Indeks Opini
Berita Hoax, Great Fear dan Pertaruhan Republik
Jika dulu hoax bisa memicu terjadinya revolusi dan pergeseran kekuasaan, dapatkah hoax hari ini melakukannya?
Mempertahankan & Merongrong Kekuasaan dengan Isu Anti-Cina
Rumor tentang serbuan Cina sangat kuat. Jokowi sampai harus mengklarifikasi. Namun pemerintah Jokowi membantah dengan narasi yang sama juga: sama-sama bernarasi anti-Cina.
Pesan Natal dari Partai Komunis Indonesia
PKI selalu distigmakan anti-agama. Dalam praktiknya tidak sehitam putih itu. Simak sikap PKI terkait perayaan Natal di Indonesia.
Pertarungan Wacana pada Jilbab Tjut Meutia
Lembaran uang kertas Rp1000 bergambar Tjut Meutia memicu protes: mengapa gambarnya tidak berjilbab? Lho, mengapa tidak?
Turki yang Jauh Tapi Terasa Akrab
Meski secara geografis jauh, Turki selalu terasa akrab bagi (orang) Indonesia. Bukan hanya sekarang saat perbincangan tentang Turki ramai di media sosial dalam perkara kudeta—yang sebagian besarnya merupakan puja-puji terhadap Erdogan. Kebangkitan Turki adalah salah satu yang menjadi semangat bagi pendiri bangsa, saat Indonesia masih menjadi proyeksi.
Menjadi Muslim, Menjadi Minoritas
Islam adalah agama mayoritas di Indonesia. Namun bagaimana jika seorang muslim Indonesia mengalami seperti apa rasanya menjadi minoritas?
Rembulan Pembebasan Pustaka Aditjondro
Karena komitmen pada dunia arus bawah, George Aditjondro berhadapan vis a vis dengan Raja Yogyakarta ihwal sengketa tanah Kulon Progo yang membuatnya nyaris diusir dari Kota Pelajar.
Saat Kafir Melindungi Muslim
Mengapa banyak orang yang susah sekali percaya dan kerap meragukan kebaikan Nabi Muhammad terhadap umat di luar Islam?
Ibu, Hutan, dan Kritik terhadap Modernitas Indonesia
Hutan lebih sering tampil sebagai tempat penuh hantu dalam film Indonesia. Film Sunya menyodorkan hutan yang lain.
Golden Glow, Kim Kardashian dan Siasat Presiden Jokowi
Strategi mencampur aduk berbagai kosmetik dengan kombinasi sempurna menghasilkan warna wajah Kim Kardhasian yang masyhur disebut golden glow. Bagaimana dengan Jokowi?
Kini Jadwal Umat Islam Beraksi, yang 'Kiri' Kapan Konser?
Ini negara teater, Saudara. Mobilisasi massa itu (konser) pertunjukan sosial. Ingat, setiap mobilisasi massa membutuhkan kelihaian menangkap momentum isu.

Negarawan Seharusnya Tak Menyulut Konflik (Menjawab SBY)
Artikel "Pulihkan Kedamaian dan Persatuan Kita" karya SBY terkesan penuh himbauan. Tapi banyak pesan tersirat yang bisa dipersoalan.

Adios El Jefe
Para musuhnya akan tetap bersikeras menyebut Fidel Castro diktator. Tapi, mereka sulit menyangkal warisannya kepada Kuba dan dunia.
Petani Mulai Banyak Digusur, Mahasiswa Pertanian Ngapain?
Kekerasan terhadap para petani terjadi di mana-mana. Yang terbaru terjadi di Sukamulya (Jawa Barat) dan Langkat (Sumatera Utara). Halo para mahasiswa pertanian, anda lagi ngapain?

Demokrasi di Sana, Demokrasi di Sini
Indonesia dan Amerika Serikat sedang menghadapi situasi yang sama. Presiden kedua negara menghadapi reaksi keras dalam bentuk gerakan ekstra parlementer yang melibatkan massa.
Setelah Politik Identitas ala Trump Berjaya
Kampanye Donald Trump pekat dengan retorika politik identitas. Tapi Trump menang bukan hanya karena itu!

Berlomba Menjadi Cantik di Iran
Angin perubahan sedang berembus di Iran. Sudah cukup lama prosesnya. Paling kentara dalam soal berpakaian dan penampilan.
Tulang Punggung Prof. Syafi'i Ma'arif
Prof. Syafi'i Ma'arif tak suka menyuruh-nyuruh, tak senang memerintah-merintah. Saya tak heran jika ia pun tak sudi diatur-atur, diperintah-perintah. Saya selalu ingat kata-kata yang sering diucapkan Prof. Syafi’i tentang Tan Malaka: “Tulang punggungnya terlalu keras untuk membungkuk di hadapan siapa pun.”

Melupakan Gerakan Mahasiswa Islam?
FPI justru aktif menjaga demonstrasi 4 November agar tidak menjadi kisruh. Saat terjadi kericuhan pada malam hari 4 November, malah organisasi gerakan mahasiswa Islam yang dianggap sebagai pemicunya. Tidak salah-salah amat jika gerakan mahasiswa peduli dengan isu-isu politik praktis, hanya saja menjadi problematis jika mereka abai pada isu-isu konkrit di kampusnya sendiri.
Menyaring Informasi di Media Sosial
Saat Pilkada di kota-kota besar dengan penduduk padat pengguna media sosial, seperti DKI, media-media yang berpihak pada calon tertentu, terus memproduksi berita positif mengenai calon yang didukungnya, Demikian pula para fans garis keras yang mengunggulkan pesona calon yang didukungnya, sekaligus membuat muatan yang memojokkan lawannya. Informasi inilah yang perlu disaring.
Masuk tirto.id








