tirto.id - Menggunakan sleeping mask sebelum tidur sudah jadi rutinitas skincare sebagian orang agar kulit menjadi lebih sehat dan segar di keesokan paginya. Namun, apakah sleeping mask boleh dipakai setiap hari?
Skincare sudah menjadi hal wajib bagi banyak orang yang memang peduli dengan kesehatan kulitnya. Tak hanya saat pagi, skincare malam yang dipakai selama tidur pun tak kalah penting karena bisa membantu menjaga kondisi kulit setelah beraktivitas seharian.
Salah satu produk yang bisa digunakan dalam rutinitas skincare malam adalah sleeping mask. Perawatan wajah yang satu ini digunakan sebelum tidur dan dibiarkan semalaman.
Sleeping mask biasanya bertujuan untuk lebih menghidrasi kulit dan sering mengandung berbagai bahan aktif yang menyehatkan. Karena memberikan banyak manfaat dan mirip dengan night moisturizer, tak sedikit orang yang menggunakan sleeping mask setiap malam.
Namun, apakah sleeping mask boleh dipakai setiap hari seperti produk pelembap pada umumnya?
Apa Itu Sleeping Mask?

Sleeping mask adalah produk perawatan wajah yang digunakan pada malam hari dan dibiarkan semalamam atau selama kita tidur. Produk ini biasanya diaplikasikan sebagai tahap terakhir dalam rutinitas skincare malam, mirip dengan penggunaan krim malam.
Formula sleeping mask umumnya dirancang agar tetap nyaman digunakan semalaman di wajah, tentunya dengan kandungan yang cenderung lembut dan mudah menyerap ke kulit.
Sleeping mask diformulasikan sebagai perawatan intensif untuk memberikan hidrasi dan nutrisi pada kulit. Kandungannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk membantu menjaga kelembapan, menenangkan kulit, atau merawat kulit yang kering.
Setelah digunakan semalaman, sleeping mask dapat membuat kulit terasa lebih lembap, kenyal, dan tampak lebih segar atau glowing saat bangun tidur.
Sleeping mask juga membantu memperkuat skin barrier pada wajah dengan cara menjaga kelembapannya. Seperti yang diketahui, kondisi kulit yang lebih terhidrasi dapat mendukung fungsi skin barrier yang lebih baik.
Dalam jurnal Moisturization and Skin Barrier Function juga disebutkan bahwa tingkat hidrasi stratum korneum (lapisan kulit terluar) berpengaruh terhadap proses pembentukan skin barrier atau perlindungan kulit yang lebih efektif.
Di sisi lain, manfaat sleeping mask tak hanya membantu mempertahankan kelembapan, tapi juga sekaligus mendukung produk skincare yang telah digunakan sebelumnya.
Perbedaan Sleeping Mask dengan Moisturizer atau Night Cream

Sleeping mask dan night moisturizer atau night cream sama-sama digunakan pada malam hari dan dibiarkan semalaman. Keduanya juga memiliki manfaat yang cukup mirip, terutama untuk melembapkan wajah. Lalu, apa perbedaan keduanya?
Moisturizer atau pelembap pada dasarnya berfungsi membantu menjaga kadar air dan kelembapan kulit. Night moisturizer atau night cream adalah jenis moisturizer yang diformulasikan khusus untuk digunakan pada malam hari.
Tekstur produk ini biasanya lebih kaya dibandingkan pelembap pagi/siang dan sering kali mengandung bahan aktif tertentu untuk membantu merawat kulit sesuai kebutuhan. Night cream juga dianjurkan dipakai setiap malam agar manfaatnya optimal.
Di sisi lain, sleeping mask juga digunakan saat sebelum tidur, tapi berperan sebagai tahap akhir skincare malam. Jadi, urutan atau cara memakai sleeping mask adalah mengaplikasikan produk ini setelah moisturizer/night cream.
Sleeping mask berperan sebagai perawatan intensif yang tak hanya menghidrasi dan menutrisi kulit, tapi juga berfungsi sebagai lapisan yang membantu mengunci rangkaian skincare sebelumnya, seperti serum atau pelembap, agar bekerja maksimal sepanjang malam.
Dari segi tekstur, sleeping mask biasanya memiliki konsistensi yang lebih lembut dan ringan, cepat meresap, serta menggunakan bahan yang melembapkan, menenangkan, dan tidak menyumbat pori-pori.
Berbeda dengan night moisturizer yang bisa dipakai setiap malam, sleeping mask biasanya hanya diaplikasikan beberapa kali dalam seminggu layaknya masker wajah pada umumnya.
Meski demikian, keduanya tidak selalu harus dipakai bersamaan. Sleeping mask dapat menggantikan night cream pada malam tertentu atau digunakan setelahnya sebagai lapisan terakhir, tergantung formula dan kebutuhan kulit.
Apakah Sleeping Mask Boleh Dipakai Setiap Hari atau Setiap Malam?

Masker wajah setiap hari? Memang boleh? Jawaban singkatnya adalah tidak. Meskipun sleeping mask memiliki formula yang lembut dan sangat bermanfaat bagi kulit, produk ini sama seperti masker wajah pada umumnya yang tidak dirancang untuk digunakan setiap hari.
Lalu, sleeping mask berapa kali seminggu? Frekuensi penggunaannya bergantung pada formula, kandungan aktif, serta kondisi dan kebutuhan kulit.
Dikutip dari situs Healthline, patokan umum untuk menggunakan masker wajah, termasuk yang berbentuk cream atau gel seperti sleeping mask, adalah sekitar 1–2 kali seminggu, terutama jika baru pertama kali menggunakannya.
Jadi, apakah boleh maskeran setiap hari? Produsen sleeping mask umumnya tidak merekomendasikan untuk menggunakan masker setiap hari. Beberapa produk ada yang dipakai seminggu sekali, ada pula yang sampai 3 kali dalam seminggu.
Frekuensi penggunaan masker sangat bergantung pada formulanya sehingga kita wajib melihat petunjuk pemakaian produk. Namun, produk sleeping mask yang ditujukan untuk langkah terakhir rutinitas skincare malam biasanya tidak perlu digunakan setiap hari.
Jadi, terkait pertanyaan apakah sleeping mask boleh dipakai setiap hari, produk ini sebaiknya digunakan sekitar 1–2 kali seminggu atau sesuai petunjuk pemakaian yang dianjurkan produsen.
Frekuensi Penggunaan Sleeping Mask Berdasarkan Kondisi Kulit

Sleeping mask termasuk produk skincare yang bisa dipakai oleh semua jenis kulit, tergantung formula dan kandungan bahan di dalamnya. Jadi, frekuensi penggunaan sleeping mask pun harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Untuk kulit normal, kombinasi, maupun berminyak, biasanya penggunaan sekitar 1–2 kali sudah cukup. Sementara untuk kulit kering, sleeping mask dapat digunakan lebih sering atau sekitar 2–3 kali seminggu.
Sleeping mask yang beredar di pasaran umumnya juga sudah dirancang dengan formula yang ditujukan untuk jenis kulit tertentu, ada yang khusus untuk kulit kering, berminyak, hingga kulit sensitif. Jadi, sebelum membeli produk, perhatikan label, kandungan bahan, serta klaim dari produsen.
Perlu dipahami juga bahwa sleeping mask pada dasarnya merupakan produk tambahan dalam rutinitas skincare dan bukan produk yang wajib digunakan oleh setiap orang. Jadi, bagi mereka yang merasa tidak membutuhkannya, sah-sah saja jika ingin skip produk yang satu ini.
Terutama apabila moisturizer yang digunakan sudah mampu menjaga kelembapan dan cukup menutrisi kulit, kita tidak harus menambahkan sleeping mask ke dalam rutinitas skincare malam.
Apakah Kulit Bisa Mengalami Masalah jika Terlalu Sering Pakai Pelembap atau Masker?

Pelembap merupakan skincare yang memang dirancang untuk dipakai setiap hari. Jadi, menggunakan produk moisturizer setiap hari tentunya tidak akan menyebabkan masalah karena menjaga kelembapan adalah bagian penting dari perawatan kulit.
Namun, pelembap bisa menimbulkan masalah jika formulanya tidak sesuai dengan kebutuhan atau kondisi kulit. Penggunaan pelembap yang terlalu berat atau tidak sesuai dengan jenis kulit dapat membuat kulit terasa berminyak, bahkan bisa menyebabkan penyumbatan pori.
Oleh karena itu, pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat sering dianjurkan untuk memilih pelembap dengan tekstur yang lebih ringan seperti gel atau memiliki label non-comedogenic.
Penggunaan produk sesuai jenis kulit juga berlaku untuk masker wajah, termasuk sleeping mask. Sedikit berbeda dengan moisturizer, sleeping mask tidak disarankan untuk dipakai setiap hari.
Jadi, penggunaan yang terlalu sering atau tidak sesuai dengan petunjuk pemakaian berisiko menimbulkan masalah tersendiri, terutama jika produk tersebut mengandung bahan aktif yang berpotensi mengiritasi kulit.
Jangan Sampai Over Moisturizing!

Menggunakan pelembap secara rutin memang penting untuk membantu menjaga hidrasi dan fungsi skin barrier. Namun, terlalu banyak memakai produk pelembap juga tidak selalu lebih baik.
Dikutip dari situs SELF, ahli dermaologi Dr. Morgan Rabach mengungkapkan bahwa penggunaan pelembap secara berlebihan juga berpotensi mengganggu keseimbangan hidrasi kulit.
Terlalu banyak kelembapan bisa memicu iritasi serta membuat lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur atau ragi. Selain itu, penggunaan terlalu banyak produk yang menghidrasi atau formula yang tidak sesuai dengan jenis kulit dapat menyumbat pori dan memicu breakout.
Hal yang sama perlu diperhatikan ketika menggunakan masker wajah, termasuk sleeping mask. Risiko tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering produk digunakan, tapi juga jumlah produk dan formulanya.
Pada kulit berminyak, misalnya, penggunaan banyak produk pelembap sekaligus tidak selalu diperlukan karena akan membuat kulit terasa “berat”. Jadi, jika merasa cukup hanya dengan moisturizer dan merasa sleeping mask terlalu memberatkan kulit, maka produk masker bisa di-skip.
Perbedaan Sleeping Mask, Sheet Mask, dan Clay Mask

Meskipun sama-sama disebut masker wajah, sleeping mask, sheet mask, dan clay mask memiliki beberapa perbedaan, mulai dari bentuk, cara kerja, hingga tujuan penggunaannya.
Sleeping mask digunakan sebagai tahap akhir skincare malam yang fungsinya berfokus melembapkan sekaligus sebagai lapisan yang mengunci rangkaian produk skincare sebelumnya. Produk ini pun dibiarkan semalaman dan baru dibilas keesokan paginya setelah bangun tidur.
Sementara itu, sheet mask adalah masker wajah yang berbentuk lembaran dan sudah dibasahi dengan serum atau essence untuk menutrisi kulit. Sheet mask umumnya digunakan dalam waktu singkat, sekitar 15–20 menit, sebelum dilepas.
Berbeda lagi dengan clay mask, produk skincare ini berupa pasta atau seperti tanah liat yang lebih ditujukan untuk membantu menyerap minyak berlebih dan membersihkan kotoran dari permukaan kulit wajah.
Sama seperti sheet mask, produk ini juga dipakai dalam waktu singkat, biasanya selama sekitar 15–20 menit sebelum dibilas sampai bersih.
Terkait frekuensi penggunaan, baik sleeping mask, sheet mask, maupun clay mask memiliki kemiripan karena umumnya hanya dipakai sekitar 1–2 kali dalam seminggu.
Sekali lagi, cara dan frekuensi penggunaan ini tetap harus memperhatikan kondisi kulit dan disesuaikan dengan petunjuk pemakaian masing-masing produk.
Demikian penjelasan terkait pertanyaan apakah sleeping mask boleh dipakai setiap hari atau tidak. Sleeping mask memang termasuk skincare yang bermanfaat, tapi penggunaanya tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit.
Tetap perhatikan respons kulit setelah pemakaian. Jika muncul tanda-tanda seperti iritasi, rasa tidak nyaman, atau breakout, segera hentikan pemakaian atau lakukan konsultasi dengan dokter jika diperlukan.
Butuh rekomendasi produk perawatan kulit atau informasi menarik lainnya? Cek selengkapnya di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





























