Indeks Komnas Ham

Komnas HAM Sebut Debat Ketiga Sandiaga-Ma'ruf Sangat Monolog
Catatan kedua, lanjutnya, adalah aksesibilitas yang belum terlayani dengan baik bagi seluruh warga negara dalam konteks ketenagakerjaan hingga pendidikan.
Meski Sembunyikan Kejahatan Penculikan, Agum Belum Bisa Kena Pidana
Kejaksaan Agung dan Komnas HAM mesti proaktif memanggil Agum Gumelar untuk diminta keterangan dalam berita acara terkait kasus penculikan aktivis 1998.
Klaim Tahu Kuburan Aktivis: Agum Jangan Permainkan Keluarga Korban
Komnas HAM menyarankan agar Agum Gumelar melapor ke Kejagung bila mengetahui soal aktivis yang hilang, karena keluarga korban telah lama menunggunya.

KontraS Minta Agum Gumelar Beri Informasi ke Komnas HAM
Yati juga menilai seharusnya Agum sebagai salah satu anggota Watimpres menyampaikan informasi tentang penculikan aktivis ke Presiden Jokowi agar presiden segera menindaklanjuti informasi itu.

Kisah Guru Agama Korban Talangsari Tuntut Keadilan
Penderitaan dan diskriminatif yang Amir rasakan puluhan tahun hanya dijawab lewat deklarasi damai yang dinilai menyalahi prosedur hukum.

Kecewa Deklarasi Damai Talangsari, Korban Tetap Tuntut Keadilan
Mereka kecewa dan khawatir deklarasi tersebut membuat Kejaksaan Agung menghentikan penyelidikan kasus Talangsari.

Komnas HAM Anggap Deklarasi Damai Talangsari Tak Ada Dasar Hukum
Komnas HAM tidak mengakui adanya deklarasi damai peristiwa Talangsari yang dibuat oleh beberapa tokoh masyarakat dan disaksikan perwakilan Kemenko Polhukam, karena dianggap tidak mempunyai kekuatan hukum.

Komnas HAM Sarankan Kejagung Periksa Wiranto & Kivlan Soal Kasus 98
Penyelesaian lewat jalur hukum merupakan jalan terbaik yang bisa dilakukan jika hendak menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat pada tahun 1998 lalu.

Kejagung Cari Solusi 7 Kasus Pelanggaran HAM Berat Bisa Berkembang
Kejagung tengah mencari solusi terkait 7 kasus pelanggaran HAM berat yang dilaporkan oleh Komnas HAM agar bisa berkembang dan tak diam di tempat.

Kejagung akan Kembalikan Berkas Kasus Dukun Santet ke Komnas HAM
Kejaksaan Agung berencana mengembalikan berkas laporan penyelidikan kasus pembunuhan dukun santet kepada Komnas HAM.
KontraS Desak Kejagung Kembangkan Laporan Kasus Dukun Santet
KontraS mendesak Kejaksaan Agung segera mengembangkan laporan Komnas HAM soal kasus pembunuhan dukun santet yang terjadi di Jawa Timur pada 1998-1999.

Komnas HAM: Berkas Dukun Santet Sudah Diverifikasi Kejagung
Sampai saat ini belum ada respons lagi dari Kejagung terkait kasus Dukun Santet di Banyuwangi, Jawa Timur.

Komnas HAM: Pemprov Sumbar Larang LGBT Tak Langgar HAM
Komnas HAM menilai langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melarang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tidak melanggar HAM.

Komnas HAM Tawarkan Dialog untuk Selesaikan Masalah Papua
Papua punya empat akar masalah yakni, marjinalisasi, sejarah politik, pelanggaran hak asasi kemanusiaan (HAM), dan infrastruktur. Hal ini menurut Komnas HAM diurai dengan dialog pemerintah, bukan aparat.

YPPI Desak Pembentukan MoU untuk Lindungi Pembela Lingkungan
Ainul menilai, hingga saat ini, kriminalisasi dan ancaman terhadap pembela lingkungan tetap terjadi.

YLBHI: DPR RI dan MK Harus Tegur Jaksa Agung Soal Razia Buku
DPR RI harusnya sadar atas putusan MK yang melarang razia dan penyitaan buku tanpa proses pengadilan terlebih dahulu.

Soal Razia Buku, Komnas HAM Minta Presiden Evaluasi Jaksa Agung
Instruksi Jaksa Agung mengarah ke perampasan buku, sehingga membayakan sistem hukum, karena melawan Mahkamah Konstitusi soal kewenangan pelarangan buku harus berdasar putusan peradilan.

Jaksa Agung Akan Temui Komnas HAM Bahas Kasus Masa Lalu
Prasetyo mengatakan akan tetap mencari kesepakatan terbaik dengan Komnas HAM jika ada penolakan lewat jalur non-yudisial.

Pembunuhan Dukun Santet 1998: Sistematis dan Terencana
Komnas HAM telah merampungkan penyelidikan kasus pembantaian 'dukun santet' pada 1998. Kejaksaan akan melanjutkan itu ke tingkat penyidikan.

Benarkah Tak Ada Pelanggaran HAM Berat di Era Jokowi?
Menurut Yusril, di zaman Jokowi tak ada pelanggaran HAM berat. Tapi, pegiat HAM bertanya balik soal penuntasan kasus masa lalu.
Masuk tirto.id







