa dinikmati oleh seluruh warga negara. Dengan demikian harapan untuk mengurai pengangguran menuai kemakmuran dapat segera terwujud.
Munir dalam Lipatan Jas Kusut Pejabat
Yang jauh lebih kusut dari jas milik Dirjen HAM adalah penegakan HAM itu sendiri.
Mendidik Karakter Indonesia
Kita semua adalah guru-guru itu. Kita para orang tua adalah guru-guru bagi anak-anak kita. Membangun pendidikan karakter harus dimulai dengan gerakan para orang tua untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk mereka, membangun terlebih dahulu karakter mereka. Kita semua harus kembali hidup dengan akal budi.
Relasi Strategi dan Inovasi Bisnis
Perubahan perilaku pelanggan bisa mempengaruhi lanskap pasar produk dan tentu saja strategi bisnis kita. Pelaku bisnis harus jeli untuk melihat perubahan perilaku itu. Karena dengan kejelian itu pebisnis bisa melakukan inovasi sekaligus menentukan strategi untuk menciptakan produk sesuai perilaku konsumen lebih awal dibanding pebisnis lain atau menjadi sang pemula.
Tentara Tak Pernah Salah
TNI nyaris tidak mau mengakui perilaku buruk anggotanya sebagai kesalahan institusional. Tiap ada anggota TNI melakukan kesalahan, bahkan kejahatan, selalu "oknum" yang dijadikan kambing hitam. Tentara tak pernah salah.
Masuk tirto.id







