Indeks Komnas Ham

Ratusan KPPS Wafat, KMN Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta
KMN mendesak Komnas HAM membentuk TGPF lantaran selama ini kematian ratusan petugas pemilu tersebut belum mendapatkan hasil diagnosis yang jelas.

Komnas HAM Minta Pelaku Pemukulan Napi Tak Hanya Dihukum Disiplin
Komnas HAM beranggapan, perlakuan terhadap narapidana yang dilakukan petugas lapas telah melanggar aturan. Karenanya Dirjen PAS tidak bisa sekadar menjatuhkan sanksi kedisiplinan dalam kasus tersebut.

Komnas HAM Imbau Masyarakat Jaga Kedamaian Setelah Pilpres
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, menitipkan pesan, siapapun yang nanti akan memenangkan Pemilu 2019 agar tetap memperjuangkan penuntasan masalah-masalah HAM.

Komnas HAM: Pemilih di Rumah Sakit Belum Semua Terfasilitasi
Pemilih di rumah sakit belum semua terfasilitasi. Kemudian, warga binaan pemasyarakatan juga belum ada yang punya KTP.

Jelang Pencoblosan, Komnas HAM & Lembaga Sipil Serukan Pemilu Damai
Hari pencoblosan 5 hari lagi yakni Rabu (17/4/2019). Komnas HAM bersama sejumlah lembaga sipil mendukung Pemilu 2019 berlangsung damai.

Komnas HAM Bakal Panggil 10 Saksi Pelanggaran HAM Berat Paniai
Komas Ham bakal menanggil saksi Peristiwa Paniai Papua melibatkan pemegang kebijakan soal keamanan Papua berdasar struktur komando.

Komnas HAM Mulai Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat Paniai Papua
Penyelidikan dugaan pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua berlangsung Mei-Juli 2019 oleh komisi ad hoc Komnas HAM yang telah dibentuk.

Komnas HAM Temukan 31.184 Warga Binaan & Tahanan Belum Masuk DPT
Selain warga binaan dan tahanan, berdasar temuan Komnas HAM pasien rumah sakit juga menjadi ancaman yang akan kehilangan hak pilihnya.

Komnas HAM: Hak Pilih Tak Boleh Terhambat Masalah Administratif
Amiruddin mengingatkan negara harus menjamin hak pilih seseorang bisa terpenuhi dan tak terhalang hanya karena ada hambatan dalam proses administratif.

Komnas HAM: Memaksa ASN Pilih Capres Melanggar Aturan Internasional
Komnas HAM menilai aparat sipil harus bersikap netral dalam pemilu. Selain itu, bila ada pemaksaan memilih satu paslon tertentu melanggar aturan internasional.

Indonesia Bisa Berperan Besar Tangani Masalah HAM Internasional
Komnas HAM menilai posisi Indonesia di dunia internasional dalam debat tak tegas. Misalnya, dalam kasus Rohingnya dan Palestina. Serta perlindungan WNI di Arab Saudi dan Hongkong.

Komnas HAM Sayangkan Capres Tak Bahas Masalah Keamanan Saat Debat
"Kita tidak mau memperdebatkan soal gagasan, silahkan saja publik. Tetapi soal keamanan tidak banyak diungkap," kata Ketua Komnas HAM.

Komnas HAM Nilai Debat Ke-4 Abai Bahas Isu HAM dalam Pemerintahan
Komnas HAM menilai isu HAM dalam pemerintahan tak dibahas dalam dua capres dalam debat ke-4.

WNI Hilang di Malaysia, Pemerintah Diminta Segera Berdiplomasi
Kasus menghilangnya WNI atas nama Ruth Rudangta Sitepu di Malaysia dinilai harusnya tak memakan waktu jika pemerintah Indonesia sigap berdiplomasi dengan pihak Negeri Jiran.

Tanggapi Wiranto, Natalius Pigai: Apa Dasar Golput Dipidana UU ITE?
Pigai mendesak Presiden Jokowi segera mencopot Wiranto sebagai Menkopolhukam sebelum Pemilu 17 April mendatang.

Komnas HAM Siap Bantu Penanganan Kasus WNI Hilang di Malaysia
Komnas HAM mengaku belum menerima pengaduan terkait hilangnya WNI Ruth Rudangta Sitepu di Malaysia pada pertengahan 2017 lalu.

Komnas Ham Sebut TNI-Polri Bisa Diberi Jabatan Sipil Tertentu
"TNI maupun Polri bisa saja diberi jabatan. Misalnya di BNN, SAR, BNPT dan sebagainya, karena posisi tersebut penting bagi TNI yang punya pengalaman terkait itu."

Komnas HAM Nilai Pembahasan di Debat Cawapres Masih Jakarta-Sentris
Komnas HAM mengkritik pembahasan dalam debat cawapres pada Minggu malam kemarin masih Jakarta-Sentris dan belum memperhatikan persoalan di kawasan pedalaman dan terpencil.

Komnas HAM Kritik Debat Cawapres Tak Serius Bahas Ketenagakerjaan
Menurut Komnas HAM, TKI di luar negeri saat ini kurang mendapat perlindungan, terutama yang menjadi pembantu rumah tangga.

Komnas HAM: Debat Cawapres Tak Bahas Komersialisasi Pendidikan
Komnas HAM menilai kedua cawapres tak membahas mengenai hak dasar pendidikan warga negara Indonesia yang harusnya dipenuhi. Padahal saat ini pendidikan cenderungan komersial.
Masuk tirto.id







